Brother Is My Love

Brother Is My Love
GAJAH TERBANG



DI SEBUAH BUTIK.


"Gila gilaaa, lo emang the best model dell." Kata rara kagum.


"Elehhh lo bisa aja. Ini karna baju di butik ini yang bagus ra." Saut adel.


"Itu juga karna kamu yang cantik nak. " mama rara pun datang dan ikut bergabung dengan anaknya.


"Tanteee adel kangen. " kata adel dan memeluk mamanya rara.


"Tante juga sayang. " sambil ikut memeluk adel.


"Tante sengaja lo.. ngerancang busana ini buat kalian wisuda nanti. Dan tante hadiahkan ini buat kamu adell. " imbuhnya lagi.


"Tante seius? Tapi ini kan, pasti mahal banget. " kata adel gak enak hati.


"Lo gak papa sayang ini hadiah wisuda dari tante loh. " kata mama rara, dan langsung memeluk kedua anak anaknya itu.


"Hemmmmmmm,,, anak anak mama. " Katanya.


"Kalok lo gak enak nerima ini cuma cuma... Lo bisa bayar jadi model geratis untuk hari ini." Kata rara dengan senyum liciknya.


"Ihhh gak boleh gitu ahh ra. Mama kan iklas. " kata mamanya sambil mencubit rara.


"Awww sakit ma" Keluh rara sambil mengelus lengannya.


"Haha gak papa tan.. adel juga iklas. " Katanya sambil tersenyum.


"Seius kan lo? Ya udah cepat ikut gwe. " Dengan cepan rara menarik tangan Adel, dan membawanya ketempat pemotretan. Mamanya rara pun hanya geleng geleng.


"Mas wahyu tolong dong cepat kesini, dan lakukan pemotretanannya seeekaaaaaraaang. Dan ini model kita. " Kata rara dengan girang, sambil memeluk adel. Karna dia yakin butik ini pasti lebih terkenal karna Adel jadi modelnya.


Dan kali ini Rara benar benar kelewatan. Dirinya membuat Adel kelelahan dengan menyuruh Adel terus menggunakan baju yang berbeda beda.


"Ra lo kerjaiin gwe? Tega banget sih lo. Lo emang cari keuntungan dalam kesempatan ya?" Omel adel.


"Haha maaf dell. Mumpung geratis haha. Lo ganti lagi ya, ada beberapa model lagi nih." Katanya yang mebuat Adel kesal.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


"Yan,,, bagaimana perkembangan di kota M?" Tanya Jonathan kepada sekertarisnya.


"Semuanya masih aman bos. Bahkan penjualannya makin meningkat." Jawab Yayan.


"Bagus..." Kata Jonathan lagi.


Jonathan memiliki perusahaan di kota M. Bergerak di bagian asesoris seperi jam tangan, dan beberapa model cicin yang mengunakan brilian asli.


"Bos mau minum coffee?" Tanya yayan.


"One coffee cappuccino. " sautnya.


"Siap bos saya beli dulu di luar. " Kata yayan dan langsung pergi meninggalkan bosnya.


🍁🍁🍁🍁🍁


DI SEBUAH COFFEE SHOP


"MBAK DUA CAPPUCCINO" kata dua orang yang berbeda jenis kelamin. Dan seketika mereka berdua saling berhadapan.


"Nona maaff. Tapi saya duluan ada di sini" Kata yayan sopan, tidak lupa tesenyum ramah.


"Tuan tapi saya yang duluan bayar." Kata Rara sambil memberikan selembar uang kepada petugas di sana.


"Maaf mbak memang mas ini yang datang duluan." Timbal pegawai perempuan di sana.


Yayan memang lebih dahulu di sana, karana ada telfun dari bosnya! Jadi terpakasa menunda pesanannya.


"Taa-pi anda harus mengalah dong!! Dengan seorang wanita. " jawab Rara gugup sambil menyilangkan tangannya di depan dada. Karna merasa dia pojokan.


"Maaf nona. Ini bukan masalah bertarung, tapi Ini masalah mesan memesan. Jadi nona harus tertib, dan mengantrii lahh nona seperti anak sd yang sedang berbaris. Nona sekolah kan?" Ledek yayan. Yang membuat Rara kesal karna di ajari berbaris seperti anak sd.


Rara pun menurut karna malu di lihat banyak orang. Dan bahkan di belakangnya pun ada yang menahan tawanya. Sebab yayan mengangkat tubuh mungil Rara seperti mengangkat anak kecil dan menaruh di belakang tubuhnya. Dan tidak lupa menyuruh Rara untuk menjaga jarak.


"Nona mundur sedikit. Lagi banyak virus." Kata yayan seperti mengusir ayam. Dan berhasil membuat Rara malu dan geram.


"Sialan cowok ini. Buat gwe malu lagi di depan umum." Katanya dalam hati.


"Gimana ya caranya biar gwe dapet tu coffee duluan? Sambil memikir idenya, dan tidak lama berfikir dia sudah mendapankan ide.


"Aaahaaa gwe tau. " batinya denagn semangat.


"Mas ini coffeenya" kata pegawainya.


Belom sempat Yayan mengambil coffee yang di sodorkan oleh pegawai itu, denagn sigap Rara sudah menyeropot coffee dari tangan pegawai itu. Dan dengan sigap juga Yayan menarik leher baju bagian belakang rara, layaknya seorang pencuri kecil.


Tapi Rara terus bencoba berlari, seperti berenang dia udara. Dan hal itu membuat para pengunjung tertawa.


Rara pun menyerah, dan mendongak kesamping tidak lupa memperlihatkan gigi putihnya.


"Hihihi tuan." Katanya.


"Nona cepat kembalikan punya saya nona." Kata yayan sambil tetap memegang baju rara. Takut mangsanya kabur.


Tapi otak Rara terus berfikir keras!! cara ampuh untuk kabur.


"Astaga gajah terbang. " kata Rara sambil menunjuk keluar jendela. Dan berhasil!! semua orang menoleh ke luar jendela.


Merasa ada kesempatan, Rara pun dengan cepat berlari seperi anak kecil ke girangan. Dan jangan lupa dengan ketawanya yang renyehh.


"Haha makan tu gajah terbang. Hahaha ahhh dasar bod*h mau aja di kerjaain. Mana ada gajah terbang, sarap kalik." Katanya sambil menuju taman tempat di mana dia meninggalkan adel.


MASIH DI COFFEE SHOP


"Maaf ya mas. Saya buatkan yang baru. " kata pegawai itu.


"Iya mbak tidak papa." Jawab Yayan dengan senyumnya yang ramah. Padahal dalam hati sudah was was, akan amukan bosnya karna dirinya lama.


"Dasar wanita kancil. Bisa bisanya dia bohongin gwe. Si bos Bisa marah nih. " batinya.


Dan benar saja bosnya menelfon.


"Haha-llo bos" gugupnya.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Mampir derus yakk.