
Ceklek
Pintu ruang VIP terbuka, Auron Li berjalan masuk ke dalam ruangan itu di ikuti oleh Lei di belakangnya.
"Selamat siang tuan muda Li." Ucap tuan Han menyambut Auron Li sambil tersenyum lebar.
"Iya, selamat siang tuan Han."
"Silahkan duduk tuan."
Auron Li lalu duduk di kursi dengan sangat berwibawa, tatapannya begitu dingin dan tajam.
Meski begitu, Monica sangat terpesona dengan ketampanan Auron Li yang duduk di depannya.
"Tuan Han, bukankah anda berkata jika anda ingin berbicara masalah bisnis dengan saya?" Ucap Auron Li.
"Benar, benar sekali tuan muda Li."
"Jadi, apakah nona itu adalah sekertaris anda?"
Tuan Han menatap putrinya lalu tersenyum "Bukan, tuan muda Li. Dia adalah putri saya."
"Halo tuan muda Li, saya...."
"Ini adalah pertemuan bisnis, anda pasti tahu jika aku tidak suka ada orang luar yang ikut mendengarkan pembahasan ini, tuan Han."
"Ah, maaf tuan muda Li. Tapi putri saya ini...."
"Tuan muda Li, mungkin kita mempunyai kesalah pahaman sebelumnya. Tapi saya tidak bermaksud untuk melakukan itu." Ucap Monica dengan nada lembut seolah merasa sangat bersalah.
Auron Li tidak tertarik dengan apa yang Monica katakan padanya.
Melihat Auron Li yang tidak bereaksi, Monica menarik lengan jas ayahnya.
"Ah, begini tuan muda Li. Saya dengar anda telah menikah dengan anak angkat saya, jika begitu bukankah akan lebih baik jika kita menjalin hubungan yang lebih dekat?" Ucap tuan Han.
"Pada tanggal 26 bulan 9, anda memberikan surat pernyataan jika anda memutuskan hubungan ayah dan anak dengan Han Yuna. Setelah dia keluar dari rumah anda, anda sama sekali tidak pernah peduli padanya, bahkan saat putri anda ini selalu mencoba mencelakai istri saya, anda seolah buta dan tuli. Bagaimana bisa di depan saya, anda berkata tentang hubungan yang sudah tidak ada itu dengan tanpa rasa malu, tuan Han?"
Tuan Han dan putrinya tersentak mendengar ucapan Auron Li, yang ternyata sudah tahu apa yang sudah mereka lakukan pada Han Yuna.
"Tuan muda Li, meski ayah saya sudah melakukan itu. Tapi bagaimana pun dia sudah mengurus Yuna sejak dia masih kecil, anda tentu ti...."
"Lei, berikan mereka uang 3 miliyar. Aku yakin itu cukup untuk biaya membesarkan nya nya muda selama dia tinggal di rumah keluarga Han. Jika tidak cukup, itu artinya mereka harus menghitung baik-baik yang sudah mereka lakukan pada istri ku selama ini."
Auron Li berdiri lalu berbalik dan akan pergi dari ruang VIP itu.
"Bagaimana bisa kau melakukan ini pada ayah mertua mu?" Ucap Monica dengan lantang.
Tuan Han berniat untuk mengejar Auron Li yang sudah keluar dari ruangan itu.
"Tuan Han, jika anda masih ingin menggunakan hubungan anda dengan nyonya muda yang sudah anda hancurkan sendiri, untuk melakukan transaksi kerjasama dengan perusahaan kami, maka kami tidak akan segan-segan membawa masalah ini ke pengadilan. Anda pasti tahu siapa yang akan kalah, dan siapa yang akan menang." Ucap Lei menghadang tuan Han yang akan menyusul tuan mudanya.
Tuan Han hanya bisa berdiri membatu mendengar perkataan Lei.
