
Auron Li yang sudah sampai di depan ruangan dimana Yuna di rawat, melihat ada Amora dan juga bibi Li Ran yang sedang menjaga Yuna dari jendela ruangan itu.
Tok tok
Auron Li mengetuk jendela itu, dan seketika Amora juga bibi Li Ran menoleh.
Dengan gerakan tangan, Auron Li meminta kedua wanita yang sedang berada di dalam ruangan itu keluar.
Ceklek
Pintu ruangan dimana Yuna di rawat terbuka.
"Kau sudah datang Li." Ucap bibi Li Ran.
"Kalian tetap disini, aku akan menemui dokter." Ucap Auron Li tanpa basa basi.
"Menemui dokter, untuk apa?"
"Seseorang telah mengikuti ku, aku yakin itu adalah orang dari salah satu perusahaan yang sedang bersaing dengan ku. Aku akan meminta dokter untuk mengizinkan Yuna di pindahkan ke mansion agar lebih aman."
Bibi Li Ran dan Amora terkejut mendengar itu, dan mereka saling bertatapan.
"Baiklah, aku dan bibi Ran akan terus berada di dalam ruangan menemani kakak ipar, kakak cepatlah bertemu dengan dokter." Ucap Amora dengan khawatir.
Auron Li mengangguk "Jangan kemana-mana, jika ada orang yang mencurigakan segera hubungi aku."
"Baik kak."
Auron Li menatap Yuna dari luar ruangan sebelum pergi untuk bertemu dengan dokter yang menangani Yuna.
Sementara itu Amora dan bibi Li Ran kembali masuk ke dalam ruangan itu untuk menjaga Yuna.
"Bibi, mereka benar-benar sudah berani kepada kakak. Bahkan ingin menggunakan kakak ipar sebagai alat." Ucap Amora.
"Benar, lebih baik kita tutup tirainya dan melihat orang yang mencurigakan dengan membuka sedikit tirai dari samping."
Amora mengangguk "Iya bibi."
Amora segera menarik tirai ruangan itu, dan juga mengunci pintu.
Saat ini di dalam ruangan hanya ada mereka saja yang menjaga Yuna, dan itu membuat kedua wanita itu sangat khawatir dan juga takut.
Sementara orang yang tadi mengikuti Auron Li tengah mencari kemana Auron Li pergi, karena Auron Li sempat berputar di beberapa ruangan untuk menghindari orang itu.
"S*alan! Kemana Auron Li itu pergi." Ucap orang itu dengan kesal.
Di ruangan lain, Auron Li telah bertemu dan berbicara dengan dokter yang menangani Yuna.
"Tuan Li, saat ini kondisi nyonya Li tidak baik. Dan....."
"Saya tahu, tetapi seseorang sedang mengincar nyawanya. Dan jika terjadi sesuatu pada istri saya, saya pasti akan menghancurkan rumah sakit ini."
Dokter itu menatap perawat yang ada di dalam ruang kerjanya, saat ini dia tidak tahu apa yang harus di lakukan. Kesehatan pasien adalah hal yang utama, tetapi jika nyawa pasien itu terancam, dan juga suami dari pasien mengancam seperti Auron Li ini. Tentu dokter tidak bisa berbuat banyak.
"Panggil kepala rumah sakit kemari." Ucap dokter pada perawat yang berdiri tidak jauh dari mereka.
"Baik dokter."
Perawat itu keluar dari ruangan untuk memanggil kepala rumah sakit.
Dokter itu sendiri tidak berani melihat ke arah Auron Li, karena Auron Li menatapnya dengan tajam.
Tak berselang lama, perawat itu kembali dengan kepala rumah sakit.
"Anda.... Tuan muda Li?" Ucap kepala rumah sakit, setelah bertemu dengan Auron Li.
"Benar."
"Sungguh sebuah kehornatan bagi kami, apa yang terjadi tuan muda Li?"
"Istri anda?"
"Benar."
"Maaf menganggu, kepala rumah sakit. Istri muda Li ini sedang koma, dan belum sadarkan diri. Kondisinya juga tidak baik." Ucap dokter yang menangani Yuna.
