
"Yuna, bibi lihat sejak kemarin kamu seperti muram. Kenapa sayang, kamu sakit?" Ucap bibi Li Ran.
Yuna menggelengkan kepalanya, "Tidak bibi, Aku tidak apa-apa. Aku justru senang bibi ada disini."
"Sungguh?"
"Iya bibi."
"Baguslah jika begitu, kau sedang hamil jadi jangan terlalu banyak berpikir."
"Iya bibi, terima kasih."
Saat ini Yuna tahu jika bibi Li Ran juga sedang menutupi kebenaran yang Auron Li sembunyikan darinya, karena itu dia juga tidak berkata apa-apa, walau dia sudah mengetahui semuanya.
"Sampai kapan kalian akan merahasiakan hal yang sangat penting itu dari ku?"
Yuna mengambil gelas berisi teh hangat lalu meminumnya.
"Bibi dengar orang dari studio akan datang dan membawa contoh kartu undangan pernikahan kalian, hari ini." Ucap bibi Li Ran.
"Benar, mungkin sebentar lagi akan datang."
Bibi Li Ran mengangguk, "Bibi akan menghubungi Amora dan Lulu. Agar mereka bisa datang kesini besok."
"Iya bi, mansion ini pasti akan lebih ramai jika mereka disini."
"Iya, benar."
Yuna tersenyum dan mengangguk.
...----------------...
Di dalam ruang kerja dokter Kei, Auron Li menatap dokter pribadi keluarganya itu dengan tajam.
Dokter Kei yang tahu alasan kenapa Auron Li menatapnya seperti itu hanya bisa diam, sebab itu memang kecerobohannya yang tidak segera memasukan hasil tes Auron Li saat dia selesai memeriksanya. Sehingga bibi Li Ran mengetahui tenyang kondisi Auron Li saat ini.
"Bukankah aku berkata agar tidak ada orang yang tahu?" Ucap Auron Li.
"Maafkan saya tuan muda, saat itu saya benar-benar lupa mengembalikan hasil pemeriksaan anda setelah saya memeriksanya, untuk melakukan tahapan lanjutan pada jantung anda."
"Kau sungguh ceroboh, saat ini hanya bibi Li Ran yang tahu. Dan entah kapan istriku pada akhirnya akan tahu juga."
"Tuan muda Li, apa yang saat ini anda alami lambat laun nyonya muda Li juga pasti akan mengetahuinya, apakah itu dari anda sendiri maupun orang lain."
"Tetapi saat ini bukan waktu yang tepat, dokter Kei! Dia sedang hamil, dan kau tahu bagaimana orang hamil jika mendengar berita seperti ini."
Dokter Kei tersentak mendengar suara Auron Li yang cukup keras itu, dia juga tidak menyangka jika hal ini akan terjadi.
"Maafkan saya tuan muda, dan mohon tenangkan diri anda."
Auron Li mencoba meredakan emosinya yang sempat naik tadi, dia tahu jika dia terus emosi, maka jantungnya akan berdetak lebih cepat dan akan membuat dadanya terasa sesak.
"Saya akan memeriksa kondisi anda saat ini terlebih dulu." Ucap dokter Kei lagi.
Auron Li yang tidak ingin disana lebih lama hanya mengangguk.
"Silahkan tuan muda." Ucap dokter Kei mempersilahkan Auron Li masuk ke dalam ruang pemeriksaan.
Auron Li berdiri dan berjalan masuk kedalam ruang pemeriksaan itu.
Selama lebih dari satu jam Auron Li melakukan beberapa pemeriksaan di sana, dan setelah itu dia kembali ke ruang kerja dokter Kei.
"Bagaimana hasilnya?" Ucap Auron Li.
"Pembengkakan sudah tidak lagi terlihat, namun anda harus tetap menjaga emosi anda. Agar jantung anda tidak berdetak lebih cepat yang bisa mengakibatkan hal yang tidak kita inginkan."
Auron Li mengangguk, "Apakah aku harus meminum obat lagi?"
"Apa ada lagi?"
"Kurangi jam kerja anda, pikiran yang terlalu fokus pada pekerjaan dengan kurun waktu lama juga bisa memicu sesak pada dada anda."
