CEO'S LITTLE GIRL

CEO'S LITTLE GIRL
CLG 06



Di perusahaan, Auron Li yang merupakan CEO perusahaan L. Group berjalan melewati beberapa meja karyawannya dengan cepat. Dia tidak peduli dengan sapaan maupun tatapan kagum para karyawan wanita padanya.


Auron Li masuk ke dalam kantornya yang berada di ruangan paling ujung, di lantai paling atas gedung berlantai 37 itu. Di ikuti oleh Lei di belakangnya.


Dia langsung duduk di kursi kerjanya setelah masuk ke dalam ruangan itu.


"Siapkan semuanya, rapat di majukan setengah jam." Ucap Auron Li pada Lei tanpa menoleh.


"Baik tuan." Ucap Lei.


Lei lalu langsung keluar untuk memberitahu pada para dewan direksi, jika rapat akan di majukan.


Saat ini Auron Li tengah menatap layar komputer yang ada di atas meja kerjanya. Jika sudah di depan meja kerja, dia tidak akan mengingat apapun. Dia hanya akan fokus pada pekerjaannya itu.


Tok tok tok


"Ya." Ucap Auron Li yang masih menatap layar komputernya.


Lei membuka pintu dan masuk ke dalam ruang kerja Aurora Li.


"Tuan muda, semua dewan direksi sudah berada di ruang rapat dan menunggu anda." Ucap Lei pada tuan mudanya.


"Aku tahu."


Auron Li menghentikan pekerjaannya, lalu mematikan komputernya dan berdiri, dia menatap lurus ke depan kemudian berjalan keluar dari ruang kerjanya, di ikuti oleh Lei di belakang.


ceklek


Pintu besar ruang rapat terbuka, Auron Li masuk ke dalam ruang rapat itu dan langsung duduk di kursi CEO yang ada di dalam ruangan itu.


Auron Li menatap para anggota dewan direksi yang ada disana, dan itu membuat para dewan direksi harus menelan lud4h mereka dan menahan tekanan yang di keluarkan oleh direkturnya itu.


"Mulai." Ucap Auron Li pada semua dewan direksi, tanpa mengubah ekspresi wajahnya.


Rapat pun di mulai, dengan aura yang menekan selama rapat. Para karyawan yang tengah rapat di bawah pimpinan Auron Li, tidak ada yang berani melakukan kesalahan, kecurangan atau melakukan hal yang hanya akan membuat diri mereka dalam bahaya.


Raja bisnis yang terkenal kejam dan berdarah dingin di depan mereka ini, tentu tidak akan ada orang yang berani macam-macam di belakangnya. Mereka pasti lebih memilih untuk bekerja dengan lebih baik dan giat, agar mendapatkan bonus dari perusahaan, dari pada harus melakukan hal yang tidak baik dan berujung pada pemecatan.


Satu jam kemudian rapat selesai, Auron Li keluar dari ruang rapat. Semua para annggota dewan direksi merasa lega, setelah mereka merasakan atmosfir yang begitu mencekam selama rapat berlangsung, dan ruang rapat pun seolah mendapatkan kembali udara segarnya setelah CEO mereka meninggalkan ruang rapat itu.


"Lei, persiapkan pertemuan dengan tuan Xun. Hubungi dia dan katakan bahwa kita akan melakukan pertemuan 30 menit lagi." Ucap Auron Li tanpa menoleh pada Lei.


"Tuan muda, anda..."


"Lakukan saja."


"Baik tuan muda."


Bagaimana pun Lei memikirkannya, dia tetap tidak tahu alasan Auron Li melakukan itu. Dia pun menghubungi tuan Xun untuk mengubah jadwal pertemuan sesuai dengan yang tuan mudanya katakan.


Setelah berhasil mendapatkan persetujuan dari tuan Xun, Lei lalu mempersiapkan beberapa dokumen yang harus dia bawa untuk di serahkan kepada tuan Xun nantinya.


Selesai mengurus semua dokumen, Lei kembali ke ruangan Auron Li.


"Tuan muda, semua sudah siap. Saya juga sudah memberitahu tuan Xun."


"Iya, kita berangkat sekarang."


Auron Li dan Lei keluar dari ruang kerja itu, lalu berjalan menuju lift perusahaan.


"Setelah ini, kau carikan pakaian untuk nyonya muda." Ucap Auron Li saat mereka sudah di dalam lift.


Lei diam seketika mendengar perintah dari tuan mudanya.


"Lei!" Seru Auron Li yang tidak mendapat jawaban sekertarisnya itu.


"Ah, baik tuan. Saya akan laksankaan."


Lei tidak pernah mendapatkan perintah untuk membeli pakaian maupun barang-barang wanita sebelumnya, tetapi setelah Auron Li menikah, Lei dan kepala pelayan di mansion harus membeli dan menyiapkan barang-barang wanita. Ini benar-benar perubahan yang sangat besar.


Tapi saat keluarga besar Li mengetahui tentang pernikahan mereka, tidak ada yang tahu apakah Han Yuna yang usianya jauh di bawah Auron Li akan di terima atau tidak.


Selain usia, status Han Yuna yang seorang yatim piatu dan tidak mempunyai apa-apa pun akan menjadi sorotan bagi keluarga besar Li, dan sebagian orang kaya yang sangat mengenal keluarga tersohor itu.


Keluar dari perusahaan, mobil yang akan membawa Auron Li dan Lei ke tempat pertemuan mereka dengan tuan Xun, sudah berada di depan gedung perusahaan.


Auron Li masuk ke dalam mobil, begitu juga dengan Lei dan supirnya.


Di dalam mobil, Auron Li menatap ponselnya, dia lalu mengetik sesuatu pada layar ponselnya itu.


"Tuan muda, apakah ada hal lain yang harus saya siapkan?" Tanya Lei yang duduk di kursi depan.


"Tidak, aku akan menyiapkannya sendiri."


Lei terkejut "Tuan muda akan menyiapkannya sendiri? ini...."


"Berhenti memikirkan hal yang tidak perlu." Ucap Auron Li lagi, sambil menatap Lei.


Lei tertegun, tuan mudanya seperti orang yang bisa membaca apa yang dia pikirkan.


".... Baik tuan muda."