
Tap tp tap
"Wah lihatlah, wanita tidak berguna itu ada disini bersama dengan seorang laki-laki dewasa."
Auron Li dan Han Yuna menoleh untuk melihat siapa yang sedang bicara tidak jauh dari mereka.
Monica dan kekasihnya yang merupakan mantan Han Yuna berjalan mendekati meja mereka.
"Kau telah membuat perusahaan Papa seperti itu, karena kau tidak pergi ke negara Z. Dan lihat, kau masih bisa makan dengan tenang disini sebagai simpanan laki-laki ini?" Ucap Monica penuh dengan hinaan.
Han Yuna hanya diam, wajahnya menunduk dan tangannya m*rem4s pakaian yang saat ini dia pakai di bawah meja.
Monica menatap Auron Li yang sedang melihat istri kecilnya.
"Tuan, sepertinya anda tidak tahu siapa wanita tidak berguna ini." Ucap Monica pada Auron Li.
"Aku tidak perlu tahu siapa dia dari orang lain."
Monica tersenyum dan menatap Auron Li dengan seksama.
"S*alan, tampan juga laki-laki tua ini. Dan jika di lihat pakaian sangat bagus dan mahal."
Monica berjalan ke arah kekasihnya lalu melingkarkan tangan pada lengan kekasihnya itu.
"Tuan, kekasih wanita itu saja bahkan tidak mau bersama dengannya. Jadi lebih baik anda...."
Braaaak!
Suara gebrakan meja yang cukup kuat membuat semua orang yang mendengarnya tersentak, termasuk Han Yuna yang terlihat ketakutan setelah melihat orang dari keluarga Han itu.
Auron Li menatap tajam pada Monica dan kekasihnya.
"Dia adalah istriku, dan kau! Kau hanyalah wanita yang tidak tahu malu yang sudah merebut kekasihnya dulu, dan juga telah memfitnahnya. Beraninya kau masih menghina dia di depan ku!" Seru Auron Li pada Monica.
Semua orang yang melihat dan mendengar apa yang Auron Li katakan, menjadi terkejut dan menatap Monica dengan tatapan menghina.
Auron Li meraih tangan Han Yuna yang gemetar karena takut lalu menggenggam tangan itu.
"Kita pulang." Ucap Auron Li pada Han Yuna dengan pelan.
Han Yuna mengangguk pelan.
Auron Li menggendong Han Yuna dan berjalan meninggalkan Monica.
Lei yang duduk tidak jauh dari meja mereka berdiri dan menyusul Auron Li.
"Tunggu! Kau bilang jika dia adalah istri mu. Tetapi kau tidak tahu jika dia hanyalah anak yang ayahku ambil dari panti asuhan!"
Auron Li berhenti, dia menatap wajah istrinya yang sudah di basahi oleh air mata.
"Lei! Beritahu tuan Han. Kerjasama dengan anak perusahaan di kota H di batalkan. Dan masukan semua perusahaan mereka de dalam daftar hitam, juga perusahaan milik keluarga kekasih nona muda Han itu." Ucap Auron Li dengan suara yang keras dan penuh aura membunuh.
"Baik tuan."
Melihat sikap Auron Li Monica tertawa "Hahaha, kau pikir kau siapa tuan? Mengatakan hal itu. Apa kau mengira kau adalah tuan muda Li yang sangat hebat itu?"
Auron Li tidak peduli dengan apa yang Monica katakan, dia terus berjala keluar dari restoran itu.
"Sebaiknya anda berpikir sebelum berkata nona, tuan muda Li kami sangat membenci orang-orang yang melampaui batasnya." Ucap Lei.
Mendengar ucapan Lei yang berkata jika dia adalah tuan muda Li, Monica membulatkan kedua matanya.
"Dia.... Dia... Dia tuan muda Li." Gumam Monica.
Monica telah melakukan kesalahan besar, dan orang-orang yang melihat kejadian itu mencibir, dan menghina apa yang sudah Monica lakukan itu pada Auron Li dan istrinya.
...----------------...
Keesokan harinya, Auron Li yang sudah bangun lebih dulu melihat istrinya masih terlelap, karena semalam dia bermimpi buruk, dan baru bisa tidur jam 4 pagi.
Auron Li dengan pelan turun dari ranjang dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi.
Tadi malam Lei berkata, jika informasi yang Auron Li inginkan tentang Han Yuna sudah bisa dia lihat. Jadi sebelum Han Yuna bangun, dia akan melihatnya di ruang kerja.
10 menit kemudian, Auron Li keluar dari kamar mandi dengan wajah yang jauh lebih segar. Dia melihat istrinya yang masih tidur sebelum dia keluar dari kamar.
