CEO'S LITTLE GIRL

CEO'S LITTLE GIRL
CLG 21



Esok harinya, apa yang di katakan oleh Auron Li saat di pesta keluarga Hong telah menjadi trending topik di beberapa media saat ini, namun sayangnya mereka tidak bisa mewawancarai Auron Li untuk mendapatkan informasi lebih banyak, mengenai siapa istri dari CEO besar yang terkenal kejam dan dingin itu.


Banyak para pengusaha yang tidak datang ke pesta keluarga Hong juga penasaran dengan apa yang di katakan oleh Auron Li, termasuk keluarga Han. Karena sudah lama mereka ingin memperkenalkan putri tunggal mereka dengan Auron Li.


Walaupun putri mereka telah bertunangan dengan laki-laki lain yang juga cukup terkenal di kota, tetapi jika bisa mendapatkan Auron Li, mereka tentu lebih memilih menikahkan putri mereka dengan CEO besar itu, dari pada dengan orang lain.


"Sebenarnya siapa wanita yang sudah menikah dengan tuan muda Li itu?" Ucap tuan Han pada dirinya sendiri.


Karena tidak ada wajah wanita di dalam berita itu, jadi semua orang yang tidak sempat melihat wajah Han Yuna saat di pesta keluarga Hong pun menjadi penasaran.


Auron Li adalah laki-laki yang sangat di sukai banyak wanita, dan begitu banyak wanita yang rela memberikan tubuhnya, hanya untuk bisa melakukan malam panas dengan pemimpin perusahaan besar yang terkenal itu.


Setelah kejadian malam itu, Han Yuna tidak banyak bicara seperti biasanya. Dia juga tidak mau turun walaupun hanya sekedar untuk makan atau minum.


Auron Li pun ikut dia diami, Han Yuna berkata semua karena Auron Li yang memaksa dirinya untuk ikut ke pesta tadi malam, dan membuatnya menjadi bahan hinaan wanita dari keluarga Hong itu.


"Apakah nyonya muda belum mau keluar?" Tanya Auron Li pada kepala pelayan sesaat setelah masuk ke dalam mansion.


"Belum tuan muda."


Auron Li berjalan menaiki tangga dan terus berjalan menuju kamarnya dan Han Yuna.


Ceklek


Auron Li membuka pintu kamarnya dan melihat jika Han Yuna sedang bermain dengan ponselnya di atas tempat tidur.


"Kau masih marah padaku?" Ucap Auron Li sambil menutup pintu kamar.


Han Yuna tidak menanggapi ucapan Auron Li.


Auron Li berjalan dan duduk di sisi tempat tidur, dia menatap istri kecilnya yang nampak begitu murung.


"Aku minta maaf, aku tidak tahu jika tadi malam akan terjadi hal seperti itu, sayang." Ucap Auron Li dengan lembut.


Han Yuna masih diam, dan tetap memainkan ponselnya.


"Gan Yuna, nyonya muda Li. Jangan seperti ini, kau seperti anak kecil."


"Aku memang masih anak kecil, usiaku masih 21 tahun." Ucap Han Yuna sambil menatap Auron Li dengan kesal.


"Baik, baik, kau anak kecil dan aku yang sudah tua. Jadi, tolong berhentilah mendiamiku, hmm?"


"Aku sudah bilang kalau aku tidak perlu ikut, disana begitu banyak orang dan aku belum pernah sekalipun ke pesta. Dan kau... Bukankah kau sudah berjanji, jika kita akan merahasiakan pernikahan ini? Tapi kau malah mengatakan yang sebenarnya kepada orang-orang disana."


Han Yuna merasa marah pada pada Auron Li, dia merasa sudah di bohongi oleh suaminya itu.


Auron Li tahu jika dia sudah membuat Han Yuna merasa di bohongi, tapi dia juga tidak bisa terus merahasiakan pernikahan mereka. Karena akan banyak orang yang melemparkan anak perempuan mereka pada Auron Li, dan dia tidak mau Han Yuna salah paham padanya.


Auron Li yang tidak mau berdebat dengan Han Yuna berdiri.


"Kau mau kemana?" Tanya Han Yuna sambil menatap Auron Li yang berdiri.


"Aku mau kembali ke perusahaan, kenapa?"


"Kau benar-benar akan kembali?"


"Disini aku di diami oleh istriku sendiri, jadi lebih baik aku kembali ke perusahaan."


"Baiklah, pergi saja!"


Han Yuna meletakan oonselnya di atas ranjang lalu membungkus tubuhnya dengan selimut dan tidur membelakangi Auron Li.


Auron Li hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah istri kecilnya itu. Dia lalu membuka selimut yang menutupi tubuh dan kepala Han Yuna.


"Aaaaakh!!" Teriak Han Yuna saat tangan Auron Li memeluknya dari belakang.


"Kau tahu aku tidak bisa marah padamu, kenapa kau harus menyiksaku seperti ini, sayang?" Ucao Auron Li pelan.


"Kau berkata jika kau tidak akan meninggalkanku di ruangan pesta itu, tapi... saat aku kembali mengambil kue, aku tidak melihatmu dimanapun. Aku... sangat ketakutan saat wanita itu membentakku dan orang-orang itu melihat ke arah ku."


Auron Li mempererat pelukannya pada tubuh istri kecilnya "Aku minta maaf, aku salah sudah meninggalkan mu sendirian disana tadi malam."


Han Yuna diam.


"Sayang, kau sungguh tidak mau memaafkanku? Aku sudah menghukum keluarga itu, agar kelak tidak akan ada yang berani mengganggumu lagi."


Auron Li membalikan tubuh Han Yuna dan menatap kedua mata yang sembab karena ternyata istri kecilnya itu menangis diam-diam saat membelakangi Auron Li.


"Maaf sayang." Auron Li mengecup kening Han Yuna lalu kembali memeluknya.


Menghadapi seorang gadis yang usianya masih sangat muda, dan juga hidupnya yang penuh dengan rasa kecewa serta ketakutan karena orang-orang yang dia sayangi dulu, benar-benar membuat Auron Li yang terkenal dingin dan kejam, harus lebih bersabar dan harus membuang rasa egonya jauh-jauh.


"Tidurlah, aku akan membawamu jalan-jalan setelah kau bangun nanti. Kau tidak perlu lagi memikirkan hal yang tidak penting, karena mereka tidak akan menyakitimu lagi." Ucap Auron Li mencoba menenangkan Han Yuna.


Han Yuna mengangguk, dia lalu mulai memejamkan matanya dan tertidur dalam pelukan hangat Auron Li.


"Keluarga Han, apa saja yang sudah kalian lakukan pada istriku, sehingga membuatnya ketakutan menghadapi orang lain yang berkata keras padanya?"


Auron Li harus memeriksa lebih banyak lagi tentang istri kecilnya itu, karena tidak mungkin jika dia hanya di perlakukan seperti apa yang di laporkan oleh Lei padanya.


Jika dia hanya mendapatkan perlakuan tidak adil, dan di usir dari keluarga Han setelah mereka tahu jika putri kandung mereka juga menyukai kekasih Han Yuna dulu, Han Yuna tidak akan merasa trauma dan ketakutan seperti tadi malam saat cucu tuan Hong membentaknya.


"Jika aku mengetahui kalian telah melakukan kekerasan yang tidak wajar padany, aku pastikan kalian akan mendapatkan balasan 100 kali lipat dari apa yang sudah kalian lakukan pada istriku ini."