CEO'S LITTLE GIRL

CEO'S LITTLE GIRL
CLG 37



Sejak mendapatkan email dari wanita bernama Carell, sikap Auron Li pada Yuna sedikit berubah. Dia kadang tidak menemani Yuna untuk sarapan karena pergi ke perusahaan dengan lebih awal, dan kembali ke mansion saat malam hari.


Dan hal itu menbuat Yuna sedikit terusik, karena perubahan yang besar pada Auron Li.


Siang ini, Yuna yang merasa sangat bosan memutuskan untuk keluar dari mansion. Dan di temani oleh Amora, Yuna pergi keluar.


"Kakak ipar ingin kemana?" Tanya Amora.


"Setelah membeli buah ini, kita pergi ke kafe yang baru saja di buka. Aku melihatnya di media sosial, dan sepertinya sangat enak-enak menu disana."


"Baiklah."


Amora dan Yuna memilih buah-buahan segar yang ada di supermarket yang mereka datangi, karena di dalam mansion buah yang ingin Yuna makan sudah habis.


"Kak, kau membeli buah strawberry banyak sekali?" Tanya Amora yang heran melihat Yuna membeli 4 kotak buah strawberry.


"Iya, aku akan membuat jus, dan salad buah strawberry. Lagi pula rasanya sangat enak."


Amora hanya mengangguk.


Setelah memilih beberapa buah-buahan, mereka berdua pun berjalan menuju kasih untuk membayar buah yang sudah mereka ambil.


"Baiklah, sekarang kita pergi ke kafe yang kakak ipar katakan tadi." Ucap Amora saat mereka telah berada di dalam mobil.


Yuna mengangguk "Iya."


Amora melajukan mobilnya menuju kafe baru yang akan mereka datangi.


"Kakak ipar, besok aku akan kembali ke rumah utama selama dua hari. Kakak ipar tidak apa-apa kan, jika aku tinggal di mansion?" Ucap Amora pada Yuna.


"Iya tidak apa-apa."


Amora mengangguk, dia melihat sekilas kakak iparnya yang seperti sedang tidak tenang itu.


"Kakak ipar, ada apa?" Tanya Amora dengan hati-hati.


"Tidak ada apa-apa."


"Kakak ipar."


"Aku tidak apa-apa Amora, kamu fokuslah menyetir."


Amora mengangguk.


Yuna menatap jalanan yang mereka lewati dan seketika kedua matanya terbuka lebar melihat sesuatu yang sangat mengejutkan.


"Berhenti Amora!" Seru Yuna.


Amora yang mengdengar itu segera menginjak pedal rem.


"Ada apa kakak ipar?" Tanya Amora dengan bingung.


"Mu.... Mundurkan mobilnya."


Amora yang bingung menuruti apa yang kakak iparjya katakan, dia memundurkan mobilnya.


"Berhenti." Ucap Yuna.


Yuna menatap keluar jendela, dan melihat seseorang yang dia kenal tengah duduk dengan seorang wanita di depannya. Yuna sangat mengenali sosok itu, hatinya terasa sesak melihat orang yang dia lihat saat ini, terlebih Yuna melihat dua orang itu berpegangan tangan.


"Kak Yuna, ada apa?" Tanya Amora yang melihat kakak iparnya menatap keluar jendela mobil.


Karena penasaran, Amora pun melihat ke arah pandangan Yuna dan seketika kedua matanya membulat.


"Ka.... Kakak Li?" Ucap Amora.


"Amora, kita pergi dari sini."


Amora menatap Yuna yang tengah menahan air matanya.


Dengan cepat Amora melajukan mobilnya dari tempat itu, bukan hanya Yuna yang terkejut tetapi Amora juga saat melihat sosok kakaknya tengah duduk dengan seorang wanita.


"Amora, jangan beritahu Auron tentang ini." Ucap Yuna.


"Kenapa kakak ipar? Kita harus....."


Yuna menatap Amora dengan air mata yang telah mengalir "Aku mohon, aku ingin melihat sejauh mana Auron merahasiakan itu dari ku. Jika mereka hanya berteman, aku yakin setelah dia pulang dia pasti akan memberitahukannya padaku. Tetapi jika tidak......"


Amora menggenggam tangan Yuna, mencoba menguatkan kakak ipar yang 2 tahun lebih muda darinya itu.


Saat ini, hati Yuna sangat sakit dan terasa begitu sesak. Di tambah dia harus menahan perutnya mulai terasa tidaj nyaman.


...----------------...


Di kafe XX, dimana Auron Li berada dengan wanita bernama Carell sedang duduk saling berhadapan.


