
Sore harinya seperti apa yang Aurora Li katakan, sebelum dia pergi meninggalkan mansion, dia membangunkan Yuna terlebih dulu.
Setelah Yuna bangun dan mandi, Auron Li membawanya ke ruang keluarga di mana bibi Ran sedang melihat acara televisi.
"Bibi, aku akan keluar untuk melihat apakah semua persiapan pernikahan di dalam gedung Hotel itu telah selesai atau belum." Ucap Auron Li.
"Baiklah kau pergi saja, bibi akan menemani Yuna di sini."
"Baik, terima kasih bibi."
Auron Li menatap Yuna dan mengusap pipinya dengan lembut.
"Setelah melihat semuanya, aku akan segera pulang." Ucap Auron Li.
Yuna mengangguk, "Iya, kau berhati-hatilah."
"Iya sayang, terima kasih."
Setelah mengecup kening Yuna, Auron Li berjalan keluar dari Mansion. Dan tak lama terdengar deru mobil yang Auron Li pakai.
"Sayang, kenapa kau tidak ikut dengan Li?" Ucap bibi Li Ran.
Yuna menggeleng, "Tidak bibi, aku tidak ingin membuat Auron kesulitan disana."
Bibi Li Ran mengangguk dan tersenyum.
"Bibi, sebenarnya ada yang ingin Yuna bicarakan dengan bibi." Ucap Yuna dengan ragu.
"Ada apa sayang?"
"Em.. Bisakah kita berbicara di dalam kamar saja, bibi?"
Bibi Li Ran mengerutkan keningnya mendengar keinginan Yuna.
"Kenapa sayang?" Ucap bibi Li Ran.
Yuna diam dan hanya menggelengkan kepalanya saja.
Melihat itu bibi Li Ran mengangguk, "Baiklah, kita ke kamar mu."
"Baik bibi."
Bibi Li Ran membantu Yuna berdiri, mereka berdua lalu berjalan menuju kamar Yuna.
Setelah sampai, bibi Li Ran kembali membantu Yuna duduk di tepi ranjang.
"Katakan, apa yang kau bicarakan dengan bibi." Ucap bibi Li Ran sambil menatap Yuna.
"Bibi, Auron.... Sejak kapan dia.... Dia mempunyai penyakit jantung itu?" Ucap Yuna dengan perasaan yang tengah dia tahan.
Bibi Li Ran terkejut setelah mendengar perkataan Yuna, dia sama sekali tidak percaya jika Yuna telah mengetahui kondisi Auron Li yang sebenarnya.
"Yu.... Yuna, sayang bagaimana kau..."
"Bibi, tolong beritahu aku. Sejak kapan, dan kenapa Auron Li bisa terkena penyakit jantung itu?" Ucap Yuna memotong ucapan bibi Li Ran.
Bibi Li Ran terdiam, dia tidak tahu harus berkata apa. Karena saat ini dia sungguh telah terkejut.
Yuna yang saat ini duduk di depan bibi Li Ran meneteskan air matanya, karena dia tidak bisa untuk membendungnya lagi.
"Bibi, Yuna mohon... Yuna mohon beritahu Yuna, kenapa... Kenapa kalian tidak pernah mengatakan hal ini pada Yuna, dan... Dan kenapa..."
Yuna tidak bisa lagi berkata, dadanya terasa begitu sesak melebihi saat pertama kali dia mengetahui kondisi Auron Li.
Bibi Li Ran segera memeluk Yuna, dia tidak berani dan tidak tega berkata jika Auron Li mengalami pembengkakan jantung karena meminum obat pereda sakit kepala, sebab dia terlalu memikirkan Yuna dan sangat mengkhawatirkan kondisi Yuna saat tak sadarkan diri beberapa bulan yang lalu.
"Maafkan bibi, bibi dan Auron Li tidak bermaksud untuk merahasiakan ini darimu, sayang. Kami hanya khawatir dengan kesehatanmu juga bayimu. Bibi mohon maafkan bibi." Ucap bibi Li Ran yang ikut menangis.
Yuna menangis dalam pelukan bibi Li Ran, sebagai seorang istri tentu dia ingin tahu kondisi kesehatan suaminya, yang selama ini selalu menjadikan dirinya ratu. Yuna juga ingin seperti istri-istri yang lain, yang bisa merawat suaminya saat suaminya tengah sakit.