"Berikan itu padaku." Ucap Auron Li setelah keluar dari kamar pada Lei yang sudah berada di depan pintu kamarnya.
"Kau berjagalah disini, jika terjadi apa-apa atau terdengar teriakan dari dalam kamar, beritahu aku."
"Baik tuan muda."
Auron Li berjalan menuju ruang kerjanya dan masuk kedalam ruangan itu sendirian. Sementara Lei berdiri di samping pintu kamar seperti apa yang Auron Li perintahkan padanya.
"Sepertinya posisi nyonya muda di hati tuan muda benar-benar sangat istimewa dan sangat berarti. Nyonya muda, aku berharap kalian cepat mempunyai bayi, agar hubungan kalian semakin erat dan tidak akan ada orang-orang yang berani memisahkan kalian berdua lagi."
Di dalam ruang kerja, Auron Li menghidupkan komputer yang ada di atas meja kerja dan memasukan flashdisk yang dia terima dari Lei.
Auron Li menatap layar komputernya dengan seksama, dia membuka sebuah folder yang terlihat di layar komputernya, dan membacanya dengan serius.
Braaaaakk!
Auron Li menggebrak meja kerjanya setelah beberapa saat membaca informasi yang dia dapat.
"Keluarga Han, beraninya kalian." Ucap Auron Li dengan geram.
Tidak banyak yang tahu bagaimana kehidupan Han Yuna selama di dalam rumah keluarga Han itu, bahkan para tetangga juga tidak tahu jika Han Yuna mendapatkan perlakuan tidak baik dari keluarga yang sudah mengadopsinya. Sebab keluarga itu selalu menunjukan kasih sayang mereka kepada Han Yuna di depan para tetangga, dan anggota keluarga besar Han yang lain.
Sekarang setelah Auron Li tahu bagaimana mereka memperlakukan istrinya selama ini di dalam rumah keluarga Han, dia jadi tahu kenapa Han Yuna selalu merasa takut jika bertemu banyak orang, seperti saat dia membawa Han Yuna ke pesta kemarin.
"Kalian tidak akan aku lepaskan." Ucap Auron Li sambil mengepalkan tangannya.
Auron Li menatap layar komputernya yang masih menampilkan informasi mengenai istrinya, dia benar-benar akan membuat perhitungan pada keluarga Han yang telah membuat istri kecilnya merasakan trauma atas semua tindakan mereka.
Setelah selesai melihat informasi itu, Auron Li mematikan komputernya lalu keluar dari ruang kerja dan berjalan menuju kamarnya.
"Apa terjadi sesuatu padanya?" Tanya Auron Li pada Lei yang masih berdiri di samping pintu kamar.
"Tidak tuan muda, saya tidak mendengar nyonya muda berteriak."
"Baik, kau bisa pergi."
"Baik tuan muda."
Auron Li membuka pintu kamarnya dengan pelan, dia terkejut karena tiba-tiba Han Yuna berlari ke arahnya dan langsung memeluk tubuhnya dengan erat. Bahkan Auron Li belum sempat menutup pintu kamar itu.
"Ada apa, aku disini." Ucao Auron Li seraya memeluk tubuh Han Yuna yang gemetar.
"Auron, mereka... Mereka mau membawaku."
Auron Li mengecup kepala Han Yuna "Tidak akan, mereka tidak akan melakukan itu."
"Jangan tinggalkan aku sendirian, Auron."
"Iya sayang, aku tidak akan melakukan itu."
Auron Li lalu menggendong tubuh Han Yuna dan membaringkannya di atas ranjang, kemudian dia mengusap kening istri kecilnya itu yang penuh dengan keringat dingin.
"Apa kau bermimpi buruk lagi?" Tanya Auron Li.
Han Yuna mengangguk pelan. Setelah bertemu dengan Monica, dan kekasihnya, Han Yuna selalu bermimpi buruk meskipun Auron Li tidur di sampingnya.
"Aku akan menemanimu disini, dan tidak akan meninggalkanmu. Sekarang tidurlah." Ucap Auron Li dengan lembut.
"Auron."
"Hmm?"
"Kau... Kau tidak akan meninggalkan aku karena aku...."
Cup
Auron Li mengecup bibir tipis Han Yuna "Berhenti memikirkan hal yang tidak-tidak. Aku tidak akan meninggalkan mu."
"Terima kasih."
"Sekarang tidurlah, aku akan meminta koki untuk membuatkan mu bubur. Jadi setelah kau bangun, kau bisa memakannya."
Han Yuna mengangguk, dia lalu memejamkan kedua matanya.
Auron Li terus menggenggam tangan istrinya sampai dia terlelap dalam mimpi indahnya.
"Keluarga Han, kalian benar-benar tidak bisa di maafkan."