
Braaaakk!
Praaaang!
Seorang laki-laki berusia 40 tahunan marah karena rencananya untuk menculik istri Auron Li gagal, di tambah video tentang dirinya tersebar luas di media.
"Kurang4jar! Semua ini pasti karena Auron Li itu. Aaaaaakh!! Harusnya aku mencukik istrinya lebih awal." Seru laki-laki itu dengan keras.
Saat ini bukan hanya perusahaannya saja yang terancam hancur, tetapi juga perusahaan lain yang telah mengusik Auron Li pun bernasib sama.
"Aku harus mencari cara lain, dia pasti mempunyai kelemahan lainnya." Ucap laki-laki itu lagi.
Keluarga Li bukanlah keluarga yang mudah di tindas, semua anggota keluarga itu mempunyai ilmu beladiri, yang mereka sembunyikan di balik keanggunan dan sifat lemah lembut mereka.
"Tunggu, jika aku ingat bukankah keluarga tuan Xu cukup dekat dengan keluarga Li. Bahkan istri dari kakak tuan Xu adalah bibi dari Auron Li." Ucap laki-laki itu.
Senyum penuh arti, tersungging pada bibir laki-laki itu. Karena dia mempunyai ide untuk membuat Auron Li bertekuk lutut.
"Aku akan mengajak tuan Xu bekerjasama denganku, dia mempunyai anak perempuan yang cukup cantik. Pasti bisa menarik perhatian Auron Li itu, tidak mungkin seorang laki-laki bisa menahan, jika di depannya ada wanita cantik dan s3xy."
Rencana laki-laki itu di nilai sangat sempurna baginya, tetapi dia tidak tahu jika tuan Xu mempunyai kerjasama dengan perusahaan milik Auron Li.
Laki-laki itu lalu menghubungi tuan Xu, dan dengan percaya diri akan mengajak tuan Xu untuk bergabung bersama dengannya.
Tuut tuuut tuuut
(Saya menggunakan nama M, untuk inisial laki-laki yang akan mengajak tuan Xu bekerjasama).
M : Halo tuan Xu.
Tuan Xu : Iya, maaf ini siapa?
M : Ah, iya saya minta maaf. Saya tuan M.
Tuan Xu : (Suara bisikan perempuan) Ada apa tuan M?
M : Em... Begini tuan Xu, saya ingin mengajak anda untuk bekerjasama dengan saya.
Tuan Xu : Bekerjasama, apa itu?
M : Saya ingin membuat Auron Li hancur.
Tuan Xu : (terdengar suara d3sah4n yang tertahan) Maaf tuan M, aku akan menghubungi anda lagi nanti.
Belum sempat laki-laki itu menjawab, tuan Xu telah memutuskan sambungan telefon mereka.
"S*al! Siang hari seperti ini, dia malah sedang bermain dengan wanita." Ucap laki-laki itu dengan kesal.
Laki-laki itu lalu meletakkan ponselnya dengan kesal di atas meja kerjanya.
...----------------...
Di tempat lain, tuan Xu yang tadi mendapat panggilan dari seseorang, tengah bermain dengan Gracia Xu di dalam kamar salah satu h0tel.
Ya, setelah Gracia Xu tahu jika tuan Xu telah mengambil hal yang paling berharga miliknya, dan tidak akan pernah bisa bersama dengan Auron Li lagi. Dia memutuskan untuk hidup dengan bebas, dan menikmati kehidupan yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya.
Bahkan bukan hanya dengan tuan Xu saja, Gracia juga melakukannya dengan teman minumnya saat dia pergi ke club* malam.
"Gracia, kau selalu bisa membuatku tidak tahan." Ucap tuan Xu saat melihat Gracia bergerak naik dan turun.
Gracia tidak menanggapi, karena saat ini dia sudah merasa hidupnya hancur dan tidak ada lagi gunanya untuk bersikap malu pada orang lain.
"Papa, setelah ini Papa harus membelikan Gracia cincin yang Gracia mau." Ucap Gracia sambil terengah-engah.
Tuan Xu m*rem4s buah mel0n yang semakin besar itu dengan gemas, sambil memeliintir* dengan pelan biji mel0n yang ada di depannya.
