
"Menikahlah denganku." Jonathan berucap begitu mulus hingga membuat Ardelia mengerukan keningnya.
Sedangkan Jonathan mulai menyadari akan kata katanya yang membuat dirinya kaget sendiri.
Tetapi Jonathan tidak menunjukan ekspresi seperti itu. Dia masih sama dengan muka datarnya.
Jonathan dan Ardelia saling pandang, seperti menunggu topik selanjutnya.
"Ssssssttt dasar gila." Ucap Ardelia dan langsung meninggalkan Jonathan sendiri.
ππππππ
Meja makan telah di penuhi dengan bermacam macam hidangan yang sangat lezat.
Tetapi hidangan itu sama sekali tidak menarik perhatian Ardelia. Kejadian kemaren membuat lidah dan nafsu makannya menjadi mati rasa.
"Apa kau sakit Adel?." Mama Tia bertanya sambil memegang dahi Ardelia.
"Tidak ma..." Jawabnya dengan senyuman.
"Ma maaf Adel kayaknya gak ikut sarapan, Adel mau kerumah Rara sebentar."
"Lohhh Rara kenapa?" Tanya mama Tia.
"Dia akan keluar negri besok.. jadi Adel mau jenguk sebentar." Ucapnya.
"Mmm baiklah pergi sajalah. Nanti biar mama suruh supir antarkan bekal untukmu.
"Trimakasih ma." Ardelia berlalu pergi setelah berpamitan dengan kedua orang tuanya, dan tentu jangan lupakan Jonathan juga.
ππππππ
"WHAT? " Rara yang kini kaget dengan cerita sahabatnya itu.
"Issss bisakah tidak usah merusak telinga gue?" Ardelia memarahi temannya.
"Hehe ya sorry.. ehhh lo beneran kan?" Tanya Rara lagi.
"Iya.. ngapain gue boong."
"Ihhh dasar Tuan Wijaya.. kenapa gak gue aja sih yang di tawarin nikah? GUE PASTI MAU." ucap Rara girang.
"Ihhh gue serius." Ardelia mulai kesal.
"Idihhh gue juga serius kali Dell.. Cobak lo bayangin dehh, seorang Jonathan Wijaya yang super tampan, bibir sexsi dan juga badan yang tinggi dan berotot.. ahhhh pengen gue pegang terus gue banting ke ranjang uhhhhh.. bayangin aja gue udah gak kuatttt" ucapan Rara membuat Ardelia sendiri ikut dalam suasana, yang membuat dia ingat akan kejadian sebelumnya.
"Iya Rara memang benar.. dia memang pria yang sangat sempurna bagi seorang wanita." Ucap Ardelia.
"Ihhhh apaan sihh lo Ra? Gue kesini mau cerita sama lo.. kok lo malah bayangin hal hal kotor sih." Ardelia kesal dengan Rara yang selalu berhayal yang negatif.
"Gitu aja ngambek.. DELL KALOK LO GAK MAU SURUH DIA NYARI GUE YA." Triak Rara sambil tertawa terbahak bahak.
ππππππ
"Selamat pagi bapak Jonathan ." Sapa Ardelia saat sudah melihat Jonathan ada di mejanya.
"Pagi." Ucap Jonathan tanpa melihat Ardelia.
Ardelia berlalu dan duduk di tempat kerjanya. Tiba tiba ada seorang yang memberikan kotak bekal untuknya.
"Makan sarapanmu dan ikut miting dengan saya." Jonathan memberiak bekal yang di siapakan mama Tia untuk anak gadisnya.
FLASHBACK
"Pak jono tolong ini nanti kasi Ardelia ya pak.. Tolong yaa pak." Ucap mama Tia meminta kepada supir kluarga wijaya.
Sebelum pak jono mengambil kotak itu.. Jonathan datang dan...
"Biar saya saja." Ucap Jonathan.
"Ohhh iya iya nak.. mama mita tolong ya nak." Mama Tia langsung memberikan bekal itu kepada Jonathan. Dan Jonathan pun mengambil dan langsung pergi menuju kantor.
FLASHBACK OFF
"Iya trimakasih." Ucap Ardelia sopan.
Jonathan pergi dari hadapan Ardelia, dan membiarkan Ardelia sarapan dengan tenang.
ππππππ
Seiring waktu berlalu, dan tidak terasa Jonathan sebentar lagi akan memberikan Ardelia tanggung jawab sepenuhnya.
Rara yang sudah berada di luar negeri, membuat Ardelia rindu dengan ke gilaan sahabtanya itu.
Hubungan Ardelia dan Jonathan masih tidak ada perubahan.. di kantor akan seperti atasan dan bawahan, dan di rumah akan saling tidak menyapa satau sama lain.
Tetapi Jonathan akan selau meperhatikan Ardelia dengan sangat teliti. Tidak membiarkan Ardelia terlalu capek, selalu mengingatkan untuk makan. Walaupun cara Jonathan membuat Ardelia kesal tapi Ardelia selalu menghormati Jonathan sebagi atasannya.
BRACCCKKKK
"APA YANG ANDA LAKUKAN TUAN JONATHAN?"
ππππππ
HEHE TRIMAKASIH YAA..YANG SUDAH MEMBERIKAN AUTHOR LIKE DAN COMMENT, YANG MEMBUAT AUTHOR TAMABAH SEMANGAT..