Lei mengeluarkan sebuah cek dan menuliskan nominal di atas cek itu, sesuai dengan apa yang Auron Li katakan, lalu meletakan cek itu di atas meja.
"Jika perusahaan anda masih ingin berdiri di atas tanah negara ini, maka lebih baik anda tidak lagi berurusan dengan tuan dan nyonya muda kami. Permisi tuan Han." Ucap Lei lagi.
Lei lalu keluar dari ruang VIP itu dan menyusul Auron Li yang sudah berada di dalam mobilnya.
"Keluarga tidak tahu malu, beraninya kalian mengusik tuan dan nyonya muda kami. Benar-benar sudah tidak sayang dengan diri sendiri."
...----------------...
Setelah pertemuannya dengan tuan Han, Auron Li yang sudah berada di ruang kerjanya sedang memeriksa sebuah berkas yang Lei tinggalkan di atas meja kerjanya. Sementara Lei pergi membeli dan mengantarkan bahan-bahan untuk membuat kue dan salad yang di perintahkan oleh Auron Li.
Kening Auron Li mengerut saat melihat nama pemilik perusahaan yang berkasnya sedang dia baca.
"Chang Zhi. Kenapa nama ini terdengar sangat familiar?" Ucap Auron Li.
Auron Li menyenderkan tubuhnya ke belakang, dia mengingat-ingat nama 'Chang Zhi' yang menurut Auron Li begitu familiar.
Tok tok tok
"Masuklah." Ucap Auron Li.
Lei yang mendengar perintah Auron Li, membuka pintu dan masuk ke dalam ruang kerja Auron Li.
"Apa semuanya sudah selesai?" Tanya Auron Li.
"Sudah, tuan muda."
Auron Li mengangguk "Kau tahu siapa Chang Zhi? Nama itu begitu familiar untukku."
"Bukankah itu tuan muda Chang, tuan besar pernah berkata pada saya, jika dulu anda mempunyai teman bernama Chang Zhi. Namun setelah tuan muda Chang keluar negeri, tuan muda dan dia tidak pernah lagi saling berkomunikasi."
"Benarkah?"
"Iya tuan muda, saya juga baru mendengar hal itu beberapa hari kemarin."
"Baiklah kalau begitu, aku akan melihat lagi berkas ini setelah kembali dari luar kota nanti."
"Baik, tuan muda."
Auron Li lalu memasukan berkas itu kedalam laci yang ada di bawah meja kerjanya, lalu mengunci laci itu.
"Aku akan kembali sekarang."
"Baik, tuan muda."
Auron Li berdiri dan berjalan keluar dari ruang kerjanya dan terus melangkah menuju lift perusahaan, sementara Lei kembali ke tempat kerjanya untuk mengurus semua pekerjaan, karena jika Auron Li pulang, dialah yang harus mengecek dan memilah berkas yang harus dia serahkan pada Auron Li nanti.
Setelah berada di dalam mobil, Auron Li mengeluarkan ponsel dari saku jas lalu menatap layar ponselnya dimana foto Han Yuna menjadi wallpaper ponselnya.
"Kau selalu membuatku tidak bisa jauh darimu."
Supir terus melajukan mobil yang Auron Li naiki dengan kecepatan sedang.
40 menit kemudian, mobil yang Auron Li naiki sampai di depan mansion miliknya.
Auron Li turun dari mobil lalu berjalan masuk ke dalam mansion. Dia mencari sosok gadis kecil yang sudah dia rindukan itu.
"Dimana dia?" Gumam Auron Li setelah dia tidak menemukan Han Yuna di kamarnya.
Saat menuruni tangga, Auron Li mendengar suara orang yang sepertinya sedang memotong-motong sesuatu di dapur, dia pun lalu berjalan ke arah dapur dan melihat jika istri kecilnya yang sedang memotong-motong itu.
Auron Li berjalan perlahan mendekati Han Yuna lalu memeluk tubuh istri kecilnya itu dari belakang.
