
Ardelia nenjalani hari harinya dengan bahagia. Menjadi seorang sekertaris memang sangat melelahkan, tapi semua itu tidak berarti saat menerima gajih bulanan.
Memiliki apartment adalah ipiannya, walaupun masih menyicil setidaknya itu asil kerja kerasnya sendiri.
Ardelia pun tidak lupa akan janjinya kepada orang tuanya untuk berkunjung setiap akhir pekan. Seperti sekarang dia sudah bersiap siap untuk menginap dua malam di rumah orang tuanya.
ππππππ
"Mama Adel kangen." Katanya sambil memeluk mamaya dari belakang.
Seketika mama Tia terkejut, pasalnya dia tidak tau jika anaknya akan datang secepat ini.
"Sayang kamu ngagetin mama aja sihh." Sambil berbalik menatap anaknya.
"Hihi sengaja. Ohh ya mama masak apa tuhh? Kayaknya enak banget." Sambil mecicipi masakan mamanya.
"Kamu kok tumben jam segini udah datang? Biasanya jam 9 malem baru sampek?" Tanya mamanya balik.
"Ihhh lamat dateng salah, cepet dateng juga salah. Emang mama gak kangen gitu sama aku?" Tanya Ardelia cemerut.
"Aduhhh bukan gitu sayang, mama kangen banget malahan."
"Ya udahh mungpung kamu disini bantuin masak yukk." Tawar mamanya.
Ardelia dengan senang hati membatu mamanya memasak. Selain cantik dan pintar Ardelia juga senang memasak.
Merak berdua asik meracik bahan bahan makanan hingga tercipta menu yang siap di hidangkan.
Setelah semuanya selesai, Ardelia menuju kamarnya untuk membersihkan dirinya, karna tubuhnya sudah berkeringat lagi.
Saat berada di lantai atas, Ardelia tidak sengaja melihat pemandangan langka menurutnya, dan itu berhasil membuat dirinya kaget.
Ya.. Jonathan dengan tubuh yang berkeringat tidak menggunakan pakaian hanya ada handuk kecil di lehernya, dan celana olah raga melekat di tubuhnya.
Jonathan baru saja selesai berolah raga. Tapi saat keluar dia tidak sengaja melihat adik tirinya. Jonathan juga kaget tapi tidak berteriak.
Merasa malu akan situasi saat ini, buru buru mereka masuk dalam kamar mereka masing masing.
Jatung Ardelia berdebar tak karuan saat bahunya tersenggol dengan lengan Jonathan.
"Yaa tuhan sempurna sekali ciptaanmu, kenapa dia bisa setampan itu? ingin sekali hamba mengigit rotinya itu." Katanya sambil menghanyal.
Sedangkan di temat lain, tepatnya kamar Jonathan.
"Ahhh malu sekali rasanya, kenapa harus bertemu saat seperti ini. Apa aku terlihat jelek? Apa bau ku tidak sedap? Pasti dia mencium bau ku saat berpapasan tadi." Grutunya, pikirannya sudah banyak pertanyaan.
ππππππ
Makan malam tiba. Ardelia maupun Jonathan sama sama canggung.
"Nak kamu mau nginep berapa malam?" Tanya papa Dion.
"Dua malam pa, Adel mau berangkat bekerja dari sini aja." Sautnya sambil memakan makanannya.
Tidak ada yang tau bahwa jawaban Ardelia membuat Jonathan tersenyum tipis bahkan saangat tipis.
"Iya besok papa siapin tempatnya." Saut papa Dion.
"Gimana menurut kamu sayang apa kamu setuju?" Tanya mamanya.
"Adel sihh yes ma, pengeng juga kan kumpul kumpul bareng kluarga." Jawabnya.
"Bagaimana denganmu Jonathan?" Tanya sang papa.
"Tidak tau, lihat besok saja." Jawabnya sambil terus makan.
Jonathan benar benar lahap, tidak sadar dia sudah menambah 2piring. Makanan kali ini benar benar enak menurtnya, hanya dengan sambal trasi dan juga ayam bakar membuat Jonathan begitu lahap.
"Kayaknya masakanmu benar benar enak nak, sampai sampai kakakmu tidak berhenti makan, lihat ayamnya hanya tersisa satu potong dan sambelnya tinggal sejumput saja." Kata papanya sambil tertawa meledek.
Seketika Jonathan berhenti makan, dia malu akan perkataan papanya.
"Aku kenyang." Langsung pergi kekamarnya tanpa memakan dessert dulu yang sudah menjadi kebiasaannya.
"Iyalahh kenyang 2piring lebih." Kata papa Dion dan ditegur istrinya.
"Pa kamu apa apaan sihh, kasian Jonathan dia pasti malu. Adel nanti kamu bawain susu buat kakamu yahh." Suruh mamanya.
"Iya ma." Sebenarnya Ardelia ingin menolak tapi percuma saja.
ππππππ
Ardelia berar benar memberikan susu itu kepada Jonathan, walaupun sedikit canggung tapi berusaha tenang. Ardelia mengetuk pintu Jonathan tanpa dia harus bersuara.
Tok tok tok
Tidak lama pintu terbuka. Jonathan kaget tapi tetap diam.
"Ini susunya disuruh mama." Katanya sambil memberikan susu itu pada Jonathan.
Jonathan masih diam, tidak tau apa yang tipikirkannya.
"Aman gak tuhh?" Tanyanya.
Ardelia tidak pikir panjang lalu dengan siap meneguk susu itu, dan di berikan kepada Jonathan lagi. tapi kali ini Jonathan menerimanya.
"Puas." Kata Ardelia setelah susu itu berada dalam perutnya, dan meninggalkan Jonathan.
Jonathan tersenyum dan langsung meminum susunya hinga tetes teraakhir.
"Manis dan enak." Katanya.
ππππππ
Nhh Lohhh manis dan enakππ
Yuk Jangan lupa LIKE and COMMENTNYA πππ