CEO'S LITTLE GIRL

CEO'S LITTLE GIRL
mulai mencari tau



Pagi hari yang cerah dengan disertai kicauan burung mampu membuat tidur nyenyak tuan muda dingin yang masih setia berada di kasur besarnya terganggu, ditambah lagi suara jam waker yang sangat nyaring ditelinga semakin membuatnya semakin kesal, dengan kesalnya darren mengambil jam waker itu dan melemparnya kelantai.


"Sial" mata yang masih ingin terlelap dengan paksa darren menyeret tubuhnya menuju kamar mandi dan mempersiapkan dirinya menuju perusahaannya


Sedangkan dibawah sana ada dion yang sudah menunggu tuannya selesai bersiap sambil sesekali mengecek jadwal sang bos.


"Semua sudah siap tuan" melihat darren turun dari tangga rumahnya, dan menuju parkiran Mobil Dion membukakan pintu dan pergi menuju perusahaan.


Tak tak tak


Suara sepatu menuju ruangan darren mengeluarkan senyum smirknya Dan membuka pintu ruangan, pandangan matanya menuju ke arah mata seorang pria tua dengan badan yang diikat dengan tali.


"Kau, apa maksudmu membawa ku ke sini Dan mengikat ku !!" Teriaknya pada darren, darren hanya mengeluarkan smirknya sambil duduk di kursi kebanggaannya dengan kedua kaki yang diangkat ke meja lalu matanya menatap pria tua itu.


"Darren Rodriguez apa kau gila aku tak bersalah kenapa kau membawaku Dan mengikatku !" suaranya semakin membesar


" dion lempar semua bukti menjijikan itu ke wajahnya" dion melemparkan semua bukti itu pada wajahnya dan membuat kertas itu berhamburan, seketika mata pria tua itu melotot tak percaya saat membaca kertas dihadapannya dan menatap darren.


"sialan aku tidak melakukannya ini bukti palsu"


"Dion" dion mengerti maksud bosnya dan menunjukan rekaman itu dan membuat david son sangat terkejut dengan kepala yang ditunduk.


"Bagaimana perasaanmu david ?" Darren tersenyum smirk " tidak aku tidak melakukan itu ini bukti palsu" "penjarakan dia lalu buat semua usaha dan perusahaannya bangkrut"


"Aku akan membalasmu tunggulah !!" Teriaknya sambil diseret dion dan beberapa pengawalnya


"Lakukan jika kau masih hidup"


Dipenjara itu darren memelihara hewan buas, jadi tidak ada kemungkinan david bisa hidup.


Darren memperbaiki posisi duduknya dan melanjutkan pekerjaannya yang mulai menumpuk


"Makanlah darren jangan menyiksa pikiran Dan tubuhmu"dionn menyodorkan makan siang darren, " apa masalahmu?"


"Hei apa kau bodoh, jika kau sakit siapa yang aka mengurus perusahaan besar mu ini jika bukan aku" darren diam sambil memakan makan siangnya "ck" dion berdecih dia sangatt kesal pada bosnya ini.


Selain asisten dan sektretaris dion sahabat darren semenjak usianya 8 tahun Dan mereka selalu sekolah ditempat yang sama. Dion pernah menyelamatkan darren yang dulu masih berusia 6 tahun saat diculik, dion adalah anak miskin yangq tinggal di pinggir jalan , dion memiliki otak yang cerdas Dan pandai bela diri.


Darren meminta dion untuk ikut dengannya kerumah besar dan mewahnya itu,menceritakan semua kejadiannya dan meminta mommy dan daddynya untuk membalas budi dengan membiarkan dion tinggal dirumah besarnya dan menyekolahkan dion sama dengannya, hingga saat ini dion masih ada di samping darren.


Dion sudah berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan selalu ada di samping darren , dion sangat berterima kasih pada darren yang sudah membuat dirinya berubah hingga memiliki rumah yang besar dan kehidupan yang cukup.


"Selidiki bocah bernama fara untuk Ku"


Dion melongo mendengarkan darren mengucapkan kata-kata itu dan ada nama gadis.


"Aku bahagia mendengarnya kurasa kau Sudah tidak gay lagi" ucapnya sambil tertawa , Darren hanya diam dan melanjutkan pekerjaannya "oh astaga aku harus memberitahu nyonya kalau putranya sudah sadar"


"diam bodoh!"


dengan kesal darren melempar pulpennya ke arah kepala dion "aawwww sakit , hei apa kau menyukai gadis itu?" Sambil memegang pelipisnya yang terkena lemparan itu.


"Tidak, cepat selidiki dia 20 menit,semua identitasnya harus ada dihadapaku"


"dasar gengsi, kalau suka bilang saja"Darren hanya diam tidak menanggapi dionw yang cerewet itu "hei lihat wajahmu itu terlalu kaku,gadis itu pasti tidak suka pada mu"


"Diam atau kurobek mulutmu"


dion pergi meninggalkan ruangan darren dengan tawanya yang kesar


Dengan tubuh lelahnya darren menuju kamar pribadi miliknya, dan berbaring ria sambil memainkan ponselnya sejenak menunggu identitas gadis bernama Fara itu.