
Auron Li berjalan masuk ke dalam perusahaannya, dia harus segera membereskan semua pekerjaannya sebelum dia pergi ke luar kota besok, dan akan disana selama beberapa hari.
Seperti biasa, saat Auron Li datang aura yang begitu mendominasi dan penuh dengan karisma pria yang tegas, memenuhi ruang lobi perusahaan dan membuat para karyawan yang melihatnya sangat terpesona juga kagum.
Auron Li terus berjalan menuju lift khusus CEO, dan di belakangnya Lei berjalan mengikuti Auron Li.
"Katakan jadwalku hari ini." Ucap Auron Li setelah mereka masuk ke dalam lift.
"Jam 12 sampai jam 2 siang anda mempunyai pertemuan dengan perwakilan perusahaan H.Group, dan jam 2.30 anda memiliki rapat dengan para pemegang saham."
"Kenapa rapat di adakan sore?"
"Mereka berkata, jika mempunyai waktu di sore hari tuan muda."
"Atur ulang jadwal rapat, aku tidak akan pernah melakukan rapat selain di pagi hari. Ingin membuatku melihat mereka yang sedang berpura-pura lelah di saat rapat, Mereka ingin menipu siapa?"
"Baik tuan muda, saya akan mengatur ulang jadwalnya,"
Ting
Lift terbuka, Auron Li dan Lei keluar dari lift lalu berjalan menuju ruang kerja Auron Li, sementara Lei berhenti di meja kerjanya yang berada tidak jauh dari ruang kantor Auron Li.
Di dalam kantor, Auron Li menggantungkan jasnya, dia lalu duduk di kursi kerjanya dan langsung menghidupkan komputer yang ada di atas meja.
"H. Group, itu adalah perusahaan milik keluarga Han. Aku tidak menyangka mereka akan bertindak dengan cepat." Ucap Auron Li mengingat jadwal pertemuan yang Lei bacakan saat di dalam lift.
Pekerjaan seorang CEO mungkin bagi kebanyakan orang bilang sangat enak, karena bisa berangkat ke perusahaan kapan saja dan juga bisa memutuskan apapun di perusahaan miliknya. Tapi tidak bagi Auron Li, dia selalu berangkat tepat waktu dan mengurus semua file penting juga mempertimbangkan semua tindakan, agar tidak merugikan perusahaannya.
Lebih dari 3 jam sudah Auron Li memeriksa beberapa file, dia juga sudah menandatangani 2 berkas penting yang Lei bawakan padanya.
tok tok
Setelah ketukan pintu terdengar, Lei masuk ke dalam ruang kerja Auron Li.
"Tuan, sekertaris dari perusahaan H.Group sudah menghubungi dan memberitahu, jika mereka sudah sampai di restoran dan menunggu anda." Ucap Lei.
Auron Li melihat jam tangannya "Bukankah jadwal temu adalah jam 12."
"Iya tuan muda, waktu yang sudah di tentukan adalah jam 12 siang tepat. Namun saat ini mereka sudah berada di sana."
"Ini baru jam 11.30, Masih ada waktu 30 menit dari jadwal pertemuan, mereka sungguh sudah tidak sabar."
"Anda benar tuan."
"Kau sudah melakukan apa yang aku katakan?"
"Sudah tuan muda, dia tidak akan bisa jika dia ingin menuntut anda atau nyonya muda nantinya."
"Bagus, aku ingin lihat permainan yang mereka lakukan di depanku."
Lei hanya mengangguk.
Auron Li mengambil jas yang dia gantungkan, lalu memakainya.
"Mari kita lihat, sebesar apa kesabaran meeeka menunggu disana." Ucap Auron Li sambil berjalan keluar dari kantornya.
Auron Li dan Lei keluar dari gedung perusahaan, supir sudah membukakan pintu mobil saat Auron Li baru keluar dari pintu utama perusahaan.
"Apa kita akan langsung ke restoran dan bertemu dengan mereka, tuan muda?" Ucap Lei saat mereka sudah masuk ke dalam mobil.