"Aaakh! Auron, kau membuatku terkejut." Ucap Han Yuna yang terkejut karena tiba-tiba di peluk oleh Auron Li.
"Apa yang sedang kau lakukan, sayang?" Tanya Auron Li yang masih memeluk Han Yuna.
"Aku ingin membuat salad buah dengan coklat leleh dan keju."
"Apakah enak?"
"Tentu saja, aku akan membuatkan satu mangkuk untukmu nanti."
"Baiklah, aku menunggunya di kamar."
Auron Li mencium pipi istri kecilnya sebelum dia berjalan pergi menuju kamarnya.
Han Yuna yang di perlakukan seperti itu merasa sedikit malu, apalagi para pelayan yang ada di dapur melihatnya sambil senyum-senyum.
Di dalam kamar, Auron Li melepaskan jas dan juga dasi yang menggantung di lehernya. Dia lalu duduk di sofa, tiba-tiba saja dia ingat kembali dengan nama Chang Zhi.
"Chang Zhi, Chang Zhi. Siapa dia, namanya tidak asing tapi aku lupa bagaimana orang itu." Gumam Auron Li.
Tidak mau terus memikirkan itu, Auron Li berdiri dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, setelah melakukan pekerjaan yang memusingkan di perusahaan.
15 menit kemudian, Auron Li keluar dari kamar mandi. Dia melihat ada satu mangkuk salad buah di atas meja di dalam kamarnya.
Auron Li lalu berjalan mendekati meja itu dan tersenyum.
"Dia pasti tahu kalau aku sedang mandi, jadi hanya meletakkan salad buah ini di sini. Dasar gadis kecil itu." Ucap Auron Li.
Auron Li meninggalkan salad itu, dan berjalan menuju ruang ganti pakaian untuk berganti pakaian.
Selesai berganti pakaian, Auron Li kembali berjalan dan duduk di sofa kamarnya. Dia menusuk salah satu buah yang ada di atas mangkuk dengan garpu, lalu memakannya.
"Ternyata dia tahu jika aku tidak suka makanan manis juga keju, jadi tidak memberiku banyak coklat dan keju pada salad ini. Sangat perhatian juga."
Setelah memakan beberapa buah, Auron Li beranjak dari sofa dan berpindah duduk di atas ranjang besarnya.
Auron Li membuka laptopnya lalu melihat beberapa file disana, dia adalah orang yang termasuk dalam golongan penggila kerja, jadi walaupun sudah di rumah, dia tetap akan memeriksa sesuatu dengan laptopnya.
ceklek
Pintu kamar terbuka, Auron Li melihat Han Yuna masuk membawa satu gelas air putih lalu meletakkan di atas meja.
"Apa yang sedang kau lakukan?" Tanya Han Yuna.
"Aku hanya sedang memeriksa beberapa file, karena besok aku harus keluar kota."
Han Yuna hanya mengangguk.
Auron Li melihat Han Yuna duduk di atas sofa, dia lalu mematikan dan menutup laptopnya, kemudian meletakkan latop itu di atas nakas samping ranjang.
"Kemarilah." Ucap Auron Li.
Han Yuna menatap Auron Li, lalu berdiri dan berjalan menghampiri Auron Li.
Auron Li menarik tangan Han Yuna sehingga istri kecilnya itu duduk di p4ngkuan Auron Li.
"Ada apa? Kau terlihat tidak bahagia." Ucap Auron Li sambil membelai rambut Han Yuna yang sedikit menutupi wajahnya.
Han Yuna menggelengkan kepalanya "Aku tidak apa-apa."
"Kau tidak pandai berbohong sayang, katakan padaku apa yang terjadi?"
"Auron...."
"Hmm?"
"..... Aku ingin.... kembali kuliah."
Auron Li menatap istrinya, dia mengerti jika Han Yuna sudah sangat bosan terus menerus di dalam mansion tanpa melakukan apapun, tapi saat ini kondisi diluar sana belum begitu stabil.
