
"JESSIE" Triak Jonathan.
Seketika itu semua orang diam, para pelayan menunduk takut, papa dan mamanya juga diam, sedangkan Ardelia juga ikut berheti karna kaget, dan kembali duduk di kursinya.
"Sayang kamu kok bentak aku sihhh?" Tanyanya sambil merengek.
"Kenapa kamu datang?" Tanyanya dingin.
"Ya karna aku merindukanmu, aku jauh jauh dari kota M untuk menemuimu. Tapi kenapa kamu membentak ku?" Sautnya.
"Hanya itu? Jika iya silakan pergi dari rumahku, dan ingat jangan muncul di hadapanku lagi. Hubungan kita sudah berakhir dan itu semua keinginanmu.
Jessie adalah mantan pacar Jonathan yang berselingkuh dengan temannya sendiri, yang membuat Jonathan terpuruk begitu lama.
Sadar akan kesalahannya, jessie buru buru menghampiri mama dan papa Jonathan.
"Om tante apa kabar?" Tanyanya sambil menghampiri kedua orang tua Jonathan.
"Baik" saut mama Tia.
Sedangkan papa Dion tidak menanggapi salam dari Jessie, karna dia tau apa masalah sebenarnya.
Beralih ke Ardelia dia di pandang oleh jessie, menatap tidak suka. Jessie mengira dia adalah pacar Jonathan.
"Kamu..." tunjuk jessie.
"Dia anak s.." kata mama Tia terpotong
"Saya anak tetangga. Iya anak tetangga sebelah." Saut Ardelia memotong perkataan mamanya.
Dia tidak ingin orang lain tau bahwa dia anak tirinya papa Dion dan semakin merumit masalah.
"Ohhh anak tetangga ngapain disini? Numpang makan?" Kata Jessie seperti meledek.
"Iya tadi di tawarin makan jadi saya ikut gabung." Katanya sambil menahan tangisnya.
"Kalau begitu saya permisi dulu, trimakasih srapanya." Katanya lagi.
"Nak kamu apa apan sihh?" Tanya papa Dion.
Papa Dion sebenarnya ingin marah waktu anaknya di bilang menumpang makan dirumahnya sendiri
Dari sorot mata Ardelia, mama dan papanya mengerti bahwa jangan mengatakan apa apa lagi.
Ardelia pergi dari rumah. Jonathan ingin mencegah adik tirinya , tapi dia tidak berani melakukan itu.
"Jo selesaikan masalahmu dan bicaralah baik baik." Kata papanya.
ππππππ
Di sebuah apartment Ardelia menangis, baru saja dia tertawa saat menyaksikan sebuah drama yang nyata, tiba tiba dirinya harus menangis karna dia tidak bisa mengakui bahwa dia adalah bagian dari kluarga wijaya.
Rencana liburan gagal, mamanya pasti sedih melihat dirinya seperti ini.
ππππππ
Hari semakin sore. Ardelia pun bangun dari tidurnya karna larut dalam kesedihan, dan akhirnya dia tertidur pulas dikarenakan capek menangis.
"Astaga udah jam 6, berapa lama diriku tertidur tadi." Katanya panik.
Ardelia buru buru membersihkan dirinya dan mengganti pakaiannya. Dia pun ke dapur untuk memasak makan malamnya.
Saat asik dengan kegiatannya, tiba tiba terdengar ketukan pintu
TOK TOK TOK
Ada orang yang mengetuk pintu. Dia binggung siapa yang bertamu sore sore begini? Apa kak Mike? Tanpa rasa curiga dia pun membuka pintunya.
Saat membuka pintu apartment dia pun kaget dengan sesorang yang dihadapannya. Dan buru buru lagi menutup pintunya.
BRAKKKK
Ardelia kaget dan sangat malu, dia sadar sekarang hanya memakai tengtop berwarna hitam yang memperlihatkan sedikit perutnya, dengan celana tidur pendek. Ardelia pun buru buru kekamarnya menggunakan setelan baju tidur itu.
Ardelia kembali membuka pintu apartmentnya dan.
"Tuan." Katanya gugup.
Yang di sapa hanya menatapnya saja, seperti ingin mengatakan (kapan kau akan menyuruhku masuk) seperti itulah kira kira.
Ardelia ikut bengong. Tidak tau apa yang harus dia lakukan, lagi pula untuk apa pria ini ke apartmentnya.
"Maaf tuan, apa ada yang bisa saya bantu?" Tanya Ardelia.
"Saya kedinginan." Katanya dengan dingin juga.
ππππππ
Waduhhh ada yang butuhh penghangat nihhhππ
Trimakasih untuk yang sudah mampir. Dan tolong dinggalkan jejak yahhhππ