CEO'S LITTLE GIRL

CEO'S LITTLE GIRL
sedikit masalah



Perjalanan sang tuan muda menuju perusahaan raksasanya dan ditemani sekretaris dan juga asisten pribadinya yang bernama dion well menggunakan mobil sport putih.


"Tuan muda jam 10:30 kita akan mengadakan meeting dengan perusahaan willson corp's".


Sang tuan muda hanya menderngarkanya saja tanpa mejawab.


Tibalah mereka di tempat tujuannya,sang asisten dengan cepatnya turun dan membukakan pintu untuk tuan muda dinginnya, dan saat ini mereka sedang berjalan masuk kedalam perusahaan besar dan menjulang tinggi ini.


Para karyawan yang berlalu lalang mendadak membungkukkan badannya, memberikan hormat kepada sang tuan muda , tak bisa di pungkiri bahwa aura dan pesona pada diri sang tuan muda sangat memikat bagi pekerja wanita.


Namun sayang seribu sayang para pekerja wanita ini tidak di pandangnya sedikit pun, dan para wanita itu hanya bisa menatap kagum pada pria ini.


diruang kebanggaannya sang tuan muda duduk menunggu sekretaris sekaligus aistenya membacakan jadwal agendanya hari ini.


"Tuan sekarang waktunya meeting dan 10 menit lagi akan dimulai" tanpa menjawab Pria yang memiliki pesona dan aura yang sangat luar biasa ini langsung keluar dari ruangan kebanggaannya dan menuju ruang meeting.


Pada saat sang asisten membukakan pintu ruang miting dengan sigap


para staf dan orang-orang utusan dari willson corp's membungkuk hormat pada Darren Rodriguez.


"Meeting dimulai"ucap sang asisten dan juga menjadi sekretarisnya, para staf dan utusan dari willson corp's mulai membahas dan menjelaskan apa isi yang sudah mereka kerjakan, para utusan mendadak ketakukan karena sang bos tidak mengeluarkan suaranya sedikitpun, hanya mendengar dan mendengar, para utusan tersebut menatap sang asisten dan juga menjadi sekretarisnya itu seolah berkata "bagaimana ini tuan?".


Sang asisten menjawab dengan anggukan yang artinya "lanjutkan" dan para utusan tersebut melanjutkan penjelasannya pada meeting ini dengan harap sang pemimpin ini puas dan membangun kerja sama yang semakin erat.


Di ruangannya sang Bos bernama Darren Rodriguez sedang disibukan dengan berkas-Berkas yang menumpuk, dan ini membuat kepalanya pusing


Tapi inilah pekerjaannya dia harus kuat menanganinya agar perusahaan yang sudah dibangunnya tetap berdiri kokoh dah lebih menulang tinggi.


"20 menit" darren memberikan 10 lembar kertas pada dion, dan dion mengerti maksud tuannya.


"Baik tuan" satu demi satu kertas sudah habis di periksanya dan diberi tanda pada kerta itu bahwa ada yang berani bermain licik pada perusahaan bosnya.


Dan darren menerima kertas itu dan memunculkan senyum smirknya. Dan sang asisten hanya mampu mematung dan sudah tau apa yang akan dilakukan bosnya itu.


"siapkan semuanya dion" dion yang terkejut akibat bos nya yang tiba-tiba smirk seketika bulu kuduknya berdiri, dalam hati dia berkata 'oh astaga apa yang akan terjadi' Dion yang melamun dengan sedikit deheman dari sang Bos langsung menatap bosnya " baik tuan" .


"selidiki tikus tak berguna itu dan kumpulkan semua buktinya lalu bawa kehadapanku besok" siapa yang berani membantahnya, oh tidak ada !!!!


"baik tuan" dengan mantap dion mengucapkannya.


"tuan ini jam makan siang, apa anda ingin memakan sesuatu"ucap sang asisten dan bosnya hanya cukup berdehem saja


dalam hati dion mengumpat " hei tuan bicaralah yang banyak, aku takut kau mati dengan tubuh yang kaku, kau seperti orang bisu saja" yahh seperti inilah dion dia hanya bisa mengumpat dalam hatinya, kasihan sekali dia.


"antar aku pulang" dion menatap sang bos yang sudah berdiri dan berjalan dengan santai itu dengan cepat juga dia mengikutinya "baik tuan".