CEO'S LITTLE GIRL

CEO'S LITTLE GIRL
CLG #40



"Bagaimana perasaan mu setelah bertemu lagi dengannya, dan dia masih mengingat mu?" Ucap seorang laki-laki.


"Aku cukup senang, tetapi tidak tahu setelah dia mengetahui jika aku telah bersama dengan laki-laki lain. Apakah dia masih akan bersikap baik padaku atau sebaliknya." Ucap seorang wanita yang tidak lain adalah Carell.


Ya, saat ini Carell berada di dalam kamarnya bersama dengan calon suami, yang telah bertunangan dengannya beberapa tahun yang lalu.


"Bukankah tidak ada yang tahu tentang pertunangan ini?" Tanya calon suami Carell.


"Dia adalah orang terkaya dan terkenal sangat hebat di negara ini. Untuk mengetahui informasi tentang seseorang bukanlah hal yang sulit, terlebih kita sudah berada disini lebih dari 4 bulan."


"Apa kau menyesal telah meninggalkan dia dan bersamaku?"


"Hahahaha, aku memang sedikit merasa seperti itu. Tapi mau bagaimana lagi, pernikahan ini hanya sementara. Kita bisa bercerai setelah tujuan kita terpenuhi, lagi pula aku tidak berminat untuk terus berkomitmen dengan sebuah pernikahan aliansi seperti ini. Walaupun kita sudah melakukan hal itu beberapa kali."


Calon suami Carell hanya mengangguk. Dia juga seorang pebisnis, jadi tidak begitu memikirkan apa yang Carell katakan. Karena yang terpenting adalah perusahaan miliknya maju dan kebutuhan lain pada dirinya terpenuhi dan merasa pu4s.


"Baiklah, kita lakukan semua sesuai dengan rencana. Tetapi ingat, aku tidak mau kay melakukan hal itu dengan laki-laki lain. Kau pasti tahu konsekuensinya jika kau melakukan itu, sayang." Ucap calon suami Carell.


"Tentu, aku juga tidak mau membawa benih dari laki-laki manapun."


Calon suami Carell mengangguk.


Dulu Carell adalah wanita yang baik, selalu menuruti apa yang Auron Li katakan. Karena menurutnya apa yang Auron Li ucapkan adalah hal baik untuknya.


Tetapi sayangnya itu hanya berlangsung sampai dia berusia 17 tahun.


Ayahnya yang selalu haus akan kekayaan membawa Carell dan ibunya pergi dari negara itu, dan demi kekayaan ayah Carell bahkan menjual ibunya sendiri pada seorang pengusaha yang cukup besar, demi memberi investasi pada perusahaannya.


Dan setelah 7 tahun ibunya meninggal karena bunuh diri, ayahnya kini kembali melakukan hal yang sama pada Carell. Namun kali ini dmenggunakan pernikahan untuk menutupi apa yang sebenarnya dia lakukan itu.


Carell yang pernah mengalami depr3si setelah mengetahui penyebab ibunya meninggal, menjadi wanita yang tidak ingin terkekang di dalam rumah.


Setiap malam dia keluar dan bersenang-senang, bahkan dia berani melakukan hal itu dengan calon suaminya sebelum dia menikah. Dan hal itu tentu tidak di ketahui oleh ayahnya.


...----------------...


Sudah lebih dari 1 jam Auron Li dan para pelayan di dalam mansionnya mencari dimana Yuna berada.


Bahkan mereka mencari hingga ke halaman mansion paling belakang, karena mereka mengira jika Yuna akan pergi kesana untuk melihat bunga yang dia tanam.


"Bagaimana, apa kalian menemukannya?" Tanya Auron Li kepada para pelayan.


"Tidak tuan kami....."


"Aaaaaaaaakh!!!!! Nyonya muda!!"


Suara teriakan salah seorang pelayan terdengar sangat kencang dari arah belakang.


Auron Li dan para pelayan lainnya bergegas pergi ke arah sumber suara itu.


"Apa yang terjadi?" Tanya Auron Li pada salah satu pelayannya yang berdiri di depan pintu kamar yang sudah terbuka.


"Tu.... Tuan muda.... Nyo... Nyonya muda, dia.. Dia...."


Pelayan itu tidak bisa berkata apa-apa lagi, dia hanya menunjuk ke dalam kamar yang tidak begitu luas itu.


Auron Li berjalan mendekati kamar itu, lalu masuk ke dalam untuk melihat apa yang pelayannya tujuk.


"Yuna!!" Teriak Auron Li setelah melihat tubuh istrinya meringkuk di atas lantai.