"Aku akan memikirkannya, setelah semuanya kembali seperti semula dan orang-orang berhenti membicarakan tentang pernikahan kita. Aku baru akan memberikanmu keputusan."
"Sungguh?"
"Iya."
Han Yuna tersenyum "Terima kasih."
"Apa hanya itu? Hanya ucapan terima kasih."
Han Yuna menatap Auron Li bingung, dia tidak tahu apa yang Auron Li inginkan.
"Sayang, kakek sudah menunggu cicitnya lahir." Ucap Auron Li.
Han Yuna membulatkan kedua matanya, saat ini dia baru mengerti apa yang Auron Li maksud.
"Ta.... Tapi..."
"Hmm?"
"Aku.... aku takut, aku belum pernah melakukannya." Ucap Han Yuna seraya menunduk dengan wajah yang merona.
Auron Li tersenyum, tentu dia sangat tahu jika istrinya ini belum pernah melakukan hal itu dengan siapapun.
"Aku juga belum pernah." Ucap Auron Li pelan.
Han Yuna menatap Auron Li.
"Jadi, kita akan melakukan hal yang sama-sama belum pernah kita lakukan." Ucap Auron Li lagi.
"Tapi...."
Auron Li memeluk tubuh Han Yuna "Aku akan melakukannya dengan pelan." Bisik Auron Li.
Wajah Han Yuna kali ini sudah benar-benar merah, pipinya terasa begitu panas mendengar bisikan yang Auron Li pada telinganya.
Auron Li menatap wajah istrinya yang merah dan itu terlihat sangat menggemaskan.
Perlahan Auron Li mencium pipi Han Yuna, lalu dengan lembut mengecup dan m*lum4t bibir tipis yang sejak tadi m*ngg0danya. Memberikan sedikit hi*sap4n yang tidak pernah Han Yuna rasakan dari laki-laki manapun pada bib1r tipisnya itu.
Mendapatkan perlakuan yang lembut itu, Han Yuna perlahan memejamkan the , dan membalas cium4n Auron Li.
Auron Li yang merasa mendapatkan balasan, memeluk erat tubuh Han Yuna dan semakin m*lum4t serta memberi h*sap4n pada lid4h istrinya itu.
Sepasangan suami istri itu saling memeluk dan m*ncium dengan perasaan cint.
Auron Li melepaskan ciuman mereka dan menatap Han Yuna dengan lekat.
"Aku menginginkan mu, sayang. Apakah boleh?" Ucap Auron Li dengan lembut
Han Yuna diam lalu mengangguk pelan.
Auron Li tersenyum lalu kembali m*ncium bibir istrinya dengan lembut.
Siang itu akhirnya Auron Li melakukan hal itu pada Han Yuna. Dan tanpa di duga, di pengalaman pertama mereka itu membuat Auron Li kelepasan dan membuat Han Yuna sangat kelelahan.
(Maaf saya skip ya adegannya π€)
Setelah peperangan sengit mereka di atas sana, Auron Li membuka kedua matanya. Dan melihat Han Yuna masih tertidur dengan selimut menutupi hampir seluruh tubuhnya.
Auron Li melihat beberapa tanda merah pada leher dan d4da bagian atas Han Yuna.
"Sepertinya aku kehilangan kendali pada gadis kecil ini." Gumam Han Yuna.
Auron Li mengecup pipi Han Yuna, lalu turun dengan perlahan dari ranjang. Dan saat dia membuka selimut, tidak sengaja dia melihat bercak merah di atas ranjang.
"Aku benar-benar telah menjadi yang pertama baginya."
Dengan lilit4n selimut kecil, Auron Li berjalan menuju kamar mandi. Dia akan membiarkan Han Yuna tidur lebih lama, karena dia tahu istri kecilnya itu pasti sudah sangat kelelahan menghadapi dirinya tadi.