CEO'S LITTLE GIRL

CEO'S LITTLE GIRL
CLG 25



Han Yuna masuk ke dalam ruang ganti pakaian, sementara Auron Li pergi meninggalkan mansion setelah berpesan kepada adik dan adik sepupunya, untuk menjaga Han Yuna selama dia keluar.


Tak berapa lama, Han Yuna turun dan bergabung dengan Amora dan Lulu di ruang keluarga.


Sementara itu, Auron Li yang berada di dalam mobil tengah mengotak-atik laptopnya, mencari sesuatu.


"Aku harap setelah aku kembali dari luar kota nanti, semuanya sudah beres. Keluarga Han, kalian tidak akan mudah untuk bertemu denganku dan memanfaatkan Han Yuna saat ini."


Banyak rencana yang Auron Li pikirkan untuk membalas keluarga Han, dia benar-benar tidak akan melepaskan keluarga yang telah menyakiti istrinya itu.


Mobil melaju begitu cepat membawa Auron Li ke sebuah tempat, dimana dia biasa melakukan semua rencana tersembunyinya.


Sampai di tempat itu, Auron Li keluar dari mobil dan berjalan ke sebuah bangunan 4 lantai yang ada di depannya saat ini.


Auron Li masuk ke dalam bangunan itu.


"Tuan, anda sudah datang." Ucap salah seorang di dalam bangunan itu.


"Em."


Auron Li terus berjalan ke lantai dua, lalu masuk ke dalam sebuah ruangan yang terdapat bagitu banyak monitor.


"Apa kalian sudah berhasil masuk ke dalam sistem komputer perusahaan Z. Group?" Tanya Auron Li pada dua orang yang ada di depan meja yang penuh dengan tombol.


"Sudah tuan, kami juga sudah meretas dan mengcopy semua informasi yang ada pada komputer perusahaan mereka."


"Bagus, kirimkan itu ke komputer utama. Aku akan melihatnya disana."


"Baik tuan."


Salah seorang pekerja Auron Li lalu segera mengirimkan semua data yang mereka dapatkan, ke komputer utama milik Auron Li yang ada di ruangan lain.


Setelah semuanya terkirim, Auron Li keluar dari ruangan itu dan berjalan menuju ruangan yang lain, dimana dia biasa berada.


Auron Li duduk di depan meja yang cukup besar, dan di atas meja itu terdapat dua layar komputer yang berjejer.


Dengan cepat Auron Li menggerakan jarinya di atas keyboard, sambil kedua matanya menatap layar komputer dengan serius.


Tak!


Satu ketikan pada keyboard yang Guan Lin lakukan, membuat semua data yang di kirim oleh pegawainya muncul di layar komputernya.


Guan Lin menatap dan membaca dengan seksama data yang ada di depan matanya.


"Keluarga Han, aku akan lihat bagaimana kalian akan datang dan meminta bekerjasama denganku." Ucap Auron Li sambil menyunggingkan senyum dev1lnya.


Setelah selesai dengan apa yang ingin dia lakukan, Auron Li mematikan komputernya lalu keluar dan mengunci pintu ruangan itu.


Auron Li menuruni tangga, dan berjalan ke sebuah mini bar yang ada di lantai bawah.


"Hari ini tuan ingin minum apa?" Tanya seorang pegawai Auron Li yang bekerja sebagai bartender disana.


"Hari ini aku tidak minum alkohol, istriku tidak akan menyukainya."


"Waaaah. Tuan, kenapa anda tidak memberitahu kami jika tuan sudah menikah, perkenalkan nyonya pada kami, tuan."


"Tidak, aku khawatir kalian akan menyukai istri kecilku itu."


"Hahaha, tuan ini. Baiklah, saya akan membuatkan minuman yang lain untuk anda."


Auron Li hanya mengangguk.


Semua pegawai yang ada di tempat itu adalah orang-orang khusus yang Auron Li tarik dari jalanan, mereka adalah orang-orang yang memiliki potensi tinggi dan sangat pintar. Namun di pandang sebelah mata oleh orang-orang yang kaya dan sombong.


Selama lebih dari 3 tahun, Auron Li menghidupi mereka dan mengajari mereka banyak hal, sehingga mereka bisa sampai seperti sekarang ini. Bisa di bilang mereka adalah orang kepercayaan Auron Li, selain Lei.


"Baik, ini dia tuan minuman anda." Ucap bartender itu.


"Iya."


Auron Li lalu menyesap minuman non alkohol itu dengan perlahan.


