
"Lei, berikan aku laporan proyek pembangunan di kota Z." Ucap Auron Li.
"Baik tuan muda."
"Dan bagaimana tentang orang yang aku minta kau cari tahu?"
"Wanita bernama Carell itu tinggal di luar negeri setkitar 7 tahun yang lalu, tuan muda. Dan dia berhasil menjalankan bisnisnya 4 tahun kemudian."
"Kau tahu untuk apa dia kembali?"
"Informasi yang kami dapat, calon suaminya berada di negara ini dan dia juga seorang pengusaha, tuan muda."
Auron Li mengerutkan keningnya "Calon suami?"
"Benar tuan muda, saat masih di luar negeri dia bertunangan dengan salah satu pengusaha yang cukup di kenal. Mereka juga bahkan sudah tinggal satu rumah selama tinggal di luar negeri dan saat ini pun di disini sama."
Mendengar semua penjelasan Lei, kedua tangan Auron Li mengepal dengan kuat. Saat ini Auron Li seperti sedang di bohongi oleh Carell yang bersikap seperti duku, dan seolah-olah dia belum mempunyai calon suami.
"Beraninya dia tidak memberitahu ku, dia bahkan telah tinggal bersama dengan laki-laki lain. Dan tentu tidak mungkin jika mereka tidak melakukan hal itu."
Lei yang melihat perubahan pada tuan mudanya menjadi penasaran dengan wanita bernama Carell itu. Tetapi dia tidak berani untuk bertanya.
"Kau bisa pergi." Ucap Auron Li pada Lei.
"Baik tuan muda."
Pikiran Auron Li saat ini tengah memikirkan Carell yang sudah berani menutupi apa sudah terjadi padanya.
"Untuk apa kau kembali dan menemui ku, jika kau sudah mempunyai calon suami, Carell?" Gumam Auron Li.
Auron Li mengusap wajahnya, dia tidak lagi berminat untuk bekerja. Seolah semuanya menjadi hal yang sangat membuatnya tidak nyaman.
Braaaaak!
Auron Li menggebrak meja lalu berjalan keluar dari ruang kerjanya.
"Lei, kau urus semuanya. Aku akan kembali." Ucap Auron Li saat melewati meja kerja Lei.
"Baik tuan muda."
Suasana hati Auron Li sedang tidak baik, jadi dia memutuskan untuk kembali ke mansion.
Sudah sangat lama Auron Li tidak merasa seperti saat ini, dia terlihat seperti orang yang kehilangan semangatnya.
Auron Li melajukan mobilnya dengan cepat, karena dia ingin cepat sampai di mansion.
"Carell, jika kau tidak mau mengakui kau sudah mempunyai calon suami. Maka jangan salahkan aku yang tidak akan lagi peduli padamu. Kau sudah pergi selama lebih dari 10 tahun. Dan kau kembali bukan untuk ku, melainkan untuk calon suami mu itu."
Auron Li mengeratkan tangannya pada jemudi mobil, dia merasa kesal dan geram pada Carell saat ini.
Tiba di mansion Auron Li segera masuk ke dalam mansion dan dia langsung pergi ke kamarnya, bahkan dia tidak melihat Yuna yang berada di ruang keluarga.
Yuna yang melihat Auron Li berjalan dengan cepat ke kamarnya menjadi bingung.
Dengan rasa penasaran Yuna berjalan ke kamarnya, menyusul Auron Li.
Ceklek
Yuna membuka pintu kamar, tetapi dia tidak melihat Auron Li dimana pun, dia hanya melihat ponsel dan jas Auron Li yang tergeletak diatas meja.
"Dimana dia, apa dia sedang di kamar mandi?" Gumam Yuna.
Yuna duduk di sofa dan menatap ponsel Auron Li.
Drrrrrrrtt drrrrrrrtt
Ponsel Auron Li bergetar dan sebuah nama muncul pada layar ponsel Auron Li.
Yuna mengambil ponsel itu dan membaca nama yang menghubungi nomor Auron Li.
" Carell." Ucap Yuna pelan.
Dengan memberanikan diri Yuna mengangkat telefon itu.
Carell : Halo Auron Li, apa kau sibuk?
Yuna : .........
Carell : Halo Auron Li, kau pasti belum makan siang karena sibuk, aku ingin mengajakmu makan siang.
Yuna : ........
Carell : Halo Auron Li, Auron, kenapa kau diam saja?
Yuna segera mematikan sambungan telefon itu, dadanya begitu sesak. Suara wanita itu sangat lembut, bahkan memanggil Auron Li dengan begitu akrab.
"Mungkinkah itu adalah wanita yang bersama dengan Auron kemarin?" Gumam Yuna.
