CEO'S LITTLE GIRL

CEO'S LITTLE GIRL
CLG #42



Sudah 2 hari Yuna di rawat dan masih setia menutup kedua matanya. Bibi Li Ran dan kakek Li juga sudah mengetahui kondisi Yuna dan membantu Auron Li menjaga Yuna, saat Auron Li terpaksa harus ke perusahaan.


"Bibi Ran." Ucap Amora saat memasuki ruangan khusus itu.


"Kau sudah datang."


"Iya, bagaimana kakak ipar?"


Bibi Ran menggelengkan kepalanya, dan menatap Yuna yang masih terbaring seolah sedang tidur dengan nyenyak.


"Kapan kakak ipar akan sadar, saat ini kakak sedang menghadapi beberapa orang yang sedang bersaing dengan perusahaan kakak. Mereka tahu jika kondisi kakak ipar tidak baik, dan menggunakan kesempatan ini untuk menyerang kakak Li." Ucap Amora.


"Lalu bagaimana perkembangannya?"


"Aku belum tahu lagi, tapi aku yakin kakak dan kak Lei akan bisa menghadapi mereka. Kakak Li juga berpesan untuk menjaga kakak ipar disini, agar tidak ada orang lain yang datang ke dalam ruangan ini, dan membuat ancaman pada kakak."


Bibi Li Ran mengangguk "Jika begitu, bibi akan meminta dua orang kepercayaan kakek mu untuk berada di sekitar sini. Agar jika dia melihat ada orang lain selain kita, bisa langsung di tangkap."


"Iya, bibi benar."


Amora dan bibi Li Ran menatap Yuna, mereka khawatir jika Yuna tidak lagi membuka matanya. Maka apa yang akan Auron Li lakukan nanti.


"Aku khawatir dengan keadaan kakak ipar, aku harap kakak ipar dan calon keponakan ku akan baik-baik saja." Ucap Amora.


"Kita berdoa yang terbaik untuk mereka. Bibi juga tidak mau kebahagiaan yang baru saja Auron Li dapatkan, akan berganti kesedihan yang berlarut."


"Aku harus bertemu dengan wanita bernama Carell itu, dan berkata padanya untuk tidak lagi mengganggu kakak Li."


Bibi Li Ran hanya mengangguk, jika saja wanita itu tidak menghubungi Auron Li. Pasti hal seperti ini bisa di hindari.


...----------------...


Braaaaak!


"Beraninya mereka! Lei, lakukan semuanya hari ini. Aku ingin lihat seberapa besar nyali mereka, beraninya melawanku saat kondisi istriku tidak baik. Sepertinya mereka sudah bosan hidup nyaman!" Seru Auron Li dengan aura dingin dan membunuh yang sangat pekat.


"Baik tuan muda."


Leo segera keluar dan melakukan apa yang Auron Li perintahkan.


"Kali ini kalian benar-benar akan tamat. Berani mengusik singa yang sedang khawatir pada istrinya."


Di dalam ruang kerja, Auron Li dengan cepat mengetik sesuatu pada keyboard komputernya. Kedua matanya pun fokus pada layar komputer yang ada di depannya.


"Kalian, aku sudah berbaik hati. Tetapi kalian memilih jalan ini. Maka terimalah." Ucap Auron Li dengan silet mata yang sangat tajam.


10 menit kemudian, Auron Li dan Lei telah membuat 4 perusahaan yang menyerangnya terdiam sesaat. Setelah menyebarkan beberapa video yang di lakukan oleh mereka dengan beberapa wanita bayaran di tempat yang berbeda.


"Ini hanya permulaan, aku yakin setelah semua orang telah melihat video kalian. Saham kalian akan turun, bahkan perusahaan kalian akan hancur." Ucap Auron Li setelah mengunci video-video itu agar tidak bisa di hapus oleh siapapun dari media sosial.


Sebenarnya sudah lama Auron Li ingin membuat perhitungan dengan ke 4 perusahaan itu. Tetapi dia masih mencari celah, namun tak di sangka mereka justru menyerang perusahaan Auron Li di saat yang seperti ini.