"Aku berencana untuk membuat bar, bagaimana menurutmu?" Ucap Auron Li.


"Itu bagus, tapi di kota ini sudah ada lebih dari 3 bar besar."


"Kalian carilah tempat yang strategis, jika sudah dapat kalian baru hubungi aku. Untuk 3 bar besar itu, bukanlah masalah. Selagi mereka tidak mengusik bar mikik ku nanti."


"Baik tuan."


Dia takut jika terjadi apa-apa pada istrinya, walaupun di mansion ada Amora, Lulu dan juga Lei yang menjaganya.


Dengan cepat Auron Li melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu.


Sebelum kembali ke mansion, Auron Li berhenti di salah satu toko kue yang ada tidak jauh dari jalan masuk utama menuju mansionnya berada.


Auron Li membeli sepotong kue berukuran sedang, beberapa kue kecil dan pudding untuk Han Yuna dan yang lainnya.


"Aku harap mereka suka." Ucap Auron Li sambil membawa dua kotak berisi kue dan pudding itu.


Auron Li masuk ke dalam mobil, dan setelah meletakan dua kotak itu di atas kursi yang ada di samping kursi mobil yang dia duduki, Auron Li menghidupkan mobil dan membawanya menuju mansion.


...----------------...


Di dalam mansion, Amora dan Lulu sedang bermain permainan, sementara Han Yuna melihat mereka bermain sambil menyoraki mereka berdua.


"Kakak ipar, ayo kakak bermain juga. Bantu aku kalahkan Lulu, dia benar-benar hebat bermain permainan ini." Ucap Amora.


"Kau saja tidak bisa mengalahkan dia, apa lagi denganku. Aku pasti akan langsung mati dengan satu serangannya." Ucap Han Yuna.


"Tidak, kakak belum mencobanya."


Amora memberikan ponselnya pada Han Yuna.


"Apa yang sedang kalian lakukan?" Sebuah suara yang berat terdengar dari arah ruang tamu.


Ketiga wanita itu menoleh, mereka melihat Auron Li berjalan ke arah mereka, sambil membawa dua buah kotak di kedua tangannya.


"Kakak kau sudah pulang." Ucap Amora.


"Apa yang kak Li bawa?" Tanya Lulu sambil menatap dua kotak di tangan Auron Li.


Auron Li meletakan dua kotak berisi kue di atas meja.


"Ambil piring dan garpu untuk kakak ipar kalian, setelah itu kalian baru bisa makan kue dan puding itu." Ucap Auron Li sambil duduk di samping Han Yuna.


"Baik kak." Ucap Amora.


Amora berdiri dan berjalan ke dapur, sementara Lulu membuka kotak kue yang ada di atas meja.


"Apa urusanmu sudah selesai?" Tanya Han Yuna pada Auron Li.


Auron Li mengangguk "Iya, aku akan merasa sedikit tenang saat keluar kota nanti."


"Jangan terlalu bekerja keras, kau juga harus istirahat dengan baik."


"Aku senang istriku sangat perhatian dan peduli padaku."


Auron Li tersenyum dan mengusap kepala Han Yuna dengan lembut.


"Andai saja kak Li selalu tersenyum seperti itu, pasti akan terlihat lebih tampan dan tidak menyeramkan." Celetuk Lulu yang melihat kakak sepupunya tersenyum pada Han Yuna.


"Kau ini, tanpa aku tersenyum aku juga sudah tampan." Ucap Auron Li.


"Iya tampan, tapi juga menyeramkan. Benarkah Amora?" Ucap Luku sambil melihat ke arah Amora yang datang membawa beberapa piring dan garpu.


"Benar sekali." Ucap Amora.


Auron Li tidak menanggapi ucapan mereka berdua, karena dia tidak mau melakukan itu selain pada istri kecilnya.


Amora dan Lulu yang tidak mendapat respon dari Auron Li, memilih untuk memindahkan kue-kue dan pudding dari dalam kotak ke piring.


Kedua mata Amora dan Lulu bersinar saat melihat kue-kue yang begitu menggoda itu.


Amora lalu mengambilkan salah satu kue ke piring kecil yang dia bawa tadi.


"Kakak ipar, cobalah kue ini." Ucap Amora sambil memberikan piring kecil berisi kue pada Han Yuna.


"Terima kasih." Ucap Han Yuna seraya mengambil piring yang Amora berikan padanya.


Auron Li senang melihat adiknya sangat menyukai Han Yuna, dan dia berharap jika Amora tidak akan terpengaruh oleh putri dari keluarga Xu itu lagi.