
"Cup." Jonathan mengecup bibir Ardelia singkat.
Ardelia langsung menampar Jonathan. Tapi sayangnya Jonathan dengan sigap menangkap tangan Ardelia. Jonathan terus memegang tangan kanan Ardelia.
"Lepaskan.." Ardelia meringis kesakitan.
Jonathan tidak menghiraukan Ardelia dia malah merogoh saku celananya dan mengeluarkan kota kecil yang berwarna biru tua. Jonathan memberikan kotak kecil itu kepada Ardelia.
"Bukalah." Jonathan pun melepaskan tangan Ardelia.
Sesaat Ardelia kaget dengan isi kotak tersebuat. Jam tangan yang di hiasi oleh brilian kecil kecil yang tertata rapi di sana.
"Untukmu.. pakailah." Ucap Jonathan.
Ardelia tidak percaya dengan apa yang di berikan Jonathan padanya. Dia tidak bodoh, jam tangan ini sangatlah mahal, dan baru di keluarkan 3 hari yang lalu dan sekarang sudah berada di tangannya.
"Apa anda menganggap saya wanita murahan? Habis anda sentuh lalu memberikan sebuah barang mahal begitu?" Tanya Ardelia marah.
"Apa kau ingin saya bertangung jawab begitu?" Tanya Jonathan balik.
Ardelia tidak bisa menjawab pertanyaan Jonathan yang sangat susah menurutnya.
"Ini hadiah ulang tahun dari saya, walupun kamu tidak meberikan saya kue kemaren." Kata Jonathan tanpa ragu.
"Dan soal ciuman tadi.. ituuu.. karana saya.. hemmm... sudahlahh." Jonathan malu mengatakan jika dirinya telah tergoda akan adik tirinya. Jonathan langsung pergi dari kamar Ardelia tanpa berkata lagi.
"Dasar gila." Kata Ardelia.
ππππππ
"Apa papa memanggil Jo?" Tanya Jonathan saat sudah berada di ruangan papa Dion.
"Iya nak.. duduklah." Kata papa Dion pada Jonathan.
"Trimakasih sudah memenuhi permintaan papa nak." Kata papa Dion lagi.
Jonathan tidak menjawab, dia hanya membalas dengan sedikit senyuman.
"Ada apa papa memanggil Jo kesini?" Kata Jonathan penasaran denagn papanya yang memangilnya tiba tiba.
"Papa rasa kamu sudah tau masalahnya bukan? Perusahaan sedang mengalami kesulitan begitupun dengan perusaanmu. WIJAYA COMPANY sedang membutuhkan orang yang bisa di percaya Jonathan." Papa Dion melirik anaknya.
"Lalu apa masalhnya pa?" Jonathan bertanya lagi.
"Hemm.. pekerjaan Jonathan belum selesai. Mungkin Jo akan sering pulang pergi setelah ini." Jawab Jonathan.
"Baiklah papa hanya ingin meminta izin darimu untuk membawa Ardelia kembali bekerja di WIJAYA COMPANY." Kata papa kepada anaknya.
Jonathan melihat papanya. Dia nampak berfikir denagn perkataan papanya.
"Jika kamu tidak setuju juga tidak masalah. Jonathan papa hanya tidak ingin kamu harus bulak balik hanya untuk mengurus dua perusahaan yang berbeda tempat. Papa juga tidak ingin dua perusahaan ini mengalami masalah besar." Kata papa Dion.
"Apa dia setuju?" Tanya Jonathan.
"Papa belum bertanya kepada adikmu tapi jika kamu setuju papa pasti bisa membujuknya. Papa sudah tua tidak bisa harus bekerja keras seperti dulu. Hanya adikmu yang bisa membantu kita sekarang." Kata papa Dion lagi.
"Lakukan apa yang menurut papa baik untuk WIJAYA COMPANY." Ucap Jonathan.
"Trimakasih nak." Ucapnya.
Jonathan hanya tersenyum kepada papanya. Tapi siapa yang tau Jika dalam hatinya dia sangat bahagia.
"Membawa dia kembali bekerja dia WIJAYA COMPANY? Aku rasa itu bukan ide yang buruk." Batin Jonathan sambi tersenyum tipis.
ππππππ
Hari libur adalah hari kebahagian bagi mama Tia. Dia bisa merasakan berkumpul bersama anak dan suaminya. Seperti sekarang mama Tia membuat cemilan yang sanagt banyak, minuman yang segar untuk menemani acara kumpul hari ini.
"Mama jangan capek capek dong, sini Adel bantu." Ardelia menghampiri mamanya dan membantunya.
"Trimakasih sayang." Mama Tia mengecup pipi anaknya.
Setelah saling bertukar cerita, tertawa dan saling menggoda, papa Dion mulai berbicara yang serius.
"Ardelia papa ingin berbicara penting denagnmu nak." Kata papa Dion.
"Iya pa katakan saja." Saut Ardelia.
"Kembalilah ke WIJAYA COMPANY."
ππππππ
**AYOKKK TEBAK APAKAH ARDELIA AKAN MAU KEMBALI?
JANGAN LUPA LIKE AND COMMENTNYA YAHH ππ**