CEO'S LITTLE GIRL

CEO'S LITTLE GIRL
Part #54



"Auron, bisakah kita makan dulu? Aku lapar." Ucap Yuna ketika mereka berada di dalam mobil.


"Kau lapar? Bukankah tadi kita sudah sarapan sayang?"


"Iya, tapi.... Aku lapar lagi."


Auron Li hanya tersenyum, "Baiklah, kita mampir ke toko kue untuk membeli beberapa kue. Kau tidak bisa makan terlalu banyak sayang, karena kau nanti akan mencoba beberapa gaun."


"Baiklah, yang penting perut ku tidak begitu lapar lagi."


Auron Li mengangguk, "Iya."


Auron Li melajukan mobilnya sambil kedua matanya melirik beberapa toko yang berjejer di pinggir jalan.


"Auron, itu ada toko kue." Ucap Yuna.


Auron Li melihat toko kue itu, lalu menepikan mobilnya.


"Ayo kita turun sayang." Ucap Auron Li setelah mobil berhenti.


Yuna mengangguk.


Auron Li dan Yuna turun dari mobil, dan berjalan bersama menuju toko kue itu.


"Selamat datang tuan, nyonya." Ucap pelayan toko kue dengan ramah.


"Selamat siang, apa kalian mempunyai kue spesial hari ini?" Ucap Yuna sambil melihat kue yang berjejer di dalam lemari kaca.


"Iya nyonya, kami mempunyai 3 kue spesial untuk hari ini."


"Aku ingin 3 kue itu, masing tolong ambilkan 2."


"Baik. Mohon tunggu sebentar."


Yuna mengangguk.


"Sayang, kau akan memakan semua kue itu?" Ucap Auron Li.


"Iya, aku bisa makan di mobil 2, dan setelah mencoba gaun aku bisa memakannya lagi."


Auron Li hanya bisa diam melihat Yuna, dia tidak menyangka semakin besar anaknya tumbuh di dalam perut istri kecilnya, semakin banyak porsi makananan yang Yuna makan.


Namun meski begitu, Auron Li bersyukur karena istri dan anaknya selalu baik-baik saja.


Ddrrrrrrrt ddrrrrrrrt


Ponsel Auron Li bergetar di dalam saku celananya, dia lalu mengambil ponsel itu dan melihat siapa yang menghubunginya.


"Sayang, bibi Ran menelfon. Kau mau bicara dengannya?" Ucap Auron Li.


"Bibi Ran?"


"Iya, dia pasti ingin bertanya keadaan mu. Jadi lebih baik kau langsung bicara dengannya."


Yuna mengangguk, dan mengambil ponsel dari tangan Auron Li.


Yuna : Halo bibi Ran.


Bibi Ran : Yuna, apa ini kamu sayang?


Yuna : Iya bibi, ini aku.


Bibi Ran : Bagaimana keadaanmu?


Yuna : Aku baik-baik saja bibi, kapan bibi akan main ke mansion lagi?


Bibi Ran : Jika bibi tidak sibuk, minggu depan bibi akan kesana.


Yuna : Apa bibi tidak bisa kesini besok?


Bibi Ran : Besok?


Yuna : (Mengangguk) Iya bibi, bantu aku memilih undangan.


Bibi Ran : Undangan?


Yuna : Iya, Auron berjanji akan membuat pesta pernikahan kami, dan hari ini Auron akan membawa ku ke butik untuk melihat dan mencoba gaun pengantin.


Bibi Ran : ........ Yuna sayang, kamu sedang hamil. Apa tidak akan terjadi apa-apa nanti?


Yuna : Tidak apa-apa bibi, aku ingin memakai gaun pengantin saat perutku seperti ini.


Auron Li yang mendengar pembicaraan Yuna di telfon menggelengkan kepalanya, dia masih tidak menyangka jika Yuna benar-benar ingin mengadakan pesta pernikahan saat dirinya sedang hamil.


Bibi Ran : Baiklah, bibi akan memberitahu kakek dan para adik iparmu.


Yuna : Baik bibi, terima kasih.


Bibi Ran : Iya sayang. Yuna, bisa berikan ponsel ke Auron? Bibi ingin bicara dengannya.


Yuna : Baik bibi.


Yuna memberikan pilonselnya pada Auron Li, "Auron, bibi Ran berkata ingin bicara denganmu."


"Iya, kuenya sudah di bayar. Kau tinggal mengambilnya."


Yuna mengangguk seraya tersenyum.


Auron Li berjalan beberapa langkah, lalu menempelkan ponsel pada telinganya.


Bibi Ran : Li, bagaimana bisa kau menyembunyikan semuanya dari bibi?


Auron Li : (Mengerutkan kening) Apa maksud bibi?


Bibi Ran : Pembengkakan pada jantung mu.


Auron Li : (Terkejut) Bagaimana bibi bisa mengetahui itu?


