
Tap tap tap
"Siapa wanita ini, aku tidak mengenal dan tidak merasa mengundangnya." Ucap seorang wanita yang berdiri tidak jauh dari Han Yuna .
Melihat Han Yuna membawa piring kecil berisi kue dan akan pergi, wanita itu mencegahnya.
"Hei tunggu, siapa kamu? Aku tidak merasa mengenalmu dan mengundangmu." Wanita itu memegang lengan Han Yuna.
Han Yuna melihat wanita berdiri di sampingnya dengan wajah yang nampak sedang tidak bersahabat, tidak berani menjawab, dan hanya bisa menelan ludahnya karena tidak tahu harus bagaimana.
"Jangan diam saja, katakan siapa kamu? Jangan bilang kalau kamu adalah orang yang menyelinap masuk ke dalam pesta demi makan makanan enak disini!" Ucap wanita itu lagi dengan suara yang lebih keras.
Suara keras wanita itu berhasil membuat beberapa tamu undangan melihat ke arah mereka.
Han Yuna menggelengkan kepalanya "Ti... Tidak, saya bukan...."
"Jangan berbohong! Kau orang miskin, beraninya datang menyelinap kesini."
Wanita itu merebut piring yang Han Yuna pegang dengan kasar, lalu meletakkan di atas meja yang berada di belakang Han Yuna.
"Sekarang keluar dari sini, wanita miskin seperti mu tidak pantas berada disini!" Seru wanita itu sambil menatap tajam Han Yuna.
"Siapa yang berani membentak istriku!"
Suara keras dan tegas menggema di dalam ruangan pesta yang besar itu.
Orang-orang yang berkerumun satu per satu menyingkir, hingga Auron Li bisa melihat wajah istrinya yang ketakutan dan menangis sambil menundukan wajahnya.
Auron Li yang melihat itu mengepalkan tangannnya, dengan cepat Auron Li berjalan mendekati Han Yuna yang tubuhnya gemetar.
"Tuan Li, ternyata anda sudah datang, saya ti..."
Auron Li mengacuhkan wanita yang berlagak sok manis di depannya itu, dia terus berjalan sampai dia berada di depan istri kecilnya itu.
"Kau baik-baik saja?" Ucap Auron Li dengan pelan pada Han Yuna.
Han Yuna tidak menjawab, wajahnya masih saja menunduk walaupun dia tahu, jika yang tengah berbicara dengannya adalah Auron Li.
Auron Li mengangkat wajah istrinya dan melihat air mata sudah memenuhi pipi Han Yuna yang kecil dan putih, dengan pelan Auron Li menyeka air mata itu.
Melihat apa yang di lakukan oleh Auron Li pada Han Yuna, mereka yang melihat menjadi yakin jika wanita itu adalah wanita yang tidak bisa mereka singgung.
Sementara wanita yang telah mengusir Han Yuna, mengeratkan giginya karena tidak berhasil menarik perhatian Auron Li dengan kecantikan dan pakaian sexy nya.
"Maafkan aku, aku tidak tahu jika hanya pergi sebentar meninggalkanmu untuk mengambil air, akan membuatmu seperti ini." Ucap Auron Li lagi dengan lembut.
"A... Aku ingin pulang." Ucap Han Yuna dengan pelan.
Auron Li lalu mengangkat dan menggendong tubuh istri kecilnya yang masih gemetar akibat kejadian tadi. Wajar dia seperti itu, karena selama ini dia tidak pernah pergi ke pesta apapun, sekalinya pergi dia di perlakukan dengan kasar dan yang melakukan adalah cucu pembuat pesta itu.
"Tu.... Tuan Li, apakah anda akan pergi? Anda baru saja ti..."
"Bukankah anda tadi sudah mengusir istriku karena tidak layak berada disini? Artinya aku juga tidak layak berada di pesta ini."
"Bu.... Bukan seperti itu, tuan Li, saya....."
"Lei!"
Lei yang ternyata sudah berdiri tidak jauh dari Auron Li dan Han Yuna, segera mendekat.
"Iya tuan." Ucap Lei.
"Lei, batalkan semua kerjasama dengan perusahaan tuan Hong! Dan masukan mereka ke dalam daftar hitam, aku tidak membutuhkan rekan kerja yang telah berani menggunakan trik licik dan telah menyakiti istriku."
Ucapan Auron Li pada Lei membuat orang yang ada di dalam ruang pesta saling berbisik, dan menatap wanita dari keluarga Hong itu dengan tatapan menghina.
"Tuan Li, apa yang telah terjadi disini? Maaf saya baru bisa datang untuk menyambut an....da." Ucap tuan Hong yang baru saja sampai di depan Auron Li yang sedang menggendong seorang wanita.
Auron Li menatap tuan Hong dengan tajam, dia tidak berniat berkata apapun pada laki-laki berusia 50 tahunan itu.
Dengan langkah lebarnya, Auron Li berjalan meninggalkan ruang pesta yang sangat dia benci itu.
"Mohon tunggu sebentar tuan Lei, tuan Li... Dia..?"
"Ah benar, anda pasti belum tahu apa yang sudah putri anda lakukan pada nyonya kami, dan selamat tuan Hong, semua perusahaan yang anda miliki telah masuk daftar hitam perusahaan kami, berkat putri anda yang sudah menyinggung tuan Li dan nyonya Li."
Setelah berkata itu, Lei berjalan dengan cepat untuk menyusul Auron Li yang sudah berada di luar ruang pesta.
Sementara tuan Hong hanya bisa terdiam tidak percaya, dengan apa yang di katakan oleh Lei tadi.
"Besok beritahu semua orang tentang kejadian malam ini dengan alamat email perusahaan, dan jangan biarkan siapapun dari perusahaan orang tua Hong itu datang ke perusahaan." Ucap Auron Li dengan aura dinginnya.
"Baik tuan muda."
Auron Li mempererat tangannya pada tubuh Han Yuna yang ada di gendongannya.
"Aku sudah berjanji akan melindungimu, dan tidak akan ada orang yang berani menyentuhmu, walaupun itu hanya sehelai rambut mu."
Lei melihat tuannya begitu mencintai dan melindungi nyonya mudanya. Kali ini perusahaan keluarga Hong akan berakhir karena sudah berulah.
Auron Li belum memberikan perhitungan pada keluarga Hong karena menjebaknya malam itu, tetapi mereka sudah membuat Auron Li kembali geram malam ini, karena perlakuan putri mereka pada Han Yuna, istri sang penguasa yang kejam dan dingin itu.