Brother Is My Love

Brother Is My Love
BADAI BESAR



DEG...


Tidak di ragukan lagi, jantung seorang Ardelia putri atmaja sudah berdetak begitu cepat, seperti sehabis lari marathon. Pikirannya sudah kemana mana, kegelisahan mulai melada. Akankah ada perang dunia ke-2 pikirnya.


"Apa dia mendengar perkataan ku barusan? Kenapa telinganya tajam sekali? duhhhh apa yang harus aku lakukan sekarang?" Batinya


"HALLO" saut Jonathan


................


"Lakukan yang saya suruh tadi. Nanti saya transfer uangnya." kata Jonathan lagi dan langsung mematikan hpnya dan lanjut menaiki tangga.


Jonathan berheti bukan karna medengar perkataan adik tirinya, tapi karna hpnya bergetar pangilan dari sekertarisnya untuk menanyakan pembelian arpatemant.


Di sana adel bernafas lega. Dia senang perang dunia ke-2 tidak terjadi. Tapi jangan lupa dengan senyuman papa Dion. Dia meperhatikan semua itu, tidakan anak tirinya itu benar benar menghibur.


"Ardelia cepat habiskan makananmu, biar kamu punya tenaga untuk memukul kadal itu." Kata papa Dion.


Dan itu membuat Adel terkejut. Tapi dia hanya tersenyum dan menjawab.


"Iya pa trimakasih, tolongin doakan Adel supaya bisa cepat memukul kadal itu." sautnya sambil melanjutkan makanannya.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Keesokan harinya.


WIJAYA COMPANY


BRACKKKKKKK...


Telah terjadi sesuatu yang mebuat seorang Jonathan mengebrak meja begitu kencang. Kemarahannya benar benar mengemparkan seisi ruangan itu.


"Apa kalian sudah bosan bekerja? Apa kalian ingin masuk penjara? Katakan pada saya sekarang?" Tanya Jonathan.


Semua diam tidak ada yang bersuara termasuk manager keuangan itu sendiri.


Brackkkkk...


Jonathan kembali mengebrak meja, karna tidak ada yang mejawab.


"AAHHHHH JAWAB." triyaknya penuh emosi


"Ma-aaf tuan dadi saya tidak semat memeriksa laporan yang di buat oleh Ardelia tuan." kata manager itu takut takut.


"Pangil dia kesini." Kata Jonathan dingin.


"Maaaf tuan tadi Ardelia izin untuk kekampusnya menemui dosen pembing bingnya." Jawab manager itu lagi.


Tidak lagi ada suara. Sepi, hening sampai Jonathan berbicara lagi.


"Kamu". Tunjuknya pada manager itu.


"Maaaf tuan tapi itu permintaan dari tuan Dion sendiri.. untuk memberikan tugas ini kepada Ardelia. Karna Ardelia pernah magang disini, setelah itu Ardelia di beri tawaran untuk bekerja di wijaya company ini tuan. Karna tuan Dion mengangap Ardelia mampu. Saya sudah pernah menolak ini, tapi tuan Dion terus mamaksa saya." Jawabnya lagi.


"Lalu kenapa kamu tidak memeriksa ulang?" Tanya Jonathan


"Ada memita laporan ini mendadak tuan. Sedangkan laporan ini masih di tangan Ardelia, dan biasanya akan di laporankan dua hari lagi. Maaf kan saya karna tidak sempat memeriksa ulang. Biasanya Ardelia tidak pernah melakukan kesalahan." Jelas manager itu.


"Baik pangil dia kesini jika dia sudah datang." Suruh Jonathan.


Semua pun undur diri dari ruangan CEO itu setelah medapat perintah dari Jonathan. Dan tidak lama setelah kejadian itu, Ardelia datang dengan wajah yang bingung melihat aura yang tidak mengenakkan di ruangan tersebuat.


"Hallo apa ada sesuatu yang tidak aku tau?" Tanyanya.


"Dell akhirnya kamu datang juga. Ada badai besar tadi." Kata seorang teman kantor Adel yaitu mbak nita.


"Ada apa mbak? Apa ada sangkut pautnya dengan saya?" Tanyanya lagi.


"Iya semua itu karna kamu. Karna kamu kita dapat amukan dari tuan Jonathan. " jelas Ibu mirah yang tidak lain adalah manager itu sendiri.


"Kenapa karna saya, saya kan baru datang?" Tanya adel, merasa tidak bersalah dengan kesalahan yang tidak dia ketahui.


"Sudah lahh del mending kamu temui tuan Jonathan biar tidak tambah ruwet." Suruh mbak nita.


Adel pun naik keatas menuju ruangan CEO. Walaupun tidak tau kesalahannya apa. Dengan pikiran yang bingung dia tetap naik menuju ruangan tersebut. Sesampainya di sana Adel melihat seorang pria yang cukup tampan.


"Permisi pak.. ehhh kakak. Ehh mas.. aduhh apa sihh." Mingung Adel.


Pria itu tidak lain lagi adalah yayan.


"Pangil mas aja." Saut Yayan dengan senyuman ramahnya.


"Hehe mas saya Ardelia kata teman saya tadi saya dipangil oleh tuan Jonathan. Apa tuan Jonathannya ada?" Tanya Adel lagi..


"Silakan nona, tuan Jonathan sudah menunggu." Kata Yayan sambil mepersilakan Ardelia masuk.


Saat di ruangan itu, seketika Adel merasakan aura yang tidak mengenakkan. Dan tampak di sana ada seseorang yang sedang duduk di kursi kebesarannya, dan membelakangi dirinya.


"Maaf tuan apa benar anda memangil saya?" Tanya Ardelia.


Ardelia tau bahwa kakak tirinyalah yang duduk di sana, tapi dia tetap bersikap layaknya kariawan dan atasan.


Seketika itu juga Jonathan berbalik dan melemparka laporan yang di anggap milik Ardelia putri.


Braaakkkkkkk.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Selamat membaca😊😊