Tuan Xu sangat puas melihat Gracia selalu m*nd3sah kuat saat bermain dengannya, dan itu selalu membuat tuan Xu tidak pernah ingin berhenti.
"Dia sangat berbeda dari ibunya, walaupun sudah sering aku pakai, tapi rasanya seperti pertama kali saja."
Tuan Xu yang tidak tahan, membalikan posisi mereka dan dengan cepat dia memasuk dan mengeluarkan timun besar ke dalam sumur lembab itu.
"Papa, jangan terlalu cepat. Gracia tidak kuat Pa." Ucap Gracia yang tidak bisa mengimbangi tuan Xu.
Tuan Xu tidak peduli dengan ucapan Gracia, karena dia merasa sesuatu sudah akan keluar disana. Dan dengan satu dorongan kuat, timun itu mengeluarkan getahnya di dalam sumur dengan banyak.
"Papa selalu saja mengeluarkannya di dalam, kenapa tidak di luar? Membuat Gracia harus dua kali meminum obat." Ucap Gracia yang sedikit kesal pada tuan Xu.
"Rasanya akan berbeda jika seperti itu, sayang."
"Sudahlah, Gracia mau mandi dulu. Papa letakan saja ceknya di atas meja."
Gracia bangun dan berjalan ke kamar mandi.
Tuan Xu yang melihat itu hanya bisa diam, Gracia selalu bersikap seperti itu setelah mereka melakukannya. Tetapi tuan Xu tidak begitu peduli, asalkan setiap dia ingin, Gracia akan selalu menurutinya. Dan tentu saja tuan Xu akan memberikan sejumlah uang atau barang-barang yang Gracia inginkan.
"Siang ini dia sudah membuatku keluar 2 kali, jadi aku akan memberikannya sedikit lebih banyak dari yang dia mau. Setidaknya dia tidak seperti ibunya yang membod0hiku dengan seorang anak, hanya untuk posisi nyonya Xu." Ucap tuan Xu.
Setelah menulis nominal pada cek itu, tuan Xu mengenakan pakaiannya dan duduk di sofa.
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka, Gracia yang hanya memakai handuk kimono berjalan keluar.
"Papa belum pergi?" Ucap Gracia yang melihat tuan Xu duduk di sofa.
"Jika Papa pergi, Papa tidak akan melihat pemandangan indah ini."
"Bukankah Papa sudah melihatnya tadi, bahkan dengan sangat jelas."
Tuan Xu tertawa mendengar ucapan Gracia.
"Papa sudah mengisi ceknya, kamu tinggal mengambilnya saja." Ucap tuan Xu.
"Iya Pa."
Tuan Xu berdiri dan berjalan mendekati Gracia.
"Jika tidak sibuk, jangan pulang terlalu malam. Dan jangan mengunci kamarmu." Ucap tuan Xu.
"Aku tahu."
Tuan Xu mencium pipi Gracia sebelum dia keluar dari kamar h0tel itu.
Setelah tuan Xu pergi, Gracia berjalan ke arah meja dan mengambil cek yang tuan Xu berikan padanya.
"Bagus, dia memberiku lebih banyak, aku akan mengambil semua uangmu secara perlahan. Karena kau telah merusak hidup ku." Ucap Gracia sambil melihat cek itu.
Gracia sengaja selalu meminta banyak uang pada tuan Xu, saat tuan Xu menginginkan hal itu. Karena setelah Gracia merasa cukup, dia akan pergi meninggalkan rumah tuan Xu, dan tentu saja dia akan membuat tuan Xu menyesal karena telah membuatnya menjadi seperti sekarang ini.
"Aku tidak bisa lagi menemui kak Li, dan hanya bisa hidup seperti ini. Tetapi setelah semuanya berlalu, dan membalas perbuatan Papa tercinta. Aku akan memulainya lagi dengan hidup lebih baik di luar negeri." Ucap Gracia lagi.
Air mata Gracia mengalir, entah sudah berapa banyak dia melakukan hal itu. Walaupun hanya dengan tuan Xu saja dia tidak memakai pengaman, tetapi tetap saja. Hidupnya yang telah hancur tidak bisa dia pungkiri, bahkan mungkin dia tidak akan membuka hatinya untuk laki-laki lain lagi.