"Tentu, tapi tidak perlu terburu-buru. Biarkan mereka menunggu disana lebih lama dulu."
"Baik, tuan muda."
Lei melihat ke arah supir dan menganggukan kepalanya pada supir itu.
Mobil berjalan perlahan sesuai dengan yang Auron Li inginkan.
"Kalian begitu sangat terburu-buru untuk bertemu denganku, keluarga Han... aku ingin melihat bagaimana kalian akan menjelaskan semuanya padaku."
Drrrrrrttt
Auron Li sempat terkejut saat ponsel yang ada di tangannya bergetar. Dia melihat sebuah nama yang mengirimkan pesan pada layar ponselnya.
"Dia seperti tahu, jika aku sedang menatap fotonya."
Auron Li membuka pesan dari Han Yuna.
Istriku : Lin, bisa aku minta tolong?
Auron Li mengerutkan keningnya setelah membaca pesan itu, dia segera menghubungi Han Yuna karena takut terjadi apa-apa padanya.
tut tut.... tut tut....
Han Yuna : Halo.
Auron Li : Kau kenapa? (dengan nada khawatir)
Han Yuna : Aku tidak apa-apa.
Auron Li : Lalu, untuk apa tadi kau meminta tolong?
Han Yuna : Aku ingin membuat kue dan es krim, tapi semua bahan-bahannya tidak ada. Amora dan Lulu juga sedang keluar.
Auron Li : (Bernafas lega) Baiklah, aku akan meminta Lei membeli dan mengirimkannya padamu.
Han Yuna : Baik, terima kasih Auron.
Auron Li : Em.
Auron Li mematikan sambungan telfonnya, lalu menatap layar ponselnya yang masih menyala.
"Gadis kecil ini."
Lei yang mendengar nada bicara Auron Li saat berbicara dengan Han Yuna, tersenyum. Baru kali ini dia mendengar tuan mudanya berbicara dengan nada khawatir seperti itu pada seorang wanita.
"Setelah ini, kau pergilah ke supermarket. Beli semua bahan-bahan untuk membuat kue dan es krim, lalu bawa ke mansion." Ucap Auron Li pada Lei.
"Baik, tuan muda." Ucap Lei seraya mengangguk.
Auron Li memasukan lagi ponselnya ke dalam saku jas, lalu menatap jalanan kota yang cukup sepi, karena semua orang tengah sibuk dengan pekerjaan mereka.
...----------------...
Di tempat lain, tuan Han dan juga putrinya sudah datang di restoran dan tengah menunggu Auron Li.
Tuan Han sudah meminta kepada sekertarisnya untuk memberitahu sekertaris Auron Li sebelumnya, jika mereka sudah berada di restoran.
Mereka pikir jika mereka memberitahukan hal itu, Auron Li akan senang dan langsung datang untuk bertemu dengan mereka, namun pada kenyataannya mereka sudah disana lebih dari 15 menit, dan Auron Li belum datang juga.
"Pa, sampai kapan kita akan menunggu tuan muda Li disini? Kita sudah menunggu lebih dari 15 menit." Ucap Monica dengan nada sedikit kesal.
"Tenanglah, kita membuat janji temu sekitar jam 12. Dan kita sampai disini 30 menit lebih cepat, jadi mungkin tuan muda Li masih ada di jalan."
"Tapi kita sudah memberitahu sekertarisnya, di tambah Papa adalah ayah angkat wanita itu. Apa tidak bisa datang lebih cepat."
"Kau diamlah, tuan muda Li adalah orang yang sibuk. Ingat, nanti kau harus bersikap lembut dan baik di depan tuan muda Li. Karena sebelumnya kau sudah membuat masalah padanya."
"Iya, aku tahu Pa. Aku pasti akan beekata dengan lembut padanya."
"Bagus, Papa mau kau tidak berulah lagi."
"Iya Pa."
10 menit kemudian, Auron Li baru sampai di depan restoran tempat pertemuannya dengan tuan Han.
Auron Li dan Lei masuk ke dalam restoran, dan mereka diantar oleh seorang pelayan ke ruang VIP dimana tuan Han berada.