
"Auron Li!"
Auron Li dan Yuna berhenti saat mendengar suara wanita memanggil, mereka berdua pun menoleh ke belakang.
Seorang wanita cantik dan terlihat anggun berjalan mendekati Auron Li dan Yuna. Terlihat dia begitu bahagia saat menatap Auron Li.
Auron Li yang mengenal wanita itu hanya diam, dia justru merangkul Yuna agar berdiri lebih dekat dengannya.
"Auron Li, lama tidak bertemu." Ucap wanita cantik itu.
Auron Li tidak menganggapi, dia bahkan tidak berminat untuk menatap wajah wanita itu. Sementara Yuna menatap wanita itu dengan penuh tanya, karena dia memanghik nama suaminya dengan langsung memanggil namanya.
"Em.... Apa yang kau lakukan disini?" Ucap wanita itu lagi.
"Menemani istriku berbelanja."
Senyum wanita itu seketika memudar, dan menatap wanita muda yang berdiri di samping Auron Li.
"Kau.... Istri Auron Li?" Ucap wanita itu pada Yuna.
"Benar. Anda?"
"Aku Carell, teman masa kecil Auron Li." Ucap Carell dengan nada sombongnya.
Yuna diam, dia ingat wanita yang pernah Auron Li ceritakan padanya. Wanita itu memang terlihat cantik, pantas jika suaminya dulu menyukai wanita itu.
"Senang bertemu dengan salah satu teman Auron, tetapi.... Maaf nona, saat ini aku dan Auron sedang sibuk. Jadi kami tidak bisa menemani anda lebih lama." Ucap Yuna yang sama sekali tidak terbawa emosi.
Carell sedikit terkejut mendengar ucapan Yuna, yang memanggil Auron Li dengan nama kecilnya saja. Bahkan dia pun dulu tidak di perbolehkan memangilnya seperti itu.
"Be... Benarkah, sayang sekali. Aku ingin berbicara dengan kalian."
"Jika anda hanya ingin membuat saya marah, dengan memperlihatkan kedekatan anda dan suami saya. Maka lebih baik anda mengurungkan niat anda itu."
"Apa.... Apa maksud mu?"
"Nona Carell yang cantik, menjadi seorang wanita yang berusaha merusak rumah tangga orang lain, bukanlah hal yang baik. Benarkan sayang?"
Yuna menatap Auron Li pada perkataan terakhirnya.
"Iya. Semua yang di katakan oleh istriku benar, jadi lebih baik kita pulang. Aku ingin menikmati kopi buatan mu yang enak."
Yuna tersenyum dan mengangguk.
"Nona Carell, kami harus pergi. Semoga hari nona menyenangkan." Ucap Yuna dengan senyum mengembang.
Yuna dan Auron Li berjalan pergi meninggalkan Carell yang sedang menahan emosinya.
Carell yang melihat kepergian Auron Li dan Yuna, mengepalkan tangannya.
"Auron Li, kau sudhh berubah, kau sangat jahat padaku."
Saat ini Auron Li adalah orang yang paling tidak ingin berhubungan dengan Carell, bukan hanya ingin menjaga hubungannya dengan Yuna agar tidak ada salah paham lagi. Dia juga tidak mau mengungkit masa lalu ke permukaan, karena baginya semua telah selesai.
"Sayang, kau sangat hebat." Ucap Auron Li pada Yuna.
"Dia ingin mencoba mengambil suami dan ayah dari anak ku. Rasanya aku ingin sekali tadi menarik rambutnya sampai dia b0tak!"
Auron Li terkejut dan juga terkekeh mendengar istri kecilnya itu.
"Sepertinya setelah dia hamil, dia menjadi berubah dan berani. Dan aku harus bisa lebih bersabar lagi agar tidak membuatnya kesal, dan ingin membuat ku b0tak juga."
Setelah meletakan semua barang belanjaan Yuna di kursi mobil belakang, Auron Li membukakan pintu mobil untuk istri tercintanya itu.
"Auron." Ucap Yuna saat mereka sudah di dalam mobil.
"Iya sayang."
"Aku lapar."
"Kau ingin makan apa?"
"Bisakah aku makan cumi bakar, yang di jual di rumah makan dekat dengan rumah sakit Y itu?"
"Jauh sekali."
Yuna mengangguk, "Iya, karena hanya disana cumi bakar yang paling enak."
"Baiklah, aku akan meminta Lei untuk membelinya."
"Tapi....."
"Sayang, kau sudah lama di luar. Kau akan kelelahan jika kita harus kesana sekarang."
