
Mobil yang Auron Li naiki terus melesat dengan cepat, melewati beberapa kota. Sementara Lei melajukan mobil, Auron Li yang duduk di kursi belakang tengah menatap laptopnya dengan serius.
Jari-jarinya pun dengan lincah menari di atas keyboard laptop, seolah sudah sangat hafal letak huruf yang akan di tekan.
"Sebelum sampai, kita pergi ke toko bunga terlebih dulu." Ucap Auron Li pada Lei tanpa menoleh.
"Baik tuan muda."
Lei sudah mulai terbiasa dengan permintaan Auron Li jika itu menyangkut nona mudanya, jadi dia tidak lagi kebingungan dan bertanya dalam hatinya sendiri.
15 menit sebelum mereka akan memasuki wilayah jalanan yang akan menuju mansion Auron Li, Lei menghentikan mobilnya di depan toko bunga, sesuai dengan keinginan Auron Li.
"Tuan, kita sudah berada di depan toko bunga." Ucap Lei sambil menoleh sedikit ke belakang.
Auron Li yang mendengar ucapan Lei mendongak dan melihat keluar jendela mobilnya.
"Iya." Ucap Auron Li.
Auron Li mematikan laptopnya lalu keluar dari mobil dan berjalan menuju toko bunga itu.
"Selamat sore tuan, apakah ada bunga yang anda inginkan?" Ucap penjual bunga pada Auron Li dengan ramah.
"Aku ingin memberikan bunga terbaik untuk istri ku, apakah anda mempunyai bunga itu?"
"Tentu tuan, kebetulan bunga mawar baru datang. Dan saya yakin istri tuan akan suka dengan bunga mawar itu."
"Berikan aku satu ikat mawar itu. Dan kemas dengan bagus."
"Baik tuan, mohon untuk menunggu sebentar."
Auron Li mengangguk, dia lalu menunggu pemilik toko menyiapkan bunga mawar yang dia inginkan.
Sambil menunggu, Auron Li melihat beberapa bunga yang ada di toko itu. Dan seketika dia memiliki ide untuk istri kecilnya.
Tak berapa lama pemilik toko bunga kembali membawa satu ikat bunga mawar yang memang terlihat segar dan cantik.
"Tuan, ini bunga mawar yang anda inginkan." Ucap pemilik tiko bunga.
"Terima kasih, nona. Bisa kau beritahu bunga apa yang paling di sukai oleh perempuan muda untuk di tanam?"
Lei yang mendengar itu membulatkan kedua matanya.
"Biasanya mereka akan menyukai bunga yang mudah di tanam dan di rawat, seperti bunga lili, mawar, lavender, dan jika ada kolam mereka akan suka menanam bunga teratai."
"Bagaimana dengan bunga anggrek?"
"Bunga anggrek akan sulit di rawat, karena dia sedikit lebih rapuh. Jika tanah dan cuaca tidak cocok, dia akan mati."
Auron Li mengangguk.
"Baiklah, aku ingin semua bunga yang mudah di tanam dan di rawat. Besok pagi beberapa orang akan datang kesini untuk mengambilnya." Ucap Auron Li.
"Baik tuan, akan saya siapkan bunga-bunganya. Istri anda pasti sangat bahagia memiliki suami seperti anda."
Auron Li hanya mengangguk.
Setelah Lei mengurus pembayaran bunga yang dia beli, mereka kembali melanjutkan perjalananan mereka ke mansion Auron Li.
"Besok bawa beberapa orang untuk mengambil bunga yang sudah aku pesan di toko itu, dan minta beberapa orang untuk membuat taman di bekakang mansion." Ucap Auron Li.
"Tapi tuan muda, di belakang sudah ada taman. Bagaimana jika kita menata ulang saja bunga yang ada di taman belakang mansion, agar bunga yang anda pesan, bisa di rawat dengan baik oleh nyonya muda."
"Ya, lakukan saja."
Lei mengangguk, dia sama sekali tidak tahu harus berbuat apa jika Auron Li melakukan sesuatu untuk nyonya mudanya. Karena di saat itu, Lei tidak bisa menebak keinginan tuan mudanya itu.
...----------------...
Praaaaang!
