
"Sayang, ayo makan. Aku membawakan mu makanan." Ucap Auron Li yang baru masuk sambil membawa meja kecil yang terdapat makanan di atasnya.
Yuna menatap Auron Li dengan seksama. Menatap tubuh dan wajah yang jauh berbeda dari terakhir kali dia lihat.
Auron Li meletakkan meja kecil itu di depan Yuna yang duduk di atas ranjang.
"Kau belum boleh memakan makanan yang keras, jadi aku membuatkan mu bubur." Ucap Auron Li lagi.
Yuna diam, kedua matanya terus menatap wajah Auron Li yang terlihat begitu kecil.
"Sayang, ada apa?" Ucap Auron Li sambil menatap Yuna.
"Kau, kenapa kau terlihat begitu kurus?"
Auron Li diam sejenak lalu tersenyum, "Perusahaan mengalami banyak masalah, jadi aku kurang istirahat."
Yuna menatap Auron Li, dia tahu jika Auron Li sedang berbohong padanya. Karena Amora telah mengatakan semuanya.
"Apa.... Apakah ada orang yang....."
"Ssttttt, sekarang kau makan lebih dulu. Kesehatan mu lebih penting, dan bayi kita juga pasti sudah lapar."
Auron Li yang tidak mau Yuna terus membahas keadaan dirinya segera memotong ucapan Yuna. Bagi Auron Li kesehatan Yuna saat ini lebih penting dari dirinya sendiri.
Dengan pelan Auron Li menyuapkan bubur yang hangat pada Yuna, sesekali dia juga mengusap sudut bibir Yuna karena terkena bubur itu.
"Setelah ini kau harus beristirahat, agar kau bisa segera pulih." Ucap Auron Li.
"......... Auron."
"Iya sayang."
"Bisakah kau menemaniku. Aku juga ingin kau beristirahat dengan ku."
Auron Li mengangguk "Tentu, aku akan menemani mu."
Yuna tersenyum, sebenarnya hati Yuna merasa sakit melihat tubuh Auron Li yang jauh lebih kurus dari sebelumnya. Dan dia yakin semua karena dia yang tidak berani bertanya tentang wanita itu, dan lebih memilih bersembunyi sehingga hal seperti kemarin terjadi.
"Baiklah, sekarang kau bisa beristirahat." Ucap Auron Li setelah bubur yang ada di dalam mangkuk habis.
Yuna mengangguk.
Auron Li naik ke atas ranjang lalu berbaring di samping Yuna dan memeluknya erat.
"Maaf karena telah membuatmu menderita seperti ini, semua salahku karena tidak memperhatikan mu dan membuat mu terluka." Ucap Auron Li dengan pelan.
Yuna menggelengkan kepalanya.
Auron Li mengecup kening Yuna, lalu menceritakan semuanya pada istri kecilnya itu. Dari awal dia menggenal Carell, pertemuan mereka di kafe beberapa hari yang lalu, sampai dia mengetahui jika Carell sudah mempunyai calon suami.
Yuna yang berada di pelukan Auron Li mendengarkan semua cerita yang Auron Li katakan.
"Maaf." Ucap Yuna setelah mendengar semua cerita Auron Li.
"Tidak, kau tidak harus meminta maaf. Justru aku yang seharusnya minta maaf padamu, karena tidak memberitahukan semuanya lebih awal dan membuatmu seperti ini."
Yuna mengangguk, Auron Li mengecup kening Yuna dan memper-erat pelukannya.
"Aku berjanji dan bersumpah tidak akan membuatmu seperti ini lagi." Ucap Auron Li.
Yuna menenggelamkan wajahnya pada dada bidang suaminya, merasakan kehangatan yang pernah hilang darinya.
"Tidurlah, kau baru saja sadar dan perlu banyak istirahat." Ucap Auron Li.
"Iya. Terima kasih."
Auron Li mengangguk lalu mencium pipi Yuna.
Yuna mungkin pernah merasa kecewa bahkan ingin marah-marah pada Auron Li, tetapi saat melihat tubuh dan wajah Auron Li yang semakin kurus, karena selama beberapa hari selalu menjaga dan mengkhawatirkannya. Yuna tidak bisa marah dan bahkan dia merasa bersalah, karena telah membuat orang yang sudah sangat mencintainya menjadi seperti itu.
