
Han Yuna menangis dalam pelukan Auron Li, selama ini dia memang sudah banyak mengalami banyak hal yang melukai dirinya, bahkan keluarga Han pun tidak sedikit telah ikut melukainya.
Tetapi dia tidak pernah mendapatkan kata maaf seperti apa yang Auron Li katakan padanya dari keluarga Han itu.
"Aku minta maaf, jangan menangis lagi. Aku mohon." Ucap Auron Li dengan lembut.
Auron Li terus meminta maaf, dia sudah berjanji dan bersumpah pada dirinya sendiri, bahwa dia tidak akan membuat Han Yuna terluka, tapi sekarang malah membuatnya menangis.
Han Yuna melepaskan pelukan Auron Li , dia lalu menatap Auron Li.
"Kau tidak salah, aku yang pergi tanpa memberitahumu. Kau berhak marah padaku." Ucap Han Yuna.
Auron Li menyeka air mata istri kecilnya dan menggelengkan kepala.
"Tidak, aku yang salah. Tidak seharusnya aku mengusirmu dari ruang kerja dan mengatakan hal yang tidak seharusnya aku katakan padamu. Aku minta maaf."
Han Yuna menatap Auron Li yang begitu tulus meminta maaf padanya.
"Benarkah ini sosok pria yang sangat di takuti banyak orang? Tapi kenapa dia begitu hangat dan memberiku begitu banyak cinta dan kebahagiaan. Bahkan dia rela memohon agar aku memaafkannya."
Tangan Han Yuna terulur dan menyentuh rahang tegas milik Auron Li, yang selalu membuatnya terlihat begitu kuat dan berwibawa.
"Auron, kenapa kau begitu baik padaku? Padahal di luar sana semua orang berkata jika kau adalah orang yang kejam dan menakutkan." Ucap Han Yuna dengan pelan.
Auron Li meraih tangan Han Yuna yang menyentuh rahangnya dan tersenyum.
"Kau adalah satu-satunya wanita yang berbeda yang aku temui, dan kau sudah membuatku menyukaimu saat pertama kali aku mengetahui siapa dirimu." Ucap Auron Li.
"Tapi bukankah waktu itu kau sedang sakit? Kau bahkan men....."
Han Yuna tidak melanjutkan ucapannya, wajahnya seketika sedikit merona mengingat apa yang Auron Li pernah lakukan padanya saat mereka pertama kali bertemu.
"Men....?"
Han Yuna menggelengkan kepalanya, dia tidak ingin melanjutkan ucapannya.
"Tidak, tidak aku ti.... emmmm."
Auron Li mencium bibir Han Yuna, dan memeluk tubuhnya dengan lembut.
Setelah beberapa saat, Auron Li melepaskan ciuman mereka dan menatap kedua mata Han Yuna dengan lekat.
Bluuuuush
Wajah Han Yuna menjadi merah karena ucapan Auron Li yang sudah membuat Han Yuna sangat malu, sehingga Han Yuna harus menutupi wajahnya.
Auron Li hanya tertawa kecil melihat istrinya yang begitu menggemaskan, dia lalu memeluk Han Yuna dan mengecup keningnya beberapa kali.
Meski awalnya dia tidak ingin terikat dalam perasaannya terhadap Han Yuna, bahkan memberikan kontrak pernikahan demi mengikat Han Yuna agar tetap di sisinya. Namun tidak bisa Auron Li pungkiri, jika dia telah jatuh cinta pada Han Yuna setelah melihat jika istrinya itu begitu berbeda dari kebanyakan wanita, dan dia benar-benar tidak ingin berpisah dengannya.
"Kau adalah milikku, kau istriku dan sampai kapanpun akan terus seperti itu. Apapun yang terjadi."
Auron Li kembali mencium kening Han Yuna dengan penuh cinta dan bahagia.
"Em.. Auron." Ucap Han Yuna.
"Hmm?"
"Lepaskan aku dulu, kau sudah memeluk ku sangat lama."
Auron Li tertawa, dia lalu melepaskan pelukannya dan menatap Han Yuna.
"Kau ini, merusak momen bahagia dan romantis." Ucap Han Yuna.
"Tapi kau membuatku sulit bernafas."
Cup
"Jika kau sulit bernafas, maka aku akan memberikan nafas ku padamu." Ucap Auron Li setelah mengecup bibir Han Yuna dengan cepat.
"Tidak, tidak. Jika kau melakukannya aku akan semakin sesak nafas."
Auron Li tertawa, dia lalu kembali memeluk Han Yuna dengan perasaan yang sangat bahagia.
"Terima kasih sayang, kau membuat hariku yang gelap menjadi terang, kau adalah kebahagiaan yang Tuhan berikan padaku. Dan aku bersumpah akan selalu menjaga dan membuatmu bahagia."
Han Yuna memberanikan diri untuk membalas pelukan Auron Li, seorang laki-laki yang telah membuatnya merasa tenang dan nyaman.
Auron Li yang merasakan pelukan istri kecilnya tersenyum, dan dia pun memper-erat pelukan mereka.