CEO'S LITTLE GIRL

CEO'S LITTLE GIRL
CLG 17



Tak berapa lama Auron Li yang hanya pura-pura tidur itu, membuka mata setelah mendengar dengkuran halus dari istri kecilnya.


"Aku tidak akan membiarkan siapapun mencoba membuatmu meninggalkan aku, dan berfikir yang tidak-tidak padaku." Ucap Auron Li pelan sambil membelai pipi putih Han Yuna yang terlelap dalam pelukannya.


Auron Li tahu, jika selama ini keluarga adik dari pamannya (Keluarga Xu) selalu berusaha ingin masuk ke dalam keluarga Li, karena itu mereka menggunakan Amora untuk mendekati dia agar Auron Li mau menikah dengan Gracia Xu itu.


Tapi sayang, selama bertahun-tahun Auron Li yang sudah lama tidak menyukai keluarga Xu itu, tidak pernah menanggapi apa yang Gracia Xu lakukan padanya.


"Hanya keluarga yang suka menjil4t saja beraninya mencoba menyentuh batas kesabaranku."


Auron Li menatap wajah polos Han Yuna, dia lalu mengambil ponselnya dan memotret Han Yuna yang sedang tertidur itu.


"Sangat menggemaskan." Gumam Auron Li.


Auron Li lalu memasang foto itu sebagai wallpaper pada layar ponselnya, dan tersenyum puas.


...----------------...


Hari ini Auron Li dan Han Yuna tengah bersiap untuk kembali ke mansion, setelah dua hari menginap di rumah utama dan bertemu dengan anggota keluarga Li.


"Kau sudah siap?" Ucap Auron Li pada Han Yuna.


Han Yuna mengangguk "Iya."


"Ayo."


Seperti biasa, Auron Li dan Han Yuna bergandengan tangan keluar dari kamar dan berjalan ke ruang makan.


"Selamat pagi kakek, bibi, dan semuanya." Ucap Han Yuna.


"Selamat pagi." Ucap bibi Li Ran.


"Pagi kakak ipar." Ucap Amora dan kedua adik sepupu Auron Li.


Auron Li dan Han Yuna duduk di kursi, dan mereka semua mulai menikmati sarapan mereka.


"Kakak, apa kalian hari ini benar-benar akan pulang?" Tanya Amora pada Auron Li.


"Iya." Ucap Auron Li.


"Lalu kapan kalian akan kesini lagi?"


"Belum tahu."


"Aku masih ingin berbicara banyak hal dengan kakak ipar."


"Amora benar." Ucap Lulu ikut berbicara.


"Bicara apa? Lebih baik kalian fokus pada pekerjaan kalian." Ucap Auron Li seraya menatap Amora dan Lulu bergantian.


"Tentu saja membicarakan cara yang kakak ipar gunakan untuk mencairkan hati kakak." Ucap Amora.


"Amora Li, sepertinya pekerjaan mu akhir-akhir ini sangat santai."


"Tidak kakak, pekerjaan ku sangat banyak sekali." Ucap Amora dengan cepat.


"Jika begitu, tidak perlu memikirkan hal yang lain. Lagi pula kakak iparmu sibuk dengan kuliahnya."


Amora hanya bisa diam menerima apa yang sudah kakaknya katakan.


"Jika kalian libur, kalian bisa datang ke mansion kakak kalian." Ucap Han Yuna yang tidak tega melihat Amora.


"Benarkah kakak ipar, tapi....."


Amora berhenti berbicara dan melirik ke arah Auron Li.


"Kau, dan yang lain boleh datang ke mansion. Kecuali wanita dari keluarga Xu itu."


"Keluarga Xu, maksud kakak.....?"


"Gracia Xu." Ucap Li Huan.


"Memang kenapa dengan dia?" Tanya Amora.


"Aku tidak mau dia mengatakan hal yang tidak-tidak pada kakak ipar kalian. Sehingga membuatnya tidak nyaman dan akhirnya terjadi kesalah pahaman di antara kami." Ucap Auron Li.


"Benar, aku juga tidak suka dengan dia. Dia itu bukan dari keluarga Li, tapi keluar masuk seenaknya dan juga suka memerintah para pelayan dan kepala pelayan, seperti nyonya di rumah ini. Sangat menyebalkan." Ucap Lulu.


"Tapi dia tidak seperti itu di padaku." Ucap Amora.


"Aku tidak seperti itu, Auron." Ucap Han Yuna membela diri.


Auron Li menatap Han Yuna , dan itu membuat Han Yuna diam dan menunduk karena merasa takut.


"...... Kakak ipar apakah itu benar?" Tanya Amora oada Han Yuna.