Auron Li mengangguk, "Baik, aku mengerti."
Dokter Kei hanya mengangguk.
Setelah berbicara beberapa kata lagi, Auron Li memutuskan untuk pergi meninggalkan tempat dokter Kei. Dia khawatir jika terlalu lama pergi, Yuna akan mencari dan curiga padanya.
"Semoga saja Yuna tidak akan bertanya macam-macam saat aku kembali." Ucap Auron Li sambil melajukan mobilnya.
Sebelum Auron Li memasuki jalanan khusus, dia mampir ke sebuah kafe untuk membeli makanan yang akan dia bawa ke mansion.
Saat ini Auron Li sedang duduk di kafe itu, karena dia harus menunggu pesananannya siap.
"Tuan muda Li."
Auron Li menoleh, dan melihat putri keluarga Han berdiri di belakangnya.
Monica yang tidak salah mengenali orang tersenyum, dan berjalan menghampiri Auron Li.
"Ternyata benar ini anda, tuan muda Li." Ucap Monica.
Auron Li diam, seolah tidak berniat untuk berbicara dengan Monica.
Monica yang melihat itu merasa sedikit kesal, namun dia tetap menyunggingkan senyum manisnya. Dan tanpa rasa malu, dia duduk di depan Auron Li.
"Tuan muda Li, kenapa anda kesini sendirian, apakah Yuna sedang sibuk dengan dirinya sendiri? Dia memang seperti itu, tidak begitu peka terhadap laki-laki." Ucap Monica yang terus menatap Auron Li.
"Aku lebih menyukai wanita yang tidak peka sepertinya, dari pada wanita yang begitu peka dan pada akhirnya terlihat murah*n di mata orang lain."
Monica terdiam, senyumannya yang sejak tadi dia sunggingkan tidak terlihat lagi. Dan telah berganti rasa kesal karena ucapan Auron Li yang begitu tajam itu.
"Tuan muda Li, apa maksud anda?" Ucap Monica pura-pura menjadi wanita polos.
"Cukup nona muda Han, saya sudah memberikan pukulan keras terjadap keluarga anda. Dan tidakah anda malu dengan itu?"
"Tuan muda Li, tolong jaga ucapan anda!"
Suara Monica yang cukup keras membuat beberapa orang yang ada di dalam kafe itu menatap ke arahnya, dan bertanya-tanya apa yang sedang terjadi.
"Nona muda Han, saya adalah laki-laki yang sudah menikah. Dan dengan pakaian seperti itu, anda berjalan dan duduk di depan saya tanpa rasa malu. Sebenarnya apa tujuan anda? Ingin mencoba mengg0da saya disini?"
Mendengar ucapan Auron Li, orang-orang yang tadi bingung dengan apa yang telah terjadi pada Monica dan Auron Li, menatap Monica dengan tatapan menghin4 dan mereka saling berbisik.
Monica yang melihat tatapan orang-orang itu mengepalkan kedua tangannya, "S*alan! Susah sekali merayu laki-laki tua ini. Jika saja dia bukanlah orang terkaya, aku pasti malas berurusan dengannya yang but4 akan kecantikan ku ini."
Dengan kesal Monica berdiri dan berjalan keluar dari kafe itu.
Auron Li hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah putri dari keluarga Han yang tidak tahu malu itu.
"Maaf tuan, ini pesanan yang anda inginkan." Ucap pelayan kafe sambil meletakan makanan yang Auron Li pesan.
"Iya, terima kasih."
Auron Li berdiri dan sambil membawa makanan yang di belinya tadi, dia keluar dari kafe lalu berjalan menuju mobilnya.
"Aku harap Yuna suka dengan makanan yang aku belikan untuknya ini." Ucap Auron Li setelah masuk ke dalam mobil.
Setelah meletakan makanan itu di kursi samping, Auron Li menghidupkan mobilnya dan pergi menuju mansionnya.
"Seharusnya dulu aku memberikan pelajaran yang lebih kejam lagi pada anak keluarga Han itu, agar dia tidak berani muncul di depanku seperti saat ini." Ucap Auron Li mengingat saat Monica yang berani duduk di depannya.