CEO'S LITTLE GIRL

CEO'S LITTLE GIRL
CLG 18



Ceklek


Auron Li berjalan memasuki kamar dan membaringkan Han Yuna di atas tempat tidur.


"Eunng..."


Auron Li mendengar Han Yuna mengigau saat dia membaringkan Han Yuna di atas tempat tidur, Auron Li tersenyum melihat istri kecilnya yang menggemaskan itu.


Tok tok


Auron Li berjalan menuju pintu dan membukanya.


"Tuan muda, ini semua barang-barang nyonya muda." Ucap kepala pelayan.


"Iya."


Auron Li lalu menutup pintu kamarnya dan meletakan semua barang-barang Han Yuna di atas meja.


Tubuh Auron Li terasa begitu kaku setelah lebih dari satu jam mengemudikan mobil dari rumah utama ke mansion.


Setelah melepas sepatu dan kemeja yang dia kenakan, Auron Li berbaring di samping Han Yuna dan memeluknya.


"Kau benar-benar cantik dan menggemaskan." Gumam Auron Li sambil menatap wajah istrinya dengan lekat.


Auron Li mengecup kening Han Yuna sebelum dia ikut tidur di samping istri kecilnya itu.


***


Sore harinya Han Yuna bangun dengan tubuh yang jauh lebih segar, dia melihat kesana kemari dengan mata yang belum terbuka sempurna.


"Kau sudah bangun?" Ucap Auron Li.


Han Yuna mengusap kedua matanya lalu melihat orang yang sedang berbicara padanya.


".... Auron?"


"Bagaimana tidurmu?" Ucap Auron Li sambil mengusap kepala Han Yuna dan merapikan beberapa rambut istrinya yang berantakan.


"Cukup baik, aku tidak pernah tidur siang senyenyak ini sebelumnya."


"Baguslah kalau begitu. Sekarang mandilah, kepala pelayan berkata jika makan malam akan segera siap."


Han Yuna mengangguk "Iya, aku mengerti."


Auron Li tersenyum melihat wajah Han Yuna yang lucu saat baru bangun tidur.


Han Yuna merenggangkan tubuhnya sebelum dia bergerak meninggalkan tempat tidur dan pergi ke kamar mandi.


"Tuan muda, seseorang mengirimkan surat untuk anda siang tadi." Ucap kepala pelayan sambil memberikan sebuah surat pada Auron Li.


Auron Li membuka surat itu lalu melihat sebuah undangan pesta yang di adakan oleh keluarga Hong, keluarga yang telah menjebaknya malam itu.


"Sepertinya aku tidak bisa merahasiakan pernikahan ini lebih lama lagi. Jika tidak, keluarga itu akan berulah dan membuat seseorang disini marah karena salah paham." Ucap Auron Li.


Auron Li meletakan surat undangan itu di atas meja lalu menyenderkan tubuhnya ke belakang.


"Dimana Lei?" Tanya Auron Li pada kepala pelayan.


"Tuan Lei sedang berbicara dengan kepala penjaga di belakang, tuan muda."


"Panggilkan dia kesini."


"Baik tuan muda."


Kepala pelayan segera pergi untuk memanggil Lei.


Hanya berselang beberapa menit, Lei sudah berdiri di samping sofa yang Auron Li duduki.


"Tuan muda, anda mencari saya?" Ucap Lei.


"Kau carikan gaun pesta yang bagus, tapi jangan terlalu terbuka untuk nyonya muda."


"Gaun.... pesta?"


"Iya. Keluarga Hong mengundangku ke sebuah pesta. Aku harus membawa nyonya muda kesana."


"Tapi tuan muda, apa nyonya muda mau...."


Lei terdiam saat Auron Li menatapnya dengan tajam.


"Kau lakukan saja apa yang aku minta. Tidak perlu memikirkan yang lainnya."


"Ba... Baik tuan muda, saya akan mencarikan gaun untuk nyonya muda sekarang."


Lei segera pergi untuk melakukan apa yang Auron Li perintahkan, dia tentu tidak mau mati berdiri jika terus berada disana.


Walaupun dia sudah bekerja lebih dari 7 tahun dengan Auron Li, tapi dia tidak pernah bisa menghadapi tatapan tajam yang dingin dan menyeramkan milik tuan mudanya itu.


Lei lebih memilih pergi dengan seribu alasan untuk tidak menghadapi tatapan itu, terlebih jika ada seseorang yang membuat ulah dengan tuan mudanya yang terkenal kejam, dan tanpa ampun kepada siapapun yang telah mengusiknya.


"Kita lihat, setelah mereka tahu aku mempunyai istri. Apakah mereka akan tetap berani melakukan hal menjijikan itu pada ku, atau menyerah?" Ucap Auron Li.


Jika saja Auron Li tidak melihat pertemanan kakeknya dan keluarga Hong itu, sudah lama Auron Li membuat keluarga itu hancur tak tersisa.