Han Yuna pun mengangguk "Tapi... Aku benar-benar tidak cemburu." Ucap Han Yuna sambil kembali menatap Auron Li.


"Hahaha hubungan kalian sangat bagus, kakek berharap kalian selalu bahagia. Untuk keluarga Xu itu, kakek dan bibi mu yang akan mengurusnya. Kalian tinggalah dengan baik disana." Ucap kakek Li dengan bahagia.


"Baik kakek, terima kasih." Ucap Han Yuna.


"Kau anak yang baik dan sopan, Auron Li kami sangat beruntung." Ucap bibi Li Ran.


"Bibi benar, aku sangat beruntung mempunyai istri seperti dia." Ucap Auron Li membenarkan.


Han Yuna menundukkan wajahnya, tapi kali ini karena malu.


"Ah lihatlah, dia malu."


Semua orang tertawa melihat Han Yuna yang begitu menggemaskan.


"Baiklah. Demi kakak ipar, aku tidak akan membawa Gracia Xu ke mansion kakak jika aku datang kesana." Ucap Amora.


"Terima kasih. Aku akan membuatkan puding karamel untukmu nanti." Ucap Han Yuna.


"Wah, kakak ipar bisa membuat puding karamel?"


"Iya, salah satu koki tempat aku bekerja dulu mengajariku membuat puding, dan beberapa desert yang biasa mereka sajikan untuk pengunjung."


"Yeeey, aku bisa mencoba puding karamel buatan kakak ipar."


"Benar Amora, kita juga bisa mencoba desert yang kakak ipar buat, emm... aku tidak sabar untuk mencobanya. Pasti sangat enak." Ucap Lulu.


Melihat semuanya bisa menerima Han Yuna dengan baik, Auron Li merasa bersyukur dan lega.


Setelah selesai sarapan, Han Yuna dan Auron Li berpamitan karena harus kembali ke mansion.


"Apa kau masih takut bertemu dengan kakek dan bibi?" Ucap Auron Li saat mereka berada di dalam mobil menuju mansion.


"Tidak, mereka sangat baik padaku. Hanya saja....."


"Kau masih memikirkan anak dari keluarga Xu itu?"


Han Yuna mengangguk pelan "Bagaimana pun dia sudah menyukai mu sangat lama, dan tiba-tiba kau membawaku pulang. Dia pasti tidak rela dan merasa sakit hati."


"Kau tidak perlu memikirkannya, aku tidak pernah menganggap dia. Dia hanyalah keponakan dari pamanku, tidak ada hubungan darah dengan keluarga Li. Jadi dia tidak akan melakukan apapun padamu."


"Tapi...."


"Aku akan selalu melindungimu." Ucap Auron Li sambil menggenggam tangan Han Yuna.


Han Yuna mengangguk, dia percaya jika apa yang Auron Li katakan akan dia lakukan dengan baik.


Mobil terus melaju melewati beberapa gedung tinggi setelah beberapa kilo meter keluar dari area perumahan elite.


Mereka masih harus berkendara setidaknya 45 menit lagi, nakun Han Yuna yang bangun sangat pagi merasa mengantuk, dan tertidur di dalam mobil.


Auron Li menggelengkan kepalanya melihat istri kecilnya tertidur, dia lalu menurunkan suhu AC agar Han Yuna tidak kedinginan lalu kembali menggenggam tangan Han Yuna, dan mengecup tangan itu dengan lembut.


"Tidak akan ada yang bisa menyakitimu, entah itu keluarga Xu, keluarga Han ataupun keluarga lainnya. Karena aku akan melindungimu dari mereka semua."


45 menit kemudian, Auron Li menghentikan mobilnya tepat di depan mansion. Dengan pelan dia membuka pintu mobil dan dengan hati-hati mengangkat tubuh Han Yuna dari kursi mobil, setelah itu dia menggendong istrinya itu masuk ke dalam mansion.


"Selamat da....."


"Ssssttttttt."


Kepala pelayan yang tadi menyambut Auron Li dan Han Yuna langsung terdiam saat mendengar suara Auron Li. Dia juga terkejut melihat tuannya menggendong Han Yuna yang tengah tidur.


"Bawa semua barang-barang nyonya muda ke atas." Ucap Auron Li pelan pada kepala pelayan.


"Baik tuan."


Dengan pelan dan hati-hati Auron Li berjalan menaiki tangga satu persatu, dia juga sesekali menatap istrinya yang masih terlelap dalam gendongannya.


Para pelayan yang melihat itu merasa sangat bahagia, mereka seperti sedang melihat seorang pangeran yang sedang menggendong permaisurinya.