
"Auron, aku ingin mencoba yang ini. Apakah boleh?" Ucap Yuna yang berdiri di depan salah satu gaun pengantin.
"Tentu saja boleh, sayang. Jika kau menyukainya, aku akan membelikannya untuk kau pakai nanti."
"Iya, terima kasih."
Yuna menatap Cleo yang berdiri tidak jauh darinya, "Nona, saya ingin mencoba gaun yang ini."
"Baik nyonya Li, saya akan mengambilkan gaun ini. Dan akan membantu anda memakai gaun pengantin ini."
"Iya, terima kasih."
Cleo mengangguk, di bantu oleh seorang pekerjanya Cleo melepaskan gaun pengantin yang terpasang pada sebuah patung, karena akan di coba oleh Yuna.
"Baik nyonya Li, mohon untuk mengikuti saya ke ruang ganti." Ucap Cleo setelah selesai melepaskan gaun pengantin dari patung.
"Iya."
Cleo membawa Yuna dengan hati-hati karena dia tidak mau Yuna terjatuh atau terpeleset saat menaiki dua buah tangga kecil.
Auron Li yang menunggu Yuna di liar, duduk di sebuah sofa dan melihat beberapa gaun yang tidak di pilih oleh Yuna.
"Dia memang seorang desainer yang hebat, walaupun hanya membuat beberapa karya setiap tahunnya. Tapi dia berhasil memiliki butik ini." Ucap Auron Li.
Auron Li mengetahui tentang pemilik butik itu dari sebuah media sosial, dan memilih butik itu karena dia yakin jika hasil karyanya sangat luar biasa.
15 menit kemudian, di bantu oleh Cleo dan pekerjanya Yuna keluar dari ruang ganti.
"Tuan Li." Ucap Cleo.
Auron Li yang namanya di panggil menoleh, dan seketika kedua matanya menatap seorang wanita cantik dan anggun tengah berjalan mendekat padanya.
"Sayang." Ucap Auron Li pada Yuna sambil berdiri.
Kedua mata Auron Li menatap istri kecilnya tanpa berkedip, dia tidak percaya jika saat ini Yuna berdiri di depannya dengan begitu cantik.
"Katakan padaku, apakah seorang putri telah melarikan diri dari istananya?" Ucap Auron Li yang masih menatap Yuna.
"Auron."
Cleo dan pekerjanya tersenyum mendengar ucapan Auron Li pada istrinya.
"Nyonya Li bukanlah seorang putri, melainkan seorang ratu yang tercantik." Ucap Cleo.
Auron Li berjalan lebih dekat pada Yuna, dan menyentuh pipi merona Yuna yang terlihat semakin menggelembung itu.
"Kau sangat cantik sayang." Ucap Auron Li dengan lembut.
"Be... Benarkah?"
Auron Li mengangguk, "Aku tidak rela kau akan tampil cantik seperti ini di depan banyak orang nanti."
"Auron, jika aku tidak terlihat cantik. Mereka pasti akan mengira jika kau memperlakukanku dengan tidak baik, dan mereka pasti akan berkata jika kau menikah dengan wanita yang tidak cantik."
Auron Li terkekeh mendengar ucapan istri kecilnya yang begitu menggemaskan itu.
"Iya, iya. Kau akan menjadi engantin tercantik di negara dan dunia ini."
Yuna tersenyum mendengar apa yang Auron katakan.
"Aku ingin memakai gaun ini nanti." Ucap Yuna.
"Baiklah, kita akan membelinya."
"Terima kasih."
Auron Li mengusap pipi Yuna dengan lembut dan mencium keningnya.
"Auron, disini ada orang." Ucap Yuna setelah Auron Li mencium keningnya.
"Tidak apa-apa, mereka tidak melihatnya."
"Benar nyonya Li, tadi kami tidak melihatnya."
Yuna menatap Auron Li dengan tajam, karena dia selalu mencium, bibir, kening atau pipi Yuna secara tiba-tiba.
"Tuan Li, gaun pengantin yang tuan dan nyonya Li inginkan akan saya kirimkan sore nanti, setelah kami memeriksa ulang gaun itu." Ucap Cleo.
"Baiklah, kirimkan saja gaun itu ke alamat ini."
Auron Li memberikan alamat mansionnya pada Cleo.