"Yuna, sayang. Bibi mohon berhentilah menangis, saat ini kau sedang hamil sayang." Ucap bibi Li Ran.
"Dia... Dia selalu mengutamakan kebahagian kami, tetapi... Tetapi aku malah..."
"Sstttttt... Jangan bicara seperti itu, Yuna. Dia melakukan semuanya juga demi kebaikanmu dan bayi kalian berdua."
Yuna kembali menangis mengingat semua yang telah Auron Li lakukan untuknya selama ini.
Lebih dari 10 menit Yuna menangis dalam pelukan bibi Li Ran. Dan setelah dia sedikit lebih tenang, bibi Li Ran melepaskan pelukannya dan mengusap air mata Yuna.
"Bibi, berjanjilah untuk tidak memberitahu Auron jika aku telah mengetahui penyakitnya. Aku tidak ingin dia merasa khawatir padaku. Dan membuat kondisinya semakin tidak baik." Ucap Yuna sambil menatap bibi Li Ran.
Bibi Li Ran mengangguk beberapa kali, "Iya sayang, bibi akan melakukannya."
"Terima kasih bibi."
Bibi Li Ran mengangguk, "Bibi akan mengantar mu ke kamar mandi untuk mencuci wajahmu, Auron Li akan curiga jika dia melihat wajah dan matamu yang sembab."
"Iya bibi."
Bibi Li Ran membantu Yuna berdiri dan membawanya dengan pelan ke kamar mandi yang ada di dalam kamar itu. Setelah itu bibi Li Ran menunggu Yuna di luar kamar mandi.
"Bagaimana ini, dari mana Yuna bisa tahu tentang penyakit Li? Dia tidak mungkin pergi menemui dokter Kei, karena dia tidak mengenalinya, dan ruang kerja Auron Li juga selalu tertutup."
Bibi Li Ran terus bertanya-tanya sendiri, dia tidak ingat jika saat berbicara dengan Auron Li beberapa hari yang lalu, dia tidak menutup pintu ruang kerja Auron Li dengan rapat, sehingga Yuna secara diam-diam mendengar pembicaraan mereka dan tahu kondisi Auron Li saat ini.
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka, Yuna keluar dengan wajah yang sedikit basah karena di dalam kamar mandi dia membasuh wajahnya.
"Ayo sayang, kau ingin kembali menonton televisi atau mau disini?" Ucap bibi Li Ran.
"Aku ingin menonton televisi saja bibi, aku takut jika disini aku akan menangis lagi."
Bibi Li Ran mengangguk, "Baiklah kalau begitu."
Bibi Li Ran menggandeng tangan Yuna dan mereka berjalan bersama keluar dari kamar itu menuju ruang keluarga.
Sampai di ruang keluarga, bibi Li Ran membantu Yuna duduk di atas sofa. Dan mereka kembali melihat acara televisi.
...----------------...
Di hotel, Auron Li dan Lei melihat ruangan yang akan pakai untuk pesta pernikahan Auron Li dan yuna besok lusa.
Semua dekorasi, warna bunga dan semua makanan yang akan di sajikan di pesta itu adalah pilihan Yuna.
"Bagaimana semuanya?" Ucap Auron Li pada pemilik dekorasi pernikahan itu.
"Semua sudah hampir selesai tuan, hanya tinggal meletakan semua bunga dan kursi pada tempatnya saja. Saya yakin besok kami sudah menyelesaikan semuanya."
Auron Li mengangguk, "Bagus kalau begitu, aku tidak ingin ada masalah."
"Baik tuan, saya menjamin tidak akan ada masalah."
Auron Li mengangguk.
Bersama dengan Lei, Auron Li berjalan untuk melihat-lihat bagian dekorasi yang lainnya.
"Lei, awasi putri dari keluarga Han itu. Jika perlu, kau tahan dia selama beberapa hari. Aku tidak mau dia membuat masalah di hari pesta pernikahan ku dengan Yuna nanti." Ucap Auron Li.
"Baik tuan muda, akan saya lakukan."
Auron Li mengangguk, "Semuanya sudah siap, aku berharap semua akan berjalan dengan lancar."
"Iya tuan muda."
Auron Li menatap lampu-lampu yang terpasang dengan indah pada langit-langit hotel. Lampu yang akan menyinari dirinya dan yuna besok lusa.