"Siapa wanita itu, apa hububgan Auron dengan wanita itu, kenapa Auron tidak pernah mengatakan apapun padaku mengenai wanita itu?"
Semua pertanyaan yang berlarian di dalam pikiran Yuna membuatnya semakin pusing, dan perutnya bergejolak karena sejak pagi dia belum makan apa-apa.
Yuna berlari ke belakang, dan berdiam di sebuah kamar kecil yang sangat jarang di datangi oleh orang. Disana Yuna menangis menahan semuanya.
Rasa takut, rasa kecewa, rasa sakit semua dia rasakan saat itu juga.
Sementara itu Auron Li yang baru saja keluar dari kamar mandi setelah berendam tidak menyadari apapun. Dia bahkan tidak tahu jika Yuna telah mengangkat telefon dari Carell sewaktu dia mandi tadi.
Dengan langkah ringannya Auron Li masuk ke dalam ruang ganti pakaian dan tak lama keluar dengan setelan yang lebih santai.
"Dimana Yuna? Biasanya dia akan diam di dalam kamar siang hari seperti ini." Ucap Auron Li.
Auron Li di atas ranjangnya dan menyalakan televisi yang ada di dalam kamar.
Saat ini Auron Li sedang tidak berminat untuk melihat ponselnya, karena dia sedang tidak mau membaca pesan jika itu dari Carell.
Auron Li menonton televisi hingga dia tertidur di sana.
Di kamar yang lain, Yuna tengah menahan rasa sakit pada perutnya. Karena dia merasa seperti ada seseorang tengah m*rem4s-r3mas perutnya.
"Kenapa rasanya sangat sakit, apakah bulan ini sudah waktunya? Tetapi sudah dua....."
Yuna memegangi perutnya yang terasa semakin sakit, bahkan untuk duduk berdiri saja rasanya sangat sakit, hingga akhirnya dia pun tergeletak di dalam kamar yang kecil itu tanpa ada orang yang tahu.
...----------------...
Sore harinya Auron Li bangun, dia membuka kedua matanya dan merenggangkan tubuhnya.
"Sepertinya aku tidur cukup nyenyak." Ucap Auron Li.
Auron Li turun dari ranjang dan berjalan ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya.
Dan tak berselang lama dia kembali keluar dari kamar mandi dan berjalan ke arah sofa.
Drrrrrrrtt ddrrrrrrrrrrt
Baru saja Auron Li akan duduk, sebuah panggilan masuk pada ponselnya.
Auron Li membaca nama orang yang menghubunginya.
"Carell, ada apa lagi dia menghubungi ku? Apa dia masih akan berbohong padaku?" Ucap Auron Li.
Dengan malas Auron Li menggeser icon berwarna hijau, lalu mengaktifkan mode speaker pada ponselnya dan meletakan posel itu di atas meja.
Carell : Halo Auron Li.
Auron Li : Ada apa?
Carell : Akhirnya kau bicara, aku pikir ada yang salah dengan ponselku, karena siang tadi kau hanya diam saja.
Auron Li : (mengerutkan keningnya) Kau menghubungi ku?
Carell : Iya, tadi siang sekitar jam 1 aku menghubungi mu, tetapi kau tidak berkata apapun, walau aku berbicara dengan mu.
Auron Li diam, dia ingat saat itu dia sedang mandi dan dia meletakan ponselnya di atas meja.
"Yuna." Ucap Auron Li pelan.
Carell : Halo, Auron Li. Apa kau masih disana? Kenapa kau diam lagi?
Auron Li tidak menjawab Carell dan mematikan sambungan telefon itu.
Dengan cepat Auron Li keluar dari kamar setelah menyadari jika yang menerima panggilan dari Carell pasti Yuna, dan ini merupakan kesalahpahaman yang sangat besar baginya.
"Dimana nyonya muda?" Tanya Auron Li pada para pelayan yang ada di mansionnya.
"Tidak tahu tuan muda, siang tadi kami melihat nyonya muda masih di ruang keluarga." Ucap salah seorang pelayan.
"Benar tuan muda, bahkan sejak pagi nyonya muda belum memakan makanannya." Ucap pelayan lainnya.
"Dia... Belum makan sama sekali?"
"Benar tuan muda."
Auron Li mengusap wajahnya dengan kasar, bahkan hal ini saja dia tidak tahu. Dia merasa sangat b0doh karena pikirannya hanya terfokus pada Carell.
"Cepat cari nyonya muda di semua tempat di mansion ini!" Ucap Auron Li.
"Baik tuan muda."
Semua pelayan berpencar mencari dimana Yuna, Auron Li pun ikut mencari dimana istrinya saat ini berada.
"Yuna, kau dimana sayang?"