Auron Li mengangguk "Bagus, anggap itu hukuman ringan dariku untuk mereka."


Lei menatap tuan mudanya, saat ini Auron Li terlihat sangat menakutkan. Hukuman ringan yang Auron Li katakan adalah hukuman yang sangat berat bagi orang yang menerimanya.


"Tuan muda ternyata tidak berubah, memberi hukuman bagi para pengusik sampai ke akar-akarnya."


Saat ini kondisi kesehatan Yuna adalah yang menjadi prioritas utama bagi Auron Li. Dan untuk orang yang mengusiknya, maka Auron Li tidak akan segan.


"Kau urus sisanya, aku akan ke rumah sakit." Ucap Auron Li pada Lei.


"Baik tuan muda."


Auron Li berdiri dan berjalan keluar dari ruang kerjanya. Sudah cukup lama dia meninggalkan Yuna di rumah sakit dengan bibi Li Ran, dia tidak mau lebih lama lagi berjauhan dengan Yuna.


Dengan cepat Auron Li keluar dari gedung perusahaannya, namun saat dia akan masuk ke dalam mobil. Seorang wanita datang menghampirinya.


"Auron Li, apa kau sangat sibuk? Kau tidak pernah membalas pesan atau mengangkat telfon dari ku." Ucap wanita itu, yang tidak lain adalah Carell.


Auron Li tidak berniat untuk menatap wanita yang telah membuat hidupnya kacau, bahkan telah membuatnya sangat bersalah kepada istrinya, Yuna.


"Nona Carell, lebih anda tidak perlu lagi menghubungi saya. Seorang wanita yang sudah memiliki calon suami, tidak baik terus berkomunikasi dengan laki-laki yang pernah dekat dengannya, terlebih laki-laki itu sudah memiliki seorang istri." Ucap Auron Li dengan datar.


Mendengar apa yang Auron Li katakan, Carell merasa seperti di sambar petir. Bukan karena Auron Li berkata jika telah mengetahui dirinya memiliki calon suami, melainkan karena Auron Li berkata jika dia telah memiliki seorang istri.


"Kau.... Apa yang kau katakan? Kau sudah mempunyai istri?" Ucap Carell dengan tidak percaya.


"Benar, jadi saya mohon kepada anda untuk tidak lagi menghubungi saya."


Setelah mengatakan itu, Auron Li segera masuk ke dalam mobil. Dia tidak mau lagi mendengar apa-apa dari Carell.


Auron Li melajukan mobilnya dengan cepat meninggalkan Carell yang mematung di depan gedung perusahaan Auron Li.


"Dia.... Dia berkata jika dia sudah menikah, dia.... Sudah tidak lagi mempunyai perasaan kepadaku." Gumam Carell setengah tidak percaya.


Carell berjalan dengan gontai menuju mobilnya, yang terparkir tidak jauh dari tempatnya berdiri.


Sementara itu, Auron Li memukul setir mobil beberapa kali. Melampiaskan kekesalannya kepada Carell, dan menyesali kebod0hannya karena mau bertemu dengan Carell sebelumnya.


"Yuna, setelah kau kembali sehat, aku pastikan akan membuat pesta pernikahan termegah dan termewah untuk mu. Aku ingin memperlihatkan kepada semua orang, bahwa kau adalah satu-satunya wanita yang aku cintai, dan tidak ada lagi wanita lain di dalam hatiku." Ucap Auron Li.


Kedua mata Auron Li menatap lurus, dia telah bertekad dan bersumpah jika setelah ini dia tidak akan pernah lagi menyakiti Yuna, dan tidak akan lagi peduli pada Carell, wanita yang pernah meninggalkan dia dulu.


Setelah memarkirkan mobilnya, Auron Li berjalan dengan cepat memasuki rumah sakit.


Namun saat dia akan membuka pintu utama rumah sakit, dia menoleh karena dia merasa seperti ada seseorang yang sedang mengintainya.


"Ck, sepertinya aku harus memindahkan Yuna ke mansion. Agar tidak ada orang yang berani berbuat macam-macam." Ucap Auron Li seraya masuk ke dalam rumah sakit itu.