"Baik."
"Terima kasih sudah membantu saya tadi." Ucap Yuna pada Cleo.
"Itu sudah menjadi tugas kami untuk membantu anda nyonya Li."
Yuna mengangguk.
Auron Li dan Yuna lalu keluar dari butik itu dan naik ke mobil.
Cleo yang melihat sepasang suami istri itu tersenyum, "Nyonya Li begitu baik dan ramah."
"Anda benar, saya mengira dia akan seperti istri orang kaya lainnya."Ucap pekerja Cleo
Di dalam mobil, Yuna menatap kotak kue yang saat ini telah ada di atas paanggukannya.
"Auron, apa aku boleh memakan kuenya lagi?" Ucap Yuna.
Auron Li menatap Yuna, "Iya, kau bisa memakannya sayang."
Yuna tersenyum lalu mengambil satu kue dari dalam kotak kue yang ada di atas pangkuannya.
Auron Li menghidupkan mobil lalu melajukannya. Sudah 2 jam mereka berada di luar, Yuna juga sudah mencoba gaun pengantinnya. Dan Auron Li yang tidak ingin Yuna semakin kelelahan, membawa mereka kembali ke mansion.
"Auron, bagaimana dengan sepatunya? Bukankah kita perlu membelinya?" Ucap Yuna di sela makannya.
"Aku akan meminta orang dari toko sepatu datang ke mansion, kau sudah berdiri terlalu lama. Kakimu bisa sakit jika kita pergi ke toko sepatu."
"Tapi......"
"Sayang, kamu bisa mencoba beberapa sepatu yang sesuai dengan gaun pengantin yang kau coba tadi. Kau juga bisa memilih sepatu lainnya nanti."
Yuna hanya bisa mengangguk, sebenarnya dia ingin pergi ke toko sepatu dan mencobanya disana. Tetapi apa yang Auron Li katakan benar, saat ini perutnya sudah besar dan kakinya pun saat ini sudah terasa sedikit lelah.
"Aku akan meminta koki membuatkan kue untukmu, setelah kau mencoba sepatu itu di mansion, kau bisa memakan kue yang sudah jadi." Ucap Auron Li.
"Baiklah."
Auron Li mengusap kepala Yuna, seolah sedang mencoba menghibur anak perempuannya yang sedang cemberut.
Mobil terus melesat melewati beberapa gedung perusahaan dan toko, dan setelah melewati sebuah jalanan khusus mereka sampai di depan mansion.
"Sayang ayo kita....."
Auron Li berhenti berbicara setelah melihat istrinya tertidur di sampingnya.
"Dia benar-benar kelelahan." Ucap Auron Li dengan pelan.
Auron Li segera turun dari mobil dan dia membuka pintu mobil yang ada di samping Yuna.
Dengan pelan Auron Li memindahkan kotak kue yang ada di atas pangkuan istri kecilnya, lalu dengan hati-hati mengangkat dan menggendong Yuna masuk ke dalam mansion.
Kepala pelayan yang membukakan pintu, sempat terkejut namun kemudian mengangguk.
"Kau ikut aku ke atas, dan bukakan pintu kamar untuk ku." Ucap Auron Li dengan pelan pada kepala pelayan.
"Baik tuan." Ucap kepala pelayan dengan oelan juga.
Kepala pelayan berjalan lebih dulu dengan cepat, dan di susul Auron Li yang menggendong tubuh Yuna.
Pintu kamar telah terbuka, Auron Li masuk ke dalam kamar yang kemudian kepala pelayan kembali menutup pintu kamar itu.
Auron Li membaringkan Yuna di atas ranjang dengan hati-hati agar istrinya yang kelelahan itu tidak terbangun.
"Kita hanya keluar tidak lama untuk mencoba gaun pengantin mu, tapi kau sudah kelelahan. Jika kita pergi ke toko sepatu, kau pasti akan semakin kelelahan, dan aku takut akan terjadi apa-apa padamu dan bayi kita." Ucap Auron Li pelan.
Auron Li melepaskan sepatu yang Yuna pakai, lalu menarik selimut untuk menyelimuti tubuh Yuna. Setelah menyalakan Ac agar Yuna tidak kepanasan, Auron Li berjalan ke kamar mandi karema tubuhnya terasa lengket.