Terlebih saat ini di dalam kandungan Yuna ada buah hati mereka.
Kedua suami istri itu lalu terlelap bersama, dan itu adalah pertama kali Auron Li tidur sejak Yuna tidak sadarkan diri.
(Cinta emang bisa ya π€)
...----------------...
Sraaaaak
Praaaang!!!
Seorang wanita membuang semua benda yang ada di atas meja karena marah dan kesal.
Setelah mencari tahu kebenaran apa yang Auron Li katakan padanya dan mendapatkan kebenaran itu. Carell, wanita yang tengah marah merasa jika kembalinya dia ke negara itu sia-sia.
"Auron Li, dulu kau pernah berkata jika hanya aku yang kau cintai. Tapi nyatanya, kau telah menikah dengan wanita lain." Ucap Carell dengan penuh kemarahannya.
Tubuh Carell gemetar karena emosinya yang tengah meluap.
"Carell, berhentilah membuat keributan. Untuk apa kau marah seperti itu? Kau sendiri yang telah membuatnya berubah padamu, tidak seharusnya kau menyalahkan dia." Ucap calon suami Carell dengan santai.
Carell menatap calon suaminya dengan tajam, selama ini jika bukan karena ayahnya yang tamak itu. Pasti saat ini dia masih bersama dengan Auron Li, dan yang menjadi nyonya muda Li tentu saja dia.
"Jika kau tidak bisa membantu ku maka diamlah, kita hanya menikah kontrak dan penuh dengan kepalsuan. Jadi aku tidak butuh kata-kata mu itu." Ucap Carell dengan kesal.
Calon suami Carell yang sudah melihat bagaimana kehidupan Carell, dan sudah banyak mendengar ucapan Carell yang begitu menusuk mulai tidak tahan.
Dengan cepat calon suami Carell berjalan dan tanpa di duga dia m*ncekikk leher Carell sambil menatapnya tajam.
"Sayang, jika bukan karena ayahmu yang mengemis pada keluarga ku untuk menikahkanmu dengan ku. Mungkin aku juga telah menikah dengan wanita yang aku sukai, selama ini aku membiarkanmu melakukan semuanya karena kau masih berguna untuk ku. Tapi ingat Carell sayang, keluarga mu seutuhnya ada di tanganku." Ucap calon suami Carell penuh ancaman.
Mendengar itu Carell terkejut, dan lehernya terasa semakin sakit.
Calon suami Carell menghempaskan tubuh Carell di atas ranjang, dan dengan kasar* dia menarik semua kain yang menutupii tubuh* Carell.
"Aku bisa membuatmu menjadi sebuah mainnan untuk ku, jika kau tidak menurut dan bersikap baik. Jadi Carell sayang, walaupun pernikahan ini hanyalah pernikahan palsu. Kau memiliki tugas utama yang setiap kali aku mau, kau harus siap." Ucap calon suami Carell lagi.
Calon suami Carell menatap dengan tajam, dan dengar kas4r dia melakukan hal itu pada Carell. Sehingga membuat Carell yang ketakutan berteriak kesakitan.
Selama ini calon suami Carell bersikap tidak peduli, namun dia melakukan itu karena terpaksa. Dia menunggu sekertaris kepercayaannya menghubunginya, dan setelah mendapat kabar. Calon suami Carell tentu mulai melakukan apa yang selama ini dia inginkan pada Carell.
"Ayahmu telah m*njual mu padaku, dan dengan alasan sebuah pernikahan dia menyerahkanmu. Jadi menurutlah sayang, dengan begitu aku akan memperlakukan mu dengan baik." Ucap calon suami Carell di tengah pergulatan mereka yang ka*sar itu.
Carell yang mendengar itu menggelengkan kepalanya, dia mengira ayahnya benar-benar menikahkannya dengan laki-laki itu. Walaupun dia tahu jika pernikahan mereka hanya pernikahan kontrak.
Tapi setelah tahu jika ayahnya telah menju4l dirinya, bukan hanya 1 tahun. Bahkan selamanya, sudah di pastikan dia tidak akan pernah bisa lepas dari genggaman laki-laki yang sedang m*nghujaamnya itu.