CEO'S LITTLE GIRL

CEO'S LITTLE GIRL
CLG 07



Mobil terus melaju, dan akhirnya mereka sampai di depan restoran X, tempat dimana Auron Li akan bertemu dengan tuan Xun, sesuai jadwal pertemuan.


Auron Li dan Lei masuk ke dalam restoran itu, setelah memberitahu kepada pelayan yang menyambut mereka di depan pintu, bahwa mereka sudah memesan salah satu ruang VIP, pelayan itu membawa mereka ke ruang VIP yang Lei katakan.


"Silahkan tuan." Ucap pelayan restoran itu setelah membantu membukakan pintu.


"Terima kasih." Ucap Lei.


Auron Li masuk terlebih dulu ke dalam ruang VIP itu, sementara Lei berbicara pada pelayan tadi untuk membawakan pesanan setelah 15 menit.


"Apa kau sudah memberitahu tuan Xun bahwa pertemuan ini di lakukan lebih awal dari jadwal sebelumnya?" Ucap Auron Li.


"Sudah tuan, dan tuan Xun sendiri yang menerima telfon dari saya, dia juga menyetujui jika pertemuan di lakukan lebih awal dari jadwal sebelumnya."


Auron Li mengangguk, dia lalu mengambil ponsel miliknya yang berads di saku jas, kemudian menatap layar ponselnya itu.


"Baru jam 9.30."


Auron Li kembali memasukan kembali ponselnya ke dalam saku jasnya.


15 menit kemudian, suara ketukan dan pintu terbuka terdengar. Dua orang pelayan masuk ke dalam ruangan.


Auron Li menatap semua menu yang sedang di pindahkan dari roli makanan ke atas meja.


Lei yang melihat tatapan Auron Li merasa takut, pasalnya mereka sudah berada disana sejak 15 menit yang lalu, dan tuan Xun belum datang juga.


Setelah semua makanan tersaji dan dua pelayan itu pergi, Auron Li melihat jam yang melingkar pada tangan kirinya.


"Kita pergi." Ucap Auron Li dengan datar.


Aura dingin yang begitu pekat menyelimuti seluruh ruangan itu. Lei tidak bisa melakukan apapun, dia sangat mengerti bagaimana sifat tuan mudanya yang tidak suka menunggu, dan tidak suka dengan orang yang tidak disiplin.


Auron Li keluar dari ruang VIP itu di ikuti oleh Lei yang merasa was-was akan tuan mudanya.


"Tu.... Tuan Li. Maaf saya terlambat. Saya melupakan janji...."


Auron Li tidak menggubris ucapan tuan Xun yang baru datang itu, dia terus berjalan melewati tuan Xun.


"Batalkan semua kerjasama dengan perusahaan mereka. Aku tidak membutuhkan orang yang tidak bisa menepati janji, dan hanya memikirkan kesenangan bagian bawah tubuh mereka." Ucap Auron Li dengan penuh penekanan.


"Baik tuan." Ucap Lei.


Beberapa orang yang tidak sengaja mendengar ucapan Auron Li berbisik sambil menatap ke arah tuan Xun.


"Tu... Tuan Likikit, anda tidak bisa se...."


Lei menepuk bahu tuan Xun dan menghentikan tuan Xun berbicara lebih banyak lagi.


"Tuan Xun, harusnya anda mengganti pakaian anda terlebih dulu sebelum datang dan memohon pada tuan muda Li kami. Dan juga... Menyingkirkan bau perfume di tubuh anda itu." Ucap Lei.


Setelah mengatakan itu, Lei berjalan pergi meninggalkan tuan Xun yang tertegun disana.


"Hei tuan, pantas saja tuan itu tidak mau bekerjasama dengan anda lagi. Anda datang dengan bekas kecupan di kemeja, dan bekas ciuman di leher anda yang begitu jelas. Benar-benar menjijikan." Ucap salah seorang pengunjung restoran yang berada di dekat sana.


Di dalam mobil, Auron Li menatap jalanan kota. Suasana hatinya sedang tidak bagus setelah dia di buat menunggu selama 15 menit, dia juga harus melihat hal yang menjijikan dari tuan Xun yang ingin melakukan kerjasama lagi dengan perusahaan Auron Li.


"Tu... Tuan muda, sekarang kita kembali ke perusahaan atau...."


"Pergi ke tempat nyonya muda kuliah."


"Eh.... Ta... Tapi tuan, nyonya muda pasti akan... melihat mobil...."


Auron Li ingat dengan ucapan Han Yuna pagi tadi, jika mobil yang dia pakai terlalu mewah dan akan menarik perhatian teman kuliah Han Yuna.


"Pergi ke tempat penjualan mobil." Ucap Auron Li.


"Ehh.... Tu... Tuan muda, anda...."


"Berhenti berbicara, cukup lakukan apa yang aku katakan."


"Ba... baik tuan muda."


Lei langsung diam seribu bahasa setelah di marahi oleh Auron Li, tetapi di dalam hati dia merasa sangat senang melihat perubahan tuan mudanya.


"Tuan, nyonya, tuan muda benar-benar sudah berubah. Ini sungguh sebuah berkah dan keajaiban. Nyonya muda terima kasih, anda adalah malaikat penyelamat keluarga Li kami."


Mobil melaju ke tempat penjualan mobil yang terletak tidak jauh dari restoran tadi.


Tiba di depan sorum mobil, Auron Li dan Lei turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam sorum itu.


"Selamat siang tuan, apa ada mobil yang anda sukai tuan?" Sapa pelayan sorum dengan ramah.


Auron Li tidak menjawab, dia terus berjalan melewati beberapa mobil yang ada di dalam sorum mobil itu.


"Tuan muda, kita harus mencari mobil yang tidak akan membuat nyonya muda keberatan." Ucap Lei mengingatkan.


Auron Li berhenti, dia menatap satu mobil berwarna hitam yang ada di depannya.


"Aku ingin mobil itu." Ucap Auron Li menunjuk satu mobil di depannya.


Lei menatap mobil yang tuan mudanya tunjuk, dia melihat dengan seksama mobil itu dan menilai apakah nyonya mudanya akan keberatan atau tidak.


"Tidak perlu di lihat lagi, dia tidak akan keberatan dengan pilihanku." Ucap Auron Li dengan penuh percaya diri.


Lei tidak bisa berkata apa-apa lagi, tuan mudanya sudah bicara seperti itu dan tentu tidak akan bisa di ganggu gugat. Dia lalu memberikan sebuah kartu kredit kepada pelayan sorum.


"Tuan muda ingin mobil itu, pembayaran penuh." Ucap Lei.


"Baik, mohon tunggu sebentar. Saya akan menyiapkan surat-surta mobil itu." Ucap pelayan sorum.


Lei mengangguk, dia lalu kembali menatap Auron Li yang masih melihat mobil yang sudah di pilihnya itu.


Mobil dengan warna hitam, dan memang terlihat lebih seperti mobil biasa. Walau sebenarnya harga mobil itu juga lebih mahal dari beberapa mobil yang Lei miliki.