Pakaian bagian bawah yang Yuna pakai juga terdapat bercak darah.


Auron Li mengangkat tubuh Yuna lalu membawanya keluar dari kamar itu.


"Siapkan mobil sekarang!" Seru Auron Li.


Pelayan yang mendengar segera berlari keluar untuk memanggil supir pribadi Auron Li untuk membawa mobil ke depan mansion.


Dan tepat saat Auron Li sampai di depan mansion, mobil juga samoai disana.


Auron Li masuk ke dalam mobil, dan tak lama mobil melesat dengan cepat menuju salah satu rumah sakit terdekat.


"Yuna, bangun sayang. Maafkan aku, aku mohon bangun sayang." Ucap Auron Li dengan rasa takut.


Mobil terus melaju dengan cepat, karena supir pribadi Auron Li juga merasa takut jika dia terlambat membawa tuan dan nyonya mudanya ke rumah sakit.


Dddrrrrrrrt ddrrrrrrrrrrt


Ponsel Auron Li terus bergetar di dalam saku celananya, tetapi Auron Li tidak peduli. Saat ini dia lebih mementingkan keselamatan Yuna.


"Jika terjadi sesuatu padamu, aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri."


Auron Li menatap wajah istri kecilnya yang sangat pucat, dan tanpa di sadari air mata Auron Li mengalir keluar. Di peluknya tubuh Yuna yang lemah itu.


"Sayang, aku mohon bangun. Aku tidak ingin kehilangan mu. Aku minta maaf sayang, bangunlah. Jangan tinggalkan aku." Ucap Auron Li dengan suara bergetar.


Supir pribadi Auron Li sangat terkejut mendengar ucapan Auron Li pada istrinya. Terlebih Auron Li berbicara dalam keadaan menangis.


"Tuan muda benar-benar sangat mencintai nyonya muda. Dia adalah seorang direktur yang di takuti banyak orang, tetapi saat ini justru menangis dan merasa ketakutan karena nyonya muda."


Mobil berbelok dan tak lama berhenti di depan sebuah rumah sakit terdekat yang tidak begitu besar.


Supir pribadi Auron Li segera turun dan membukakan pintu mobil, dia juga memanggil beberapa perawat untuk membawa bangkar.


Auron Li berlari sambil menggendong Yuna, setelah sampai di depan sebuah bangkar yang di bawa oleh perawat rumah sakit, Auron Li membaringkan Yuna dengan hati-hati.


Para perawatan mendorong bangkar itu menuju ruang UGD.


"Maaf tuan, anda tidak boleh masuk. Kami akan memeriksa pasien terlebih dulu." Ucap salah seorang perawat yang menghadang Auron Li di depan pintu UGD saat Auron Li akan ikut masuk ke dalam.


"Kalian harus menyelamatkan istri ku."


"Baik, baik tuan. Kami akan melakukan yang terbaik untuk istri tuan."


Auron Li mundur beberapa langkah lalu bersender pada dinding rumah sakit, tepat di depan ruang UGD dimana Yuna tengah di periksa.


Drrrrrrrtt ddrrrrrrtt


Ponsel Auron Li kembali bergetar di dalam saku celana, Auron Li mengambil pobsel itu lalu melihat siapa yang telah menghubunginya.


"Amora." Gumam Auron Li.


Auron Li menggeser icon berwarna hijau ke atas, lalu menempelkan ponselnya pada telinga.


Auron Li : Iya.


Amora : Kakak, sekarang kakak dimana? Pelayan di mansion berkata, jika kakak ipar pingsan.


Auron Li : Dia.... Dia sekarang ada di ruang UGD.


Amora : Apa yang terjadi pada kakak ipar?


Auron Li : Kakak juga tidak tahu, kakak melihat dia tergeletak di atas lantai dengan darah di bagian bawah tubuhnya.


Amora : .......... Aku akan kesana, sekarang kakak ada di rumah sakit apa?


Auron Li : Rumah sakit DX. Tidak jauh dari mansion.


Amora : Aku mengerti.


Auron Li memasukan kembali ponselnya saat sambungan telefon mereka sudah terputus. Dia kembali menatap pintu ruang UGD yang belum ada tanda-tanda akan terbuka.


"Sayang kau harus selamat, jika tidak maka aku akan ikut bersama mu."


Saat ini Auron Li benar-benar merasa menyesal, karena selama beberapa hari ini dia hanya memikirkan dan mencari tahu bagaimana kehidupan Carell, tanpa memikirkan bagaimana Yuna yang berada di mansion.