CEO'S LITTLE GIRL

CEO'S LITTLE GIRL
CLG 31



Di dalam hotel, Auron Li yang sedang duduk di sofa dan tengah melihat beberapa dokumen, di kejutkan oleh getaran ponsel miliknya yang dia letakan di atas meja.


Satu email foto Auron Li dapat dari adiknya, dia lalu membuka pesan email itu, dan dia melihat foto sepotong kue dan juga es krim yang di kirim oleh Amora. Setelah foto terbuka, Auron Li mendapat satu email dari adiknya lagi.


Amora : Kak Guan, kue dan es krim buatan kakak ipar sangat lezat, kali ini semuanya akan kami makan sampai tak tersisa untuk kakak 😜.


Auron Li menggelengkan kepalanya setelah membaca pesan setelah foto itu.


"Kalian ini, masih saja seperti anak-anak." Gumam Auron Li dengan senyum tipis.


Auron Li meletakan kembali ponselnya di atas meja, lalu menyenderkan tubuhnya ke belakang.


"Aku sangat merindukan gadis kecil itu." Ucap Auron Li pelan sambil memejamkan matanya.


Pekerjaan Auron Li di luar kota cukup menguras waktunya dan juga Lei, sehingga seharian itu mereka tidak sempat membuka ponsel untuk menghubungi orang lain.


Beberapa jam yang lalu


Setelah bertemu dengan salah satu klien, tanpa di duga beberapa orang yang bekerjasama dengan Auron Li ingin bertemu dengannya, karena sudah cukup lama mereka ingin menikmati makan siang bersama dengan penguasa bisnis termuda itu.


Dan saat ini Auron Li sedang berada di dalam sebuah restoran mewah, yang ternyata dua orang direktur yang bekerjasama dengan Auron Li mengundang beberapa wanita panggilan untuk menemani mereka makan dan minum bersama.


Hal ini tentu adalah salah satu rencana yang mereka buat, untuk menjila*t Auron Li, agar mereka mendapatkan posisi yang aman kelak.


"Tuan, saya akan membantu anda menuangkan wine untuk anda." Ucap salah seorang wanita panggilan itu pada Auron Li.


Auron Li hanya diam, dia menatap semua makanan yang tersaji di atas meja. Tidak luput, dia juga menatap beberapa rekan kerjasamanya sedang di layani oleh oara wanita itu tanoa malu dan ragu.


"Tuan, ini adalah wine anda." Ucap wanita yang tadi menuangkan wine untuk Auron Li.


Auron Li tidak berkutik sama sekali, melihat tuan yang di layaninya tidak merespon, wanita itu memberanikan diri menyentuh bahu Auron Li.


"Lei!" Seru Auron Li dengan keras, sehingga membuat semua orang yang ada di dalam ruangan itu tersentak karena terkejut.


Lei yang berada di luar ruangan segera masuk saat mendengar suara Auron Li dari dalam ruang VIP itu.


"Tuan, saya....."


Lei berhenti berbicara saat melihat seorang wanita berdiri tidak jauh dari tuannya, dan melihat beberapa wanita bergelayutan pada para direktur yang duduk di depan Auron Li.


Auron Li berdiri dan bersiap untuk pergi dari ruangan itu.


"Urus semuanya dengan baik." Ucap Auron Li seraya berbalik dan meninggalkan ruangan yang menjijikan itu.


"Baik tuan."


Semua direktur yang merasakan aura dingin dari Auron Li tidak bisa berkata apa-apa. Mereka hanya diam melihat Auron Li keluar dari ruangan itu.


"Maaf para direktur semua, sepertinya kerjasama antara perusahaan kalian dan perusahaan tuan Auron Li akan berakhir. Dan sudah di pastikan, kalian akan masuk ke dalam daftar hitam perusahaan kami." Ucap Lei dengan datar sambil menatap para direktur yang terkejut itu.


Tanpa berkata apa-apa lagi, dan tidak mau mendengarkan apa yang ingin mereka katakan, Lei berjalan keluar dari restoran itu untuk menyusul Auron Li yang sudah berada di dalam mobil.


Para direktur yang ada di dalam ruang VIP itu terduduk dengan lemas, mereka tidak bisa lagi berdiri dengan sombong, karena saat ini mereka tidak bisa bekerjasama dengan perusahaan ternama milik Auron Li, dan mereka juga telah masuk dalam daftar hitan perusahaan itu.


