
Sore harinya seperti apa yang Auron Li katakan, dia mengajak Han Yuna pergi ke pusat perbelanjaan terbesar di kota.
Auron Li membawa istrinya masuk ke beberapa toko pakaian, sepatu, tas dan yang lainnya.
Sebelumnya Han Yuna tidak pernah pergi ke pusat perbelanjaan sebesar itu, jadi dia kebingungan saat dia harus memilih pakaian yang harganya begitu mahal.
"Satu baju ini harganya setara dengan uang gajiku selama 3 bulan." Gumam Han Yuna saat melihat harga baju yang ingin dia coba.
Auron Li yang melihat Han Yuna termenung di depan baju-baju yang berjejer, berjalan mendekatinya.
"Apa kau suka baju ini?" Tanya Auron Li pada Han Yuna.
Han Yuna menoleh dan mengangguk pelan.
"Kalau begitu kita beli yang ini." Ucap Auron Li tanpa berpikir lagi.
Han Yuna menggelengkan kepalanya, dia lalu meminta Auron Li sedikit membungkuk.
"Harga baju ini sangat mahal, kita cari yang lain saja." Bisik Han Yuna pada telinga Auron Li.
Auron Li tersenyum mendengar bisikan dari istri kecilnya, dia lalu mengusap pelan kepala Han Yuna.
"Bawa semua baju model terbaru kalian, dan biarkan nyonya muda mencobanya." Ucap Auron Li pada pelayan toko.
"Baik tuan."
Beberapa pelayan toko segera membawakan pakaian model terbaru yang ada di toko pakaian mereka.
Ada lebih dari 8 pakaian model terbaru yang para pelayan toko itu bawa, dan di tunjukan pada Auron Li dan Han Yuna.
"Ini adalah model-model baju terbaru kami, tuan." Ucap salah seorang pelayan toko.
Auron Li melihat semua pakaian itu lalu mengangguk.
Han Yuna menarik lengan jas Auron Li dengan pelan.
"Tidak perlu melakukan itu." Ucap Han Yuna pelan.
"Kau tenang saja."
Auron Li kembali melihat pakaian-pakaian yang di bawa oleh pelayan toko.
"Aku ingin yang ini, ini, ini, dan dua yang itu. Semua dengan ukuran yang sama." Auron Li menunjuk pakaian yang dia rasa cocok untuk Han Yuna kenakan.
"Baik tuan." Ucap salah seorang pelayan toko.
"Kenapa kau membeli begitu banyak?" Tanya Han Yuna.
"Sayang, aku ingin memberikan semua yang tidak pernah kamu dapatkan dari keluarga mu dan orang lain. Jadi biarkan aku memanjakanmu kali ini." Ucap Auron Li dengan lembut.
Para pelayan toko dan pengunjung yang mendengar ucapan Auron Li sangat iri pada Han Yuna, karena dia mempunyai suami yang begitu perhatian dan memanjakannya.
"Baiklah, tetapi hanya hari ini." Ucap Han Yuna.
Auron Li mengangguk seraya tersenyum "Cobalah salah satu, biar pelayan toko tahu ukuran bajunya."
"Tidak perlu, aku akan memakainya di rumah."
Han Yuna lalu memberitahu pelayan toko ukuran apa yang harus mereka ambil untuk pakaian-pakaian tadi.
Setelah selesai membeli pakaian, sepatu dan tas. Mereka berdua berjalan keluar dari gedung pusat perbelanjaan yang besar itu.
"Kita makan malam dulu di restoran, setelah itu baru pulang." Ucap Auron Li.
"Em, iya."
Mobil yang Auron Li dan Han Yuna naiki melaju menuju sebuah restoran mewah yang ada di kota itu.
"Silahkan nyonya muda." Ucap supir pribadi mereka membukakan pintu mobil, setelah sampai di depan restoran.
Han Yuna keluar dari dalam mobil, sementara Auron Li keluar dari pintu mobil yang lainnya.
"Kita akan makan malam disini?" Tanya Han Yuna sambil menatap restoran mewah itu.
"Benar, ayo."
Auron Li menggandeng tangan Han Yuna, lalu mereka masuk ke dalam restoran itu bersamaan.
Selama Han Yuna pergi dengan Auron Li, dia tidak pernah berjalan di belakang Auron Li. Itu karena, posisi Han Yuna memanglah berada di samping Auron Li, bukan di belakang seperti seorang pelayan di rumahnya.
"Selamat datang tuan dan nyonya." Ucap seorang pelayan restoran menyambut mereka.
"Aku ingin tempat yang nyaman, agar istriku bisa makan dengan tenang." Ucap Auron Li pada pelayan restoran itu.
"Baik, silahkan ikuti saya. Saya akan membawa anda dan istri anda kesana."
Auron Li mengangguk.
Mereka berdua lalu berjalan mengikuti pelayan restoran itu, setelah masuk agak ke dalam dan melewati beberapa meja, mereka akhirnya sampai.
"Silahkan tuan. Selain nyaman, disini juga tidak begitu banyak orang yang akan memperhatikan kalian." Ucap pelayan itu lagi.
"Hmm iya."
Setelah memesan beberapa menu, pelayan itu lalu pergi dari meja Auron Li dan Han Yuna.
"Auron, apa tidak apa-apa kita makan disini?" Bisik Han Yuna.
"Tidak apa-apa, aku sudah memesan beberapa makanan dan kau harus menghabiskannya."
"Makan malam terlalu banyak akan membuat tubuhku bulat, Auron."
"Itu tidak masalah, aku lebih suka melihat pipimu bulat, dari pada seperti kebanyakan wanita yang seperti tidak mempunyai daging di pipi mereka."
"Pfffttt, kau ini. Tapi jika aku gemuk, aku takut kau akan mencari wanita lain."
"Jika begitu, kau harus melahirkan banyak anak, agar tidak ada wanita yang mendekatiku dan menarik perhatianku."
"Auron." Han Yuna mengembungkan pipinya.
"Baiklah, aku tidak akan melakukan itu. Kau satu-satunya nyonya muda Li di sisiku." Ucao Auron Li dengan sedikit terkekeh melihat istrinya.