
Hari pesta perayaan keluarga Hong tiba, Han Yuna yang di minta untuk menjadi pendamping Auron Li telah siap dejgan gaun pesta yang di rancang oleh desainer ternama.
Auron Li yang melihat betapa cantik istrinya, merasa tidak rela jika kecantikan itu harus di lihat oleh orang lain. Namun jika dia tidak membawa Han Yuna, keluarga Hong akan terus melakukan hal menjijikan untuk bisa masuk ke dalam keluarga Li.
"Ayo sayang, kita akan masuk ke dalam." Ucap Auron Li saat mereka berada di depan sebuah pintu besar.
"Iya, tapi aku merasa takut."
"Jangan takut, aku tudak akan pernah meninggalkan mu disana."
Han Yuna mengangguk, dia memper-erat tangannya yang melingkar pada lengan Auron Li.
Sepasang suami istri itu berjalan mendekati pintu besar, dan dua orang yang berjaga di depan membukakan pintu itu untuk mereka berdua.
Ceklek
Setelah pintu terbuka, semua pandangan orang-orang yang telah berada di dalam ruangan yang cukup besar terpaku pada orang yang berdiri di depan pintu.
Mereka tampak kagum dengan kecantikan dan ketampanan Han Yuna dan Auron Li yang baru saja memasuki ruang oesta itu.
Kedatangan Auron Li bersama dengan Han Yuna pun telah mengundang banyak tanya dari para tamu undangan yang ada di sana. Karena selama ini Auron Li selalu datang bersama dengan Lei, sekertaris pribadinya.
Han Yuna yang di tatap oleh para tamu undangan mengeratkan tangannya pada lengan Auron Li, dan itu membuat Auron Li tahu jika saat ini istri kecilnya sedang merasa tidak nyaman.
"Jangan khawatir, ada aku disini." Ucap Auron Li dengan pelan menenangkan Han Yuna.
Auron Li membawa Han Yuna berjalan lebih dalam ke tengah ruang pesta itu.
"Selamat malam tuan Li, bagaimana kabar anda?" Sapa salah seorang tamu undangan bersama dengan pasangannya.
"Iya, selamat malam." Ucap Auron Li.
"Tuan Li, pasangan anda sangat cantik malam ini. Apakah ini adalah nyonya Li?" Ucap seorang wanita yang menjadi pasangan pria tadi, mencoba menebak.
"Benar, dia adalah nyonya Li."
"Wah, ini sungguh kabar yang sangat mengejutkan. Tapi kenapa anda tidak memberitahu semua orang, bahwa anda sudah menikah?" Ucap wanita itu.
Auron Li menatap Han Yuna "Istri saya belum siap jika semua orang tahu tentang pernikahan kami. Dan saya sangat menghormati keinginannya itu."
Semua orang tertegun melihat kelembutan yang terpancar pada kedua mata Auron Li saat menatap dan berkata sambil mengatakan itu semua pada Han Yuna.
"Jika begitu. Nyonya Li, selamat atas pernikahan anda dan tuan Li. Kami semua berharap saat kalian mengadakan pesta pernikahan, anda dan tuan Li akan mengundang kami untuk datang." Ucap wanita itu lagi dengan tersenyum.
"Ah, I... Iya. Terima kasih." Ucap Han Yuna dengan gugup.
Wanita itu tersenyum dan mengangguk.
Auron Li lalu membawa Han Yuna pergi ke salah satu meja yang berisi beragam kue disana.
"Wah, banyak sekali kue. Apakah aku boleh mencobanya Auron?" Ucap Han Yuna sedikit berbisik pada Auron Li.
"Tentu saja, tidak ada yang bisa melarang nyonya Li untuk memakan kue-kue itu."
"Terima kasih."
"Ambil dan cobalah."
Han Yuna mengangguk, dia lalu mengambil piring kecil yang berada di sudut meja, lalu mengambil dua kue yang sangat ingin dia makan. Sementara Auron Li pergi untuk mengambil minuman yang ada di meja lainnya.
Setelah selesai mengambil kue, Han Yuna bermaksud untuk kembali pada Auron Li, dan memakan kue itu bersamanya. Tetapi saat Han Yuna berbalik, dia tidak melihat Auron Li dimana dia tadi berdiri.
"Kemana Auron?" Gumam Han Yuna sambil melihat kesana kemari, mencoba mencari sosok suaminya.
Han Yuna tidak berani beranjak dari tempatnya berdiri, karena dia tidak mengenal siapa pun di dalam ruang pesta itu. Terlebih, dia tidak pernah pergi ke pesta yang sangat mewah seperti itu.
"Dimana Auron, kenapa dia pergi tidak berkata apapun padaku?" Gumam Han Yuna lagi dengan sedikit khawatir dan takut.