Di tempat lain, Gracia Xu yang masih merasa kesal karena tidak di perbolehkan pergi ke mansion Auron Li melemparkan sebuah gelas.
"Aaaaaaakh! Apa hebatnya wanita itu? Dia hanyalah gadis kecil yang kampun9an! Tidak pantas untuk kak Li!" Seru Gracia Xu di dalam kamarnya.
Selama ini Gracia Xu telah berusaha sangat keras untuk mendapatkan perhatian dari Auron Li. Tetapi Auron Li malah menikah dengan gadis muda yang baru di kenalnya.
"Aku harus segera memisahkan mereka berdua, apapun caranya." Gumam Gracia Xu.
Tok tok tok
Suara ketukan pintu terdengar, dan tak lama seorang wanita paruh baya masuk ke dalam kamar Gracia Xu. Dia terkejut melihat pecahan gelas yang telah Gracia lempar di atas lantai.
"Gracia, apa yang kamu lakukan, kenapa kamu memecahkan gelas itu?" Ucap wanita itu yang tak lain adalah nyonya Xu, ibu Gracia Xu.
"Mama." Gracia Xu memeluk ibunya sambil menangis.
"Ada apa, katakan pada Mama. Dan kenapa sejak kemarin kamu tidak pergi kemanapun?"
"Kak Li, kak Li, dia...."
"Ada apa dengan Auron Li?"
"Kak Li sudah menikah."
Nyonya Xu terkejut dengan berita yang dia dengar dari putrinya itu.
"Gracia, kamu sedang tidak berbohong pada Mama kan?" Ucap nyonya Xu.
"Tentu saja tidak Ma, kak Li bahkan membawa istrinya itu ke rumah utama dan bertemu dengan kakek juga bibi Li."
Nyonya Xu yang sudah mengetahui putrinya sangat menyukai Auron Li, memeluknya dan mencoba menenangkan Gracia Xu.
"Dia sudah menikah, lebih baik kau mencari laki-laki lain. Kau adalah wanita yang cantik dan pintar." Ucap nyonya Xu.
Gracia Xu menggelengkan dan melepaskan diri dari pekukan ibunya.
"Tidak Ma, aku sangat mencintai kak Li sejak lama! Wanita itu tidak pantas untuk kak Li, usianya saja masih 21 tahun. Gracia tidak bisa menerimanya." Ucap Gracia Xu setengah berteriak.
"Tetapi mereka sudah menikah, kau tidak bisa berbuat apa-apa. Ingat perusahaan Papa mu sedang bekerjasama dengan perusahaan milik Auron Li. Kita tidak bisa menyinggungnya."
"Itu adalah perusahaan Papa, tidak ada hubungannya dengan perasaan Gracia pada kak Li, Ma."
"Gracia."
"Aku tidak peduli! Aku akan mendapatkan kak Li kembali, dan akan membuat wanita itu menyesal telah merebut kak Li dari ku."
Nyonya Xu hanya bisa diam melihat putrinya berkata seperti itu.
Selama ini Gracia Xu hidup dalam kemewahan dan selalu di manja oleh tuan Xu, karena dia merupakan satu-satunya anak di keluarga Xu.
Bahkan nyonya Xu harus selalu mengalah dan diam jika Gracia Xu menginginkan sesuatu. Karena entah itu tuan Xu atau tuan besar Xu, pasti akan memberikan semua yang Gracia inginkan itu.
Nyonya Xu mengangguk, dia lalu keluar dari kamar Gracia tanpa berbicara apapun lagi.
"Mama selalu melarangku, dan tidak pernah memberikan apa yang aku inginkan. Aku akan meminta ayah atau kakek untuk membantuku, agar aku bisa mendapatkan kak Li." Ucap Gracia Xu yang melihat ibunya keluar dari kamarnya.
Gracia Xu berjalan dan menatap dirinya di depan cermin" Aku lebih cantik dan dewasa dari wanita rendah4n itu, kak Li pasti sudah di hipnotis oleh wanita itu, sehingga mau menikahinya yang baru bertemu satu kali."
Kedua tangan Gracia Xu mengepal, dia sudah bertekad akan membuat Han Yuna pergi dari kehidupan Auron Li. Agar dia bisa memiliki Auron Li.