
"Apa? Anak tidak tahu diri itu adalah istri tuan muda Liu!" Seru tuan Han, saat putrinya memberitahu dia tentang pertemuannya dengan Han Yuna dan Auron Li kemarin.
"Iya ayah, tuan muda Li sendiri yang mengatakan itu di depan banyak orang."
"Bagus, kita bisa menjadikan anak itu alat untuk membujuk tuan muda Li, agar mau bekerjasama dengan perusahaan keluarga kita."
"Ayah, bukankah ayah bilang, kalau ayah akan memperkenalkan aku pada tuan muda Li. Kemarin aku sudah membuatnya marah dan juga dia sudah menikah dengan perempuan s*alan itu."
"Kau tenang saja, Han Yuna adalah orang yang mudah di hasut dan bodoh. Kita hanya harus menjebaknya dan membuat tuan muda Li menceraikan dia, dan setelah itu kamu bisa menggantikan posisi Han Yuna."
"Ayah benar, aku akan menjadi nyonya muda Li. Di bandingkan dengan kak Chen, tuan muda Li terlihat lebih tampan, walaupun usianya jauh lebih tua dari kak Chen."
Tuan Han yang hanya memikirkan kejayaan perusahaannya, tidak pernah peduli cara apa yang dia pakai, selagi itu bisa membuat kekayaannya semakin banyak.
Tuan Han bahkan rela jika harus menjual anaknya kepada seorang pengusaha kaya, agar kehidupannya semakin terpandang.
Bahkan penyebab utama Han Yuna di campakan oleh Chen, karena tuan Han ingin putri kandungnyalah yang menikah dengan penerus keluarga Chen, yang cukup di segani di kalangan masyarakat.
Dan dengan cara menyuruh putrinya menghasut Chen, mereka berhasil memisahkan Han Yuna dengan Chen, dan menyebarkan berita jika Han Yuna adalah orang ketiga diantara hubungan mereka berdua, sebelum mereka bertunangan.
"Aku sudah mengurusnya sejak dia masih kecil, jika dia tidak mau melakukan apa yang kita inginkan. Bukankah itu akan terdengar dia seperti anak durhaka dan tidak tahu berterima kasih? Han Yuna, salahkan dirimu yang mempunyai nasib tidak baik di tanganku." Ucap tuan Han.
"Ayah benar, dia tidak mungkin tidak mau menuruti keinginan kita. Kita sudah melakukan banyak hal untuknya selama ini."
Tuan Han mengangguk, dia akan memikirkan rencana agar perusahaan miliknya melonjak setelah putrinya itu berhasil menjalin hubungan dengan Auron Li dan menggantikan posisi anak angkatnya itu di keluarga Li.
"Jika keluarga Han mempunyai dukungan dari keluarga Li, tentu aku tidak perlu pusing-pusing memikirkan masa depan keluarga ini lagi."
Keluarga yang di penuhi dengan orang-orang yang sombong dan serakah, tidak akan pernah berhasil mendapatkan apa yang mereka inginkan.
...----------------...
Seorang gadis kecil di angkat dari panti asuhan sebagai anak, berharap dia akan hidup bahagia dengan keluarga itu. Tapi setelah putri kandung mereka lahir, dia di abaikan bahkan di anggap sebagai pelayan di rumah yang pernah memberinya kehangatan itu.
Bukan hanya di anggap sebagai pelayan, dia juga sering mendapatkan perlakuan tidak baik dari keluarga yang mengadopsinya. Hal itu tentu membuat anak yang selalu merasa bahwa mereka adalah keluarga yang bisa membuatnya bahagia, mendapatkan trauma yang begitu melekat pada dirinya akibat perlakuan buruk mereka padanya.
Dan itulah yang di alami oleh Han Yuna saat ini, ingatan saat dia masih berada di rumah Han seperti bom waktu, setelah dia bertemu dengan salah satu anggota keluarga Han itu.
Dan itu menjadi alasan utama Han Yuna mencari tempat tinggal yang jauh dari keluarga Han, dan menjadi orang yang sangat tertutup setelah dia di usir dari keluarga itu.