Bibi Ran : Kemarin bibi pergi ke tempat dokter Kei, dan tidak sengaja melihat hasil pemeriksaan mu di atas mejanya.


Auron Li : ...........


Bibi Ran : Li, apa kamu ingin terus merahasiakan ini dari kami?


Yuna berjalan mendekati Auron Li, "Auron, aku sudah mengambil kuenya." Ucap Yuna.


"Iya sayang."


Auron Li : Kita bicarakan lagi setelah bibi ke mansion.


Bibi Ran : Iya.


Auron Li memutuskan sambungan telefonya lalu memasukan kembali ponselnya ke dalam saku celananya.


"Kau sudah mendapatkan kue mu, kalau begitu kita pergi sekarang." Ucap Auron Li


Yuna mengangguk, "Iya."


Auron Li dan Yuna lalu berjalam menuju mobil, dan setelah mereka masuk Auron Li melajukan mobilnya menuju butik gaun pengantin.


"Auron." Ucap Yuna.


"Iya sayang."


"Apa yang kau bicarakan dengan bibi Ran tadi?"


"Bukan hal yang terlalu penting sayang, kau tidak perlu memikirkannya. Setelah ini kau akan mencoba gaun pengantin, jadi kau hanya harus fokus pada itu saja."


Yuna mengangguk, "Baiklah."


Auron Li menatap Yuna sejenak lalu tersenyum, setelah itu dia kembali fokus mengemudikan mobilnya.


"Dokter Kei, ceroboh sekali dia. Bibi Ran sudah mengetahui hal itu, aku harap dia tidak mengatakannya pada orang lain."


Auron Li menghentikan mobilnya di depan sebuah butik dua lantai, yang cukup bagus.


"Ayo sayang, kita sudah sampai." Ucap Auron Li.


Yuna menatap bagunan dua lantai itu, "Iya."


Yuna dan Auron Li turun dari mobil dan bersama-sama berjalan memasuki butik itu.


"Selamat siang tuan dan nyonya, apakah anda sudah memiliki janji dengan nona Cleo?" Ucap seorang pekerja di butik itu pada Auron Li dan Yuna.


"Aku Auron Li, aku sudah membuat janji dengannya. Kau bisa bertanya padanya." Ucap Auron Li.


"Baik, mohon tunggu sebentar."


Pekerja itu lalu menghubungi pemilik butik itu.


Tak berapa lama setelah pekerja itu menghubungi pemilik butik, seorang wanita berusia 40 tahun keluar dari dalam.


"Tuan Li, dan nyonya Li. Maaf karena membuat kalian menunggu dan tidak nyaman." Ucap wanita bernama Cleo itu.


"Tidak apa-apa." Ucap Auron Li.


"Jika begitu. Mari, saya akan menunjukan beberapa gaun pengantin yang indah dan hanya ada satu di dunia kepada tuan dan nyonya Li."


Auron Li mengangguk, dan dengan menggandeng tangan Yuna, mereka masuk lebih dalam ke butik itu mengikuti Cleo.


Di dalam sebuah ruangan sudah ada 5 gaun pengantin yang berjejer dengan sangat indah.


Gaun-gaun itu merupakan gaun pengantin yang hanya ada satu di dunia. Sebab Cleo hanya membuat satu desain gaun pengantin saja, dan tidak membuat model yang sama lagi.


"Tuan dan nyonya Li, ini adalah gaun pengantin yang saat ini saya miliki." Ucap Cleo.


Gaun pengantin yang berjejer merupakan gaun pengantin dengan bahan terbaik, dan pembuatan yang sangat detail di setiap jahitan dan di penuhi dengan hiasan berlian juga beberapa rubi terbaik.


Yuna yang melihat gaun pengantin di depannya merasa takjub, "Auron, benarkah aku bisa memiliki salah satu gaun pengantin yang ada disini?"


"Tentu sayang, kau bisa memilih dan memilikinya."


Yuna tersenyum dan mengangguk dengan bahagia.


"Nyonya Li, melihat dari tubuuh anda. Pasti saat ini anda tengah hamil. Ke 3 gaun ini ukurannya sedikit besar, dan sepertinya akan cocok dengan anda yang pasti tidak begitu menyukai gaun yang begitu menyolok." Ucap Cleo menunjukkan 3 gaun yang sesuai dengan Yuna.


"Terima kasih, saya akan melihatnya dulu."


"Tentu nyonya Li."


Yuna mengangguk dan berjalan mendekati 3 gaun yang sebutkan Cleo satu persatu.


Cleo merasa senang karena nyonya Li yang ada di depannya begitu ramah, dan murah senyum. Tidak seperti wanita kaya lainnya, yang sombong dan ucapan mereka terdengar sangat tinggi.


Dan jika di bandingkan dengan nyonya Li, mereka tentu tidak ada apa-apanya.