"Tapi belikan dua porsi, dan yang pedas." Ucap Yuna.
"Dua porsi?"
Yuna mengangguk, "Iya."
"Kau yakin bisa menghabiskan semuanya sayang?"
"Iya, jika tidak kita pergi kesana sekarang."
"Baiklah, baiklah. Aku akan meminta Lei untuk membeli dua porsi cumi bakar yang kau mau."
Yuna seketika tersenyum, "Terima kasih."
Auron Li mengangguk, lalu melajukan mobilnya menuju mansion.
Sampai di depan mansion, Auron Li turun dan membukakan pintu mobil untuk Yuna, lalu membantunya turun dengan hati-hati.
"Terima kasih." Ucap Yuna
"Tidak perlu berterima kasih sayang, ini adalah tugasku untuk menjagamu."
Yuna tersenyum mendengar itu.
Setelah membantu Yuna, Auron Li membuka pintu belakang mobil dan mengambil semua barang-barang belanjaan Yuna.
"Ayo sayang kita masuk ke dalam." Ucap Auron Li yang melihat Yuna masih diam berdiri.
Yuna mengangguk, "Iya."
Mereka pun masuk ke dalam mansion bersama.
"Beristirahatlah dulu, aku akan meminta Lei membawakan mu cumi bakarnya." Ucap Auron Li.
"Iya."
Yuna berjalan ke ruang keluarga dan duduk di salah satu sofa yang ada di sana. Dia juga menyalakan televisi dan melihat acara yang sering dia lihat pada jam-jam ini.
Auron Li yang melihat Yuna sangat menurut tersenyum.
"Semoga kau dan bayi kita selalu sehat dan baik-baik saja sayang."
Auron Li menghubungi Lei untuk membawakan makanan yang Yuna inginkan ke mansion. Setelah itu dia berjalan ke kamarnya dengan membawa paperbag berisi pakaian ibu hamil milik Yuna.
"Lebih baik aku mandi dulu." Ucap Auron Li.
Auron Li masuk ke dalam kamar mandi setelah meletakan barang bawaannya di atas meja.
Di ruang keluarga Yuna membaringkan tubuhnya di sofa karena dia merasa sangat lelah.
"Kenapa aku cepat sekali lelah? Padahal hanya keluar sebentar dengan Auron." Gumam Yuna.
Yuna melihat acara televisi sambil berbaring, dan tak lama dia pun terlelap memasuki alam mimpinya.
Auron Li yang sudah selesai mandi, keluar dsri kanarnya dan berjalan ker ruang keluarga untuk menemui Yuna, Auron Li melihat istri kecilnya itu sudah tidur dengan nyenyak di atas sofa, sementa televisi masih menyala.
"Sepertinya dia sangat kelelahan. Setelah menjadi ibu hamil, dia jadi sering berbaring dan merasa lebih cepat lelah. Jika seperti itu terus juga tidak baik. Aku harus mencari tahu apa yang biasa ibu hamil lakukan agar dia tidak selalu tidur." Ucap Auron Li dengan pelan.
Auron Li berjalan lalu duduk di lantai tepat di depan Yuna, menatap wajah tenang istrinya yang saat ini terlihat begitu nyenyak dalam tidurnya.
Sambil menemani Yuna, Auron Li mencari sesuatu pada ponselnya, kedua matanya fokus menatap layar tak begitu lebar yang dia genggam.
Salah satu pelayan di mansion yang melihat tuannya duduk di atas lantai sambil menemani Yuna sempat terkejut, sebab mereka tidak pernah melihat Auron Li duduk di bawah seperti itu.
15 menit kemudian Lei datang membawa apa yang Auron Li katakan saat menghubunginya.
"Tuan muda, ini dua porsi cuma bakar dan minuman yang tadi anda inginkan." Ucap Lei sambil meletakan makanan dan minuman itu di atas meja.
"Terima kasih, bagaimana di perusahaan?"
"Semuanya berjalan dengan baik, meski tuan muda tidak ada di perusahaan, tetapi semua karyawan bekerja dengan baik dan menyelesaikan semua tugas mereka tepat waktu."
"Itu bagus, kita lihat hasilnya akhir bulan. Jika ada kenaikan beri mereka bonus."
"Baik tuan muda. Jika tidak ada hal yang lainnya, saya akan kembali ke perusahaan."
"Iya. Kau bisa beristirahat lebih dulu untuk makan, jangan terlalu keras pada dirimu."
"Baik, terima kasih tuan muda."
Lei berjalan pergi meninggal mansion Auron Li untuk kembali ke perusahaan.