
Auron Li dan Lei tiba di depan mansion. Seorang penjaga di mansion membukakan pintu mobil untuk Auron Li.
"Tuan muda." Ucap penjaga rumah itu pada Auron Li.
Auron Li hanya mengangguk, lalu berjalan menuju mansionnya.
Ceklek
Pintu utama terbuka, Auron Li masuk ke dalam mansion yang tampak sepi itu.
"Kenapa mansion begitu sepi?"
Auron Li berjalan menaiki tangga menuju kanarnya yang ada di lantai dua.
Ceklek
Pintu kamar terbuka dengan pelan, Auron Li masuk dan melihat istrinya tengah terlelap di atas ranjang.
"Ternyata dia sedang tidur, aku mengira dia keluar dengan Amora dan Lulu." Gumam Auron Li.
Auron Li meletakan bunga yang sejak tadi dia bawa di atas meja, kemudian membuka jas yang dia kenakan.
Dengan pelan Auron Li berjalan mendekati Han Yuna yang sedang tidur di atas ranjang itu.
"Sayang, aku sudah pulang." Ucap Auron Li dengan lembut pada telinga Han Yuna.
Auron Li tidak mendapat jawaban dari istri kecilnya itu.
"Sayang, Han Yuna." Ucap Auron Li lagi.
"Eung, Auron kau ambil ayam yang itu saja, ini milik ku." Ucap Han Yuna sambil memeluk guling yang ada di depannya.
Auron Li yang melihat itu mengerutkan keningnya.
"Ayam? Apa istri kecilku ini sedang bermimpi aku akan merebut ayamnya?" Gumam Auron Li.
Auron Li yang ingin menggoda Han Yuna yang masih tidur, menarik guling yang istrinya peluk itu.
"Aaaaaaakh, ayamku!" Seru Han Yuna yang masih memejamkan kedua matanya.
"Bangun sayang, aku sudah pulang." Ucap Auron Li yang masih menarik guling Han Yuna.
"Ayamku, ayamku." Ucap Han Yuna yang masih bermimpi ayamnya.
Auron Li yang sudah sedikit kesal, menarik guling Han Yuna dengan keras sampai Han Yuna terbangun karena terkejut.
"Aaaaaakh!" Teriak Han Yuna seraya membuka kedua matanya lebar dan duduk di atas ranjang.
"Sayang, kau tidak apa-apa?" Tanya Auron Li dengan cemas.
Han Yuna menoleh dan menatap Auron Li "Auron?"
"Iya ini aku, aku sudah pulang."
"Ini adalah kau? Bukan mimpi?"
"Iya ini aku sayang. Kau tidak sedang bermimpi."
Han Yuna menatap lebih lekat ada Auron lalu mencoba menyentuh pipi suaminya itu.
"Ini benar-benar kamu." Ucap Han Yuna sambil tersenyum.
"Iya ini aku, sayang."
Han Yuna seketika memeluk Auron Li dengan erat, saat mengetahui jika itu benar-benar suaminya.
Auron Li terkejut saat Han Yuna memeluknya, namun sedetik kemudian dia tersenyum dan membalas pelukan istri kecilnya itu.
"Kenapa, apa kau merindukan aku?" Ucap Auron Li.
Han Yuna mengangguk "Aku takut sendirian di mansion yang besar ini."
"Bukankah ada Amora, bibi Li Ran dan Lulu?"
"Pagi tadi bibi Li Ran kembali ke rumah utama, Amora dan Lulu mereka berangkat bekerja."
Auron Li melepaskan pelukannya "Lalu, kau tidak melakukan apapun?"
"Tidak, aku sedang malas keluar kamar dan akubuuga takut sendirian."
Auron Li mengangguk "Baiklah, aku sudah pulang. Kau tidak perlu takut lagi."
"Iya."
Auron Li mengecup kening Han Yuna.
"Em, Auron."
"Apa.... Siang ini aku boleh makan ayam?"
Auron Li mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan Han Yuna.
"Em... Sejak tadi pagi aku ingin makan ayam, tetapi.... Aku tidak berani mengatakannya pada koki." Ucap Han Yuna.
"Apakah karena itu kau jadi bermimpi ayam?"