"Apakah sangat tidak memungkinkan untuk di pindahkan?" Tanya kepala rumah sakit.
"........ Sebenarnya tidak apa-apa, tetapi jika seperti itu, maka kita harus pulang pergi ke mansion tuan muda Li untuk memeriksa kondisi istrinya."
"Anda bisa tinggal di mansion saya untuk memeriksanya, dan anda juga bisa membawa 1 sampai 2 perawat kesana. Saya akan menyediakan kamar untuk kalian." Ucap Auron Li.
"Tetapi......"
"Ini menyangkut nyawa istri dan anak saya yang masih dalam kandungan, jika rumah sakit ini tidak bersedia. Maka saya akan mencari dokter dari rumah sakit lainnya."
Kepala rumah sakit dan dokter sempat terkejut mendengar perkataan Auron Li.
Auron Li adalah orang yang terkenal kejam dan dingin, akan sangat sulit jika sudah berurusan dengan orang yang satu ini.
"Baiklah tuan muda Li, kami akan melakukan apa yang anda inginkan." Ucap kepala rumah sakit.
"Itu bagus, aku pasti akan membayar 3 kali lipat untuk dokter dan perawat yang menangani istri saya."
Dokter dan kepala rumah sakit mengangguk, dan hari itu juga mereka sepakat akan memindahlan Yuna dari rumah sakit ke mansion milik Auron Li.
Auron Li dan kepala rumah sakit beserta dokter dan perawat pergi ke ruangan dimana Yuna di rawat.
Tok tok tok
Auron Li mengetuk pintu ruangan itu.
"Siapa?" Ucap Amora dari dalam.
"Ini aku."
Amora yang mendengar suara Auron Li dari luar segera membuka kunci dan pintu ruangan itu.
"Kenapa kau mengunci pintunya, dan juga menutup tirai jendela?" Ucap Auron Li.
"Kami merasa takut, karena tadi ada seorang laki-laki mencurigakan yang seperti sedang mencari seseorang di depan ruangan ini. Karena itu, aku menutup tirai dan mengunci kamar ini."
Mendengar itu, kepala rumah sakit dan dokter mengangguk, karena apa yang Auron Li katakan memang benar. Jika nyawa istrinya tengah terancam.
"Baiklah, kau tidak perlu khawatir lagi. Sekarang kita akan memindahkan kakak ipar mu ke mansion." Ucap Auron Li.
"Benarkah, bagus kalau begitu. Bibi juga akan berada di mansion sampai Yuna kembali pulih." Ucap bibi Li Ran.
Auron Li mengangguk.
Beberapa perawat masuk untuk membawa Yuna keluar dari dalam ruangan itu.
Pemindahan Yuna dari rumah sakit ke mansion cukup menyita perhatian banyak orang. Tidak terkecuali orang yang mengikuti Auron Li tadi.
Setelah Yuna berada di dalam ambulance bersama dengan bibi Li Ran fan Amora, ambulance itu pergi mengikuti mobil Auron Li yang berada di depan.
Sementara di belakang ada mobil dokter dan dua perawat yang akan merawat Yuna di mansion.
Melihat mobil Auron Li dan ambulance pergi, orang yang mengikuti Auron Li merasa kesal.
"S*alan! Ternyata Auron Li sudah curiga kalau dia sedang di ikuti, dan memindahkan istrinya itu ke tempat lain. Tapi dia tidak tahu, walaupun dia memindahkan istrinya ke rumah sakit lain, aku pasti akan bisa mencarinya lagi." Ucap orang itu dari balik dinding rumah sakit.
Di dalam mobil, Auron Li menghubungi kepala pelayan di mansionnya untuk menyiapkan dua kamar kosong untuk dokter dan dua perawat.
Sementara Yuna akan tetap tidur di dalam kamar mereka, Auron Li tidak akan memindahkan Yuna ke kamar lain. Walaupun nanti dokter dan dua perawat itu akan keluar masuk kamar mereka.