
Saat ini Han Yuna tengah duduk di kasebo yang ada di samping rumah utama, dengan Amora dan Gracia Xu.
Mereka sedang menikmati teh hijau yang di buat khusus oleh kepala pelayan rumah utama untuk mereka bertiga.
"Amora, aku ingat dulu kak Li suka dengan teh hijau ini. Apa sekarang dia masih menyukainya?" Ucap Gracia Xu.
"Aku tidak tahu, kakak jarang pulang dan aku juga sering di luar karena pekerjaanku yang banyak."
"Aku kira kau tahu, jika kak Li masih menyukainya, aku bisa membuatkan kak Li teh hijau ini seperti dulu."
Gracia Xu menatap Han Yuna, semua yang dia katakan sengaja untuk membuat Han Yuna sadar siapa yang lebih pantas berada di sisi Auron Li.
"Kau bisa membuat teh hijau yang enak seperti ini, nona Xu?" Tanya Han Yuna pada Gracia Xu.
"Iya, kak Li sangat suka dengan teh hijau yang aku buat dulu.
"Auron benar-benar suka dengan teh hijau?"
"....Iya."
Gracia Xu mengeratkan giginya saat Han Yuna memanggil nama Auron Li, dengan sebutan yang begitu akrab.
"Kakak ipar, kenapa kau mmeanggil kakak ku dengan nama kecilnya?" Tanya Amora pada Han Yuna.
"Dia yang memintaku untuk memanggilnya seperti itu, apakah ada yang salah?"
"Tidak, aku hanya bertanya saja. Karena selama ini hanya aku dan kedua orang tua kami yang boleh memanggilnya dengan nama itu. Bahkan kakek dan bibi Li Ran saja tidak di izinkan memanggilnya dengan nama itu."
"Benarkah?"
Amora mengangguk senang "Iya. Kakak ipar benar-benar sudah melekat di hati kakak ku."
"Aku tidak tahu itu, aku hanya menuruti apa yang dia inginkan."
"Kakak ipar, aku senang sekali. Oh iya, kemarin kata bibi, kakak ku mencari kakak ipar. Kakak ipar tidak apa-apakan?"
Han Yuna menggelengkan kepalanya "Aku tidak apa-apa, dia hanya memarahiku sedikit karena aku pergi ke taman belakang rumah, tanpa memberitahu dia lebih dulu."
"Waaah, baru kali ini kakakku sangat perhatian pada wanita. Bahkan Gracia yang sudah sering membuatkan kue untuk kakak saja, selalu mendapatkan perlakuan dingin, iya kan Gracia?"
"Ah, I... Iya." Ucap Gracia Xu dengan canggung karena malu.
Haj Yuna menatap Gracia Xu, dia merasa jika wanita itu sangat menyukai Auron Li. Apalagi tadi Amora berkata jika Gracia Xu sering membuatkan kue untuk Auron Li dulu. Dan ity sangat terlihat, jika dia ingin membuat Auron Li tertarik padanya.
"Itu tidak mungkin." Gumam Han Yuna.
"Apa yang tidak mungkin kakak ipar?" Tanya Amora yang mendengar gumaman dari Han Yuna.
"Tidak, tidak apa-apa."
"Oh iya, tadi kepala pelayan bilang kalau koki membuat puding. Aku akan mengambilnya dulu di dapur."
"Iya."
Amora Li berjalan ke dapur meninggalkan Han Yuna dan Gracia Xu di kasebo.
"Nona Yuna, boleh aku tahu berapa usia mu?" Ucap Gracia Xu.
"Aku... berusia 21 tahun, dan bulan depan 22 tahun."
Gracia Xu mengangguk "Aku tidak menyangka kak Li yang begitu menyukai wanita dewasa, akan menikahi gadis muda yang usianya terpaut 11 tahun darinya. Padahal dia selalu memimpikan menikah dengan wanita yang hanya terpaut 3 atau 5 tahun lebih muda darinya."
Han Yuna yang tidak mengerti maksud ucapan Gracia Xu menatapnya dengan bingung.
"Nona Yuna, aku mengatakan ini demi kebaikanmu. Lebih baik kau tinggalkan kak Li, dia tidak benar-benar menyukaimu. Dan mungkin dia menikahimu hanya karena kasihan atau rasa terima kasih saja."
Han Yuna terdiam, kehidupannya memanglah tidak baik dan bahkan dia sendiri harus bekerja paruh waktu untuk hidupnya. Tetapi setelah menyelamatkan Auron Li, hidupnya seolah berubah. Dari itik bertelur putih berubah menjadi itik bertelur emas.
Melihat Han Yuna diam, Gracia Xu yakin jika apa yang dia katakan telah berhasil mengusik pikirannya. Dan tidak lama dia akan termakan oleh apa yang dia katakan tadi.
"Heh, ternyata hanya segini saja. Kau masih terlalu muda untuk bersaing denganku memperebutkan kak Li milikku."