Carell telah menceritakan semuanya pada Auron Li, dia juga menceritakan alasan dia pergi tanpa memberitahu Auron Li terlebih dulu.


"Kau seharusnya memberitahu ku lebih awal, kau selalu mengambil keputusan dengan sesuka hatimu sendiri Carell. Bahkan kau tidak memikirkan bagaimana dengan diriku." Ucap Auron Li setelah mendengar semua penjelasan Carell.


Carell memegang tangan Auron Li dan menggenggamnya "Aku sungguh minta maaf, aku tidak bermaksud seperti itu. Aku... Aku hanya tidak ingin menghambat karirmu."


Auron Li diam sambil menatap wajah seorang wanita yang dulu selalu bersamanya, yang selalu tertawa dengan ria. Meski itu telah berlalu lebih dari 10 tahun, namun tidak bisa di pungkiri jika Auron Li juga pernah merasakan rindu pada sosok wanita itu dalam diam.


"Auron Li, aku tahu aku sudah sangat terlambat. Tetapi aku juga tidak ingin memaksamu untuk kembali bersama seperti dulu, hanya saja aku ingin kau memaafkan apa yang sudah aku lakukan." Ucap Carell sambil meneteskan air matanya.


Auron Li diam, selama 4 tahun setelah Carell pergi tanpa kabar Auron Li mencarinya siang dan malam, juga mengerahkan anak buahnya. Namun mereka tidak bisa menemukan Carell.


Dan setelah 10 tahun lebih dia tidak lagi memikirkannya, wanira itu tiba-tiba muncul dan ingin agar Auron Li memaafkannya.


"Kau tidak berubah, kau selalu egois padaku." Ucap Auron Li.


"Bukankah kau yang mengajarkannnya padaku dulu?"


Auron Li mengangguk dan tersenyum pada Carell.


Auron Li tidak sadar jika pertemuannya saat itu telah di lihat oleh dua orang yang sangat tidak terduga.


"Baiklah, aku harus kembali. Masih banyak pekerjaan yang harus aku tangani." Ucap Auron Li.


"Iya. Terima kasih Auron Li."


Auron Li mengangguk, dia lalu berdiri dan berjalan kekuar dari kafe itu.


Carell yang melihat Auron Li memasang kembali cincin pertunangannya.


"Maafkan aku Li, aku hanya ingin tahu apakah kau masih peduli dan memiliki perasaan itu padaku atau tidak." Ucap Carell dengan pelan.


Auron Li yang berada di dalam mobil mencoba menghubungi Yuna, setelah meoihat ada beberapa pesan dan panggilan tak terjawab dari istri kecilnya itu.


"Kenapa dia tidak menjawabnya? Apakah dia sedang tidur siang?" Gumam Auron Li yang tidak mendapat jawaban dari Yuna.


Auron Li melajukan mobilnya menuju mansion. Perasaannya tidak nyaman karena Yuna tidak mengangkat panggilan darinya.


Setibanya di mansion, Auron Li segeea turun dari mobil dan berjalan menuju mansionnya.


Ceklek


"Yuna, sayang kau dimana?" Ucap Auron Li dengan suara agak keras.


Auron Li berjalan ke ruang keluarga dan dapur, tetapi dia tidak menemukan istri kecilnya itu. Auron Li lalu berjalan ke lantai dua dan menuju kamarnya.


Ceklek


"Yuna." Ucap Auron Li saat memasuki kamarnya.


Auron Li masuk ke dalam kamar dan mencari dimana Yuna berada.


"Dimana dia?" Gumam Auron Li.


Auron Li berjalan kekuar kamar dan mendapati istrinya sedang berjalan ke arahnya.


"Sayang, kau kemana saja? Aku mencari mu kemana-mana." Ucap Auron Li dengan lembut seperti biasanya.


Yuna hanya menatap Auron Li "Apakah dia juga berbicara dengan lembut seperti ini pada wanita itu?"


Auron Li menatap Yuna dengan bingung "Sayang kau kenapa? Apa kau sedang merasa tidak enak badan?"


Yuna menggelengkan kepalanya "Kau mandilah, minyak wangi mu membuat ku tidak nyaman."


Setelah berkata itu Yuna berjalan melewati Auron Li dan masuk ke dalam kamarnya.


Auron Li yang mendengar itu segera menciumi pakaian yang dia kenakan.


"Aroma ini...."


Auron Li menatap pintu kamar yang telah tertutup, lalu mengusap wajahnya dengan kasar.


"Apakah dia telah mencium aroma minyak wangi milik Carell yang menempel padaku?"