"Sepertinya aku harus mengundang dokter Qin kesini untuk memeriksa Han Yuna, dan juga akan meminta Amora dan Lulu untuk tinggal disini menemaninya." Ucap Auron Li seraya mengusap kepala istrinya yang sudah terlelap.
Auron Li membelai pipi Han Yuna yang terlihat lebih kecil dari kemarin, padahal mereka hanya bertemu dengan putri keluarga Han sebentar. Tapi pengaruhnya begitu besar terjadap tubuh Han Yuna.
****
Sore harinya, Han Yuna masih berdiam diri di dalam kamarnya.
Tok tok tok
Pintu kamar di ketuk oleh seseorang, Han Yuna yang berada di dalam kamar berjalan untuk membuka pintu itu.
"Kakak ipar!" Seru Amora Li dan Lulu setelah Han Yuna membuka pintu kamarnya.
"Kalian datang?"
"Tentu saja kami akan langsung datang kesini setelah kakak bilang kalau kakak ipar sakit, dan membutuhkan kami untuk menemani kakak ipar disini." Ucap Amora.
"Itu benar, kakak ipar kau terlihat begitu kurus dari beberapa hari kemarin." Ucap Lulu seraya menyentuh pipi Han Yuna dengan pelan.
Amora memeluk Han Yuna "Kakak ipar, kau tidak harus merasakannya sendiri. Kami akan selalu ada bersamamu, dan tidak akan membiarkan orang lain menyakitimu."
Han Yuna terdiam, dia tidak tahu harus berkata apa mendengar kebaikan mereka padanya.
"Amora dan Lulu akan tinggal disini selama beberapa minggu. Aku tidak bisa meninggalkan mu sendirian, karena akhir pekan ini aku harus keluar kota." Ucap Auron Li yang berdiri di depan ketiga wanita itu.
"Kau akan keluar kota?" Ucap Han Yuna seraya melepaskan pelukannya pada Amora.
"Iya, hanya dua hari. Aku akan segera kembali setelah semuanya selesai, Lei dan yang lain akan menjagamu disini."
Han Yuna menatap Auron Li lalu mengangguk pelan.
"Kakak benar, kakak ipar jangan khawatir. Kami akan melindungi kakak. Bibi juga besok lusa akan kesini." Ucap Amora.
"Bibi Li Ran juga akan kesini?"
"Iya, kita bisa buat kue bersama. Kue buatan bibi sangat enak."
"Benar, benar. Aku juga ingin merasakan puding karamel buatan kakak ipar." Ucap Lulu dengan semangat.
"Baiklah kalau begitu."
Auron Li senang melihat Han Yuna kembali tersenyum, tidak seperti kemarin yang terlihat sangat murung.
"Kalian pergilah dulu menonton televisi." Ucap Auron Li.
"Baik kak, kakak ipar kami akan menunggumu di bawah." Ucap Amora.
Han Yuna mengangguk "Iya."
Amora dan Lulu lalu pergi ke ruang keluarga meninggalkan kakak dan kakak iparnya.
"Apa kau keberatan aku pergi selama dua hari nanti?" Tanya Auron Li pada Han Yuna.
"Tidak, kau pergi untuk bekerja. Jadi aku tidak akan melarangmu."
Auron Li memeluk tubuh kecil istrinya "Aku akan membawamu berlibur setelah semua urusanku selesai."
"Aku mengerti."
Auron Li menatap kedua mata istri kecilnya dengan lekat, dan menyatukan bibir mereka.
Dengan pelan Guan Lin m*lum4t bibir tipis milik Han Yuna.
Setelah beberapa saat mereka berciuman, Auron Li memeluk istrinya lagi.
"Aku sangat mencintaimu, aku tidak akan membiarkan mu terluka oleh siapapun." Ucap Auron Li.
Han Yuna mengangguk dalam pelukan suaminya. Dia merasa tenang karena Auron Li dan keluarga Li bersama dengannya.
"Aku akan berganti pakaian dulu sebelum menyusul mereka di bawah." Ucap Han Yuna sambil melepaskan pelukannya.
"Baiklah, aku akan keluar sebentar. Akan ku bawakan kue untuk kalian nanti."
"Iya."
Han Yuna tersenyum menatap Auron Li.