Han Yuna tiba-tiba berdiri "Aku... permisi dulu." Ucap Han Yuna.
Gracia Xu mengangguk dan membiarkan Han Yuna untuk menemui Auron Li, dia berharap mereka akan bertengkar karena hasutan darinya pada Han Yuna tadi.
...----------------...
Sementara itu di dalam kamar, Auron Li baru saja keluar dari mandi, setelah membersihkan diri karena keringat akibat berolahraga di ruang gym pribadinya.
Ceklek
Auron Li mendengar pintu terbuka, dan melihat istri kecilnya masuk ke dalam kamar dengan raut wajah yang tidak seperti biasanya.
JmHan Yuna menoleh dan membulatkan kedua matanya melihat Auron Li hanya memakai celana pendek di dalam kamar.
"Aaaaaaaaaa!!!"
Han Yuna berteriak dengan keras dan kedua tangan menutupi wajahnya, dia lalu berbalik dengan cepat.
Melihat itu, Auron Li tersenyum lalu berjalan mendekati Han Yuna yang berdiri membelakanginya.
"Kita sudah menikah, kau masih tidak mau melihat tubuhku? Banyak wanita di luar sana yang penasaran dan ingin melihatnya, tapi istriku ini malah berpaling." Ucao Auron Li mencoba menggoda istrinya.
"Ba... Banyak wanita, apa... itu termasuk nona... Xu?"
"Gracia Xu?"
"Hmm, nona Xu."
"Kau sepertinya banyak berbicara dengan Gracia."
"Kalian terlihat sangat dekat, bahkan cara memanggilmu begitu akrab dengannya." Ucap Han Yuna dengan nada tudak suka.
Auron Li diam-diam tersenyum mendengar ucapan istri kecilnya yang sepertinya sedang cemburu itu.
Greb
Auron Li memeluk Han Yuna dari belakang, dia lalu meletakan kepalanya di atas bahu istri kecilnya itu.
"Beritahu padaku, apa yang sudah dia katakan padamu, sampai aku melihat istri kecilku ini begitu cemburu." Ucao Auron Li dengan pelan.
"A... Aku tidak cemburu."
"Hmm? Jadi, apa yang sudah dia katakan."
"No.... Nona Xu berkata, jika kau... hanya sedang bermain denganku saja. Kau menikahiku karena merasa kasihan dan berhutang budi padaku, dan... tidak benar-benar menyukaiku."
"Hmm, lalu?"
"Di... Dia juga bilang, kalau kau selalu ingin mempunyai istri yang... usianya 3 atau 5 tahun lebih muda dari mu, sedangkan aku....."
Auron Li melepaskan pelukannya dan membalikan tubuh Han Yuna agar menghadap padanya, dengan terpaksa Han Yuna melihat tubuh Auron Li yang hampir t*lanjan9 itu.
"Aku memang awalnya menikahi mu karena rasa terima kasih, tapi kau membuatku tertarik. Kau berbeda dari wanita yang lain, dan sudah berhasil membuatku jatuh cinta padamu. Han Yuna, aku tidak pernah bermain-main dalam hal apapun, terlebih jika itu berhubungaan denganmu."
Han Yuna diam mendengar semua penuturan Auron Li padanya.
"Ingat ini. Aku Auron Li, selamanya hanya akan menikah dengan Han Yuna seorang, dan tidak akan menyukai wanita lain. Apakah wanita itu lebih cantik atau lebih segalanya dari mu, kau tetap yang akan selalu menjadi istriku, kau adalah gadis kecilku dan istriku satu-satunya."
Auron Li lalu menngecup bibir tipis Han Yuna dengan cepat lagi.
"Apa kau sudah mengerti sayang?" Ucap Auron Li lagi.
"A... Auron, kau...."
Auron Li memeluk tubuh Han Yuna dengan erat.
"Putri dari keluarga Xu itu, beraninya dia menghasut istriku."
"A... Auron." Ucap Han Yuna
"Hmm?"
"Ka.... Kau pakailah baju mu dulu."
Auron Li ingat jika dia belum memakai pakaiannya dengan lengkap. Tapi.....
"Aaakh! Auron, apa yang kau lakukan?" Ucao Han Yuna yang terkejut.
Auron Li menggendong tubuh Han Yuna dan berjalan menuju ranjang mereka, lalu membaringkan Han Yuna di atas ranjang itu.
"A... Auron, kau...."
Auron Li tidak mengatakan apapun, dia menarik selimut dan berbaring di samping Han Yuna lalu memeluknya.
"Temani aku tidur, aku sangat lelah." Ucap Auron Li yang sudah memejamkan matanya.
"Ta... Tapi.."
"Hanya tidur sayang, aku tidak akan melakukan apapun sebelum kau siap."
Han Yuna diam, dia lalu menganggukan kepalanya pelan.
Merasakan anggukan dari istri kecilnya, Auron Li mempererat pelukannya dan tertidur sambil memeluk tubuh kecil istrinya.