Dan tentu saja, nasib perusahaan mereka sudah berada di ujung tanduk.


Lei yang sudah sampai di depan mobil langsung masuk ke dalam, dan melihat Auron Li telah melepaskan jas yang tadi dia pakai.


"Buang jas itu setelah kita sampai di hotel. Dan sore nanti kita kembali." Ucap Auron Li penuh dengan aura gelap.


"Baik tuan muda."


Lei menatap supir pribadi Auron Li, dan tak lama mobil pun melaju dengan cepat kembali ke hotel milik Auron Li.


Auron Li menatap keluar jendela mobil, dia masih merasa kesal dengan apa yang sudah para direktur itu lakukan padanya.


Lei yang merasakan aura yang begitu dingin, menjadi tidak berani berkata apa-apa pada Auron Li. Begitu juga dengan supir pribadi Auron Li yang ikut takut.


15 menit kemudian mereka samoai di deoan hotel, Lei segera turun dan membukakan pintu mobik untuk Auron Li.


Auron Li turun dan mereka langaung berjalan dengan langkah lebar masuk ke dalam hotel itu.


"Selamat siang tu....."


Kedua resepsionis itu menghentikan ucapan mereka, saat merasakan aura gelap dari tubuh Auron Li.


Lei yang melewati kedua resepsionis itu hanya melambaikan tangan, memberi isyarat agar mereka menghiraukan tuan mereka itu.


Auron Li dan Lei masuk ke dalam lift dan mereka segera menuju ke lantai teratas hotel itu.


"Bereskan semuanya." Ucap Auron Li sesaat sebelum dia masuk ke dalam kamarnya.


Lei hanya mengangguk di depan pintu kamar Auron Li.


"Ini semua karena para direktur itu, sudah tahu jika tuan muda sangat tidak menyukai di sentuh oleh wanita manapun, apalagi wanita panggilan. Mereka malah memprovokasi tuan muda, dan membuatnya marah." Gerutu Lei yang kesal dengan para direktur itu.


Lei masuk ke dalam kamarnya untuk membereskan semua barang-barang, sebelum Auron Li kembali marah karena dia belum selesai membereskan semuanya.


Sementara itu di dalam kamar Auron Li, kemeja dan celana yang tadi di pakai oleh Auron Li tergeletak di atas lantai.


Auron Li merasa jika semua pakaian yang dia pakai hari itu sangat kotor, setelah tersentuh oleh wanita panggilan itu saat di restoran tadi.


Suara gemericik air yang jatuh dari shower, menandakan Auron Li tengah mandi.


"Mereka semua, beraninya mereka melakukan hal menjijikan itu padaku." Gumam Auron Li di bawah siraman air yang keluar dari shower.


Setelah 10 menit Auron Li mandi, dia keluar dan segera berganti pakaian.


"Aku merindukan istri kecilku, dia pasti senang karena aku kembali lebih awal dari hari yang di tentukan" Ucap Auron Li dengan senang saat memakai pakaian kasualnya.


Selesai berpakaian Auron Li duduk di atas sofa untuk memeriksa file yang belum dia periksa.


...----------------...


Sore harinya Auron Li yang sudah siap keluar dari kamarnya, dan melihat Lei telah berdiri di depan kamar dengan 2 koper di sampingnya.


"Kita pergi sekarang." Ucap Auron Li pada Lei.


"Baik tuan muda."


Auron Li dan Lei yang membawa dua koper berjalan menuju lift hotel.


"Kau sudah mengurus mereka semua?" Tanya Auron Li saat mereka di dalam lift.


"Sudah tuan, saya juga sudah memasukan perusahaan mereka ke dalan daftar hitam."


"Bagus, berani melakukan hal menjijikan itu padaku. Mereka tidak layak bekerjasama dengan perusahaan milik ku."


Lei hanya mengangguk, dia tidak berani berkata apapun. Karena dia merasa aura yang sangat kental di dalam lift itu.


Ting


Pintu lift terbuka, Auron Li dan Lei keluar, mereka berjalan menuju mobil yang sudah siap di depan gedung hotel.


"Minta seseorang untuk membersihkan semua ruangan di lantai paling atas." Ucap Lei pada dua resepsionis sebelum mereka keluar dari hotel itu.


Di depan mobil, Lei membukakan pintu untuk Auron Li. Dan setelah dia memasukan dua koper yang tengah dia bawa, Lei masuk dan melajukan mobil itu kembali ke mansion milik Auron Li.