Han Yuna terkejut karena Auron Li tahu jika dirinya tadi bermimpi sedang makan ayam.
"Kau.... Bagaimana bisa tahu jika aku bermimpi ayam."
Auron Li menggelengkan kepalanya dan tersenyum melihat wajah polos istri kecilnya itu.
"Pantas saja dia bermimpi ayam sampai seperti itu, ternyata sudah sejak pagi dia ingin memakannya. Istri kecilku ini sangat menggemaskan."
Han Yuna masih menatap Auron Li.
"Auron, apakah boleh?" Tanya Han Yuna pada Auron Li.
Auron Li mengusap kepala Han Yuna dengan lembut "Tentu, aku akan meminta koki memasakannya untuk mu."
"Terima kasih." Ucap Han Yuna dengan bahagia.
Auron Li tersenyum dan mengangguk.
"Tetapi sebelum itu, temani aku istirahat dulu." Ucap Auron Li.
"Kau harus mandi dan berganti pakaian lebih dulu, setelah itu kau baru beristirahat."
"Tidak, aku akan mandi nanti. Aku sudah sangat lelah."
Auron Li membaringkan tubuhnya di atas ranjang.
"Auron, kau harus... aaaaaakh!"
Auron Li menarik tangan Han Yuna hingga dia ikut berbaring di samping Auron Li.
"Aku sangat merindukan mu, apakah kau tidak mengerti itu sayang?" Ucap Auron Li dengan pelan seraya memeluk tubuh Han Yuna.
Han Yuna menatap wajah Auron Li yang terlihat begitu lelah.
Cup
Sebuah kecupan mendarat pada kening Auron Li, dan itu membuat Auron Li tertegun.
Ini adalah kali pertama Han Yuna mengecup kening Auron Li dengan keinginannya sendiri.
"Kau terlihat lelah." Ucap Han Yuna.
Auron Li hanya mengangguk dan menatap kedua mata Han Yuna dengan penuh cinta.
"Aku sungguh merindukan mu." Ucap Auron Li.
Han Yuna tersenyum mendengar suara lembut Auron Li padanya.
Auron Li mengusap pipi Han Yuna dengan lembut, lalu mencium bibir istri kecilnya itu. Memberikan sedikit lum4ta*n pada bibir istrinya yang sangat dia rindukan.
Sepasang suami istri itu saling bercium4n dengan mesra, dan saling menyalurkan rasa rindu mereka satu sama lain setelah beberapa hari tidak bertemu.
Setelah beberapa saat, Auron Li melepaskan ciuman mereka lalu memeluk tubuh Han Yuna dengan erat.
"Aku tidak akan pernah meninggalkan mu, kau akan selalu berada di sisiku dan menjadi ratuku."
Han Yuna sangat bahagia mendengar kata-kata dari Auron Li, dia tidak menyangka jika dia akan sangat di cintai oleh laki-laki yang berusia 11 tahun lebih tua darinya.
"Aku..... Aku juga tidak akan pernah... Meninggalkan mu." Ucap Han Yuna dengan gugup karena malu.
Mendengar ucapan manis istri kecilnya, hati Auron Li sangat bahagia. Rasa lelah yang dia rasakan karena perjalanan jauh dari luar kota ke mansion, seolah lenyap seketika.
Auron Li menatap kedua mata Han Yuna "Terima kasih sayang, kau adalah satu-satunya wanita yang telah mengubah hidup ku."
Han Yuna mengangguk, mereka lalu saling memeluk dengan erat.
"Sekarang istirahatlah, aku akan menemani mu." Ucap Han Yuna.
"Iya."
Auron Li mulai memejamkan matanya sambil memeluk Han Yuna, siang ini Auron Li tidur dengan perasaan yang sangat bahagia karena Han Yuna.
Han Yuna menatap wajah suaminya.
"Ternyata kau bukanlah orang yang dingin dan kejam, seperti apa yang orang-orang itu katakan. Kau adalah laki-laki yang begitu baik dan telah memberikan banyak kebahagiaan padaku, juga telah melindungi ku. Terima kasih Auron Li, terima kasih suami ku."
Han Yuna mengeratkan pelukannya pada Auron Li, lalu ikut menyelami alam mimpi bersama dengan Auron Li yang memeluknya.