Brother Is My Love

Brother Is My Love
CARI SI DOGI



"MAMAAAA." Triak Ardelia dan langsung menghambur ke pelukan sang mama.


"Sayang mama kangen bangetttttttt." Mama Tia memeluk anaknya dengan sangat erat.


"Mama kenapa nangis?" Tanya Ardelia sambil mengapus air mata mamanya.


"Kamu ngapain nangis?" Mama Tia balik bertanya.


"Adel tidak menangis.. tapi air mata Adel yang keluar." Katanya sambil mengusap usap wajahnya.


"Apa mama rindu Adel?" Ardelia bertanya kepada mamanya.


"Tidak.." Jawabnya ketus.


"Yaaa udahh Adel pamit pulang." Jawab Ardelia.


"Dasar anak nakal." Mama Tia memukul pantat anaknya.


"Mama kangen banget nak sama kamu. Sejak kamu tingal sendiri kamu jadi lupa sama mama." Mama tia pun mengajak anaknya duduk di depan sofa tv.


"Mmmmm.. gak gitu juga mama. Ardelia kan kerja buat masa depan Adel kan." Ardelia tidak hentinya memeluk mamanya.


"Ohh iya.. papa dimana ma? Kok tumben sepi begini." Ardelia celingak celinguk.


"Papa lagi ke kekantor, ada sesuatu yang harus di keejakan." Kata mama Tia.


"Lohh kok tumben? Biasanya kann..." Ardelia tidak jadi melanjutkan perkataannya.


"Kak Jonathan maksudmu?" Tanya mamanya.


"Hyy anak papa." Tiba tiba papa Dion datang dan langsung memeluk anak perempuannya.


"Papa maaf yaa Adel lama gak kerumah."


"No problem sayang. Papa tau kamu sibuk dan super sibuk." Kata papa Dion.


"Ma papa laper nih, apa gak ada cemilan apa gitu? Kasian anak papa juga gak di kasi apa apa." Papa Dion sengaja mengatakan hal itu.


"Astaga saking senengnya mama sampai lupa." Mama Tia berlari menuju dapur mengambil cemilan dan minuman.


"Papa ada ada aja sih." Kata Ardelia.


"Iya masak anaknya datang gak di kasi apa apa kan kasian." Jawab papa Dion.


Mereka pun berkumpul dan berbincang bincang. Saling bertukar cerita dan tertawa bersama.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Ardelia berkeliling di sekitar area rumah WIJAYA. Dia sangat merindukan suasana rumah ini.


"Kok ada yang kurang yahh?" Ardelia bertanya pada dirinya sendiri.


Ardelia terus celingak celinguk entah apa yang dia cari.


"Apa kamu mencari kakakmu Jonathan?" Mama Tia mengagetkan anaknya dengan pertanyaan yang tiba tiba.


"Astaga m****ama... ngagetin aja sih." Katanya sambil memegang dadanya.


"Hahaha kamu ini gitu aja kaget sih. Kamu ngapain dari tadi mama perhatiin celingak celinguk gak karuan gitu, kenapa? Cari kak Jonathan?" Tanya mamanya lagi.


"Ihhh siapa yang nyariin dia sih? Kurang kerjaan banget. Aku itu cari si dogi." Kata Ardelia beralasan.


"Cari si dogi apa pemiliknyaaa ayoo ngaku." Goda mama Tia.


"Ihhh si mama kurang keejaan kalik yaa." Ardelia pergi meninggalkan mamanya.


"GAK." Kata Ardelia tidak kalah kencang.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Saat makan malam tiba.


"Pa Jonathan kapan baliknya ya?" Tanya mama Tia sambil mengambilkan suaminya nasi.


"Papa kurang tau ma. Kita tunggu kabarnya saja." Jawab papa Dion.


"Emang dia kemana? Kayak serius amat." Ardelia berkata dalam hatinya.


"Ohhh ya bukannnya lusa kamu ulang tahun nak?" Tanya papa Dion lagi.


"Iya pa." Jawabnya.


"Kamu mau rayain kayak gimana? Biar nanti papa yang urus." Kata papa Dion.


"Ehhh gak usah di rayain pa. Cukup kasi doa dan tiup lilin aja sama ada kuenya yang pasti." Jawab Ardelia.


"Lohhh gak bisa gitu dong. Pokoknya tahun ini harus sepesial."


"Iya bener kata papa nak. Lagi pula kamu udah kerja sekali kali kamu rayain yaa, itung itung sukuran." Timbal mamanya.


"Iya dehh ma... tapi Adel gak mau rame rame amat." Katanya


"Iya sayang yang peting kamu rayain dan undang juga teman teman kantormu."


"Nanti Adel pikirin lagi deh ma." Jawab Ardelia.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


"Hallo pa?" Kata Jonathan saat dirinya menjawab panggilan dari papanya.


"Hallo Jonathan.. nak kapan kamu akan pulang? Tanya papa Dion di sebrang sana.


"Jo tidak tau pa." Jawab Jonathan lagi.


"Apa maslahnya sangat serius?" Tanya papanya lagi.


"Jo rasa seperti itu. Tapi jo akan menyelesaikannya dengan baik." Katanya.


"Iya.. Jonathan papa cuma mau kasi tau. Adikmu Ardelia akan berulang tahun lusa, papa harap kamu datang ya nak."


"Jo tidak janji pa." Jawabnya.


"Jika tidak bisa juga tidak apa. Papa sangat mengharapkan kedatanganmu nak. Papa hanya ingin hubunganmu dan Ardelia bejalan baik seperti layaknya kakak beradik." Kata papa Dion.


"Baik pa.. Jonathan akan usahakan." Jawab Jonathan.


"Baiklah jika seperti itu papa tutup telfunnya dan jaga kesehatanmu."


"Trimakasih.. papa juga jaga kesehatannya." Jonathan langsung mematikan hp'nya.


Begitulah percakapan ayah dan anak.


"Berhubungan baik layaknya kakak adik? Jangan harap. Dia tidak akan benjadi adikku lagi, tetapi dia akan ku jadikan istri."


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


JANGAN LUPA LIKE AND COMMENTNYA YAHH.. AUTHOR TUNGGU LOHH LIKE 'NYA BIAR ABANG JONATHAN'NYA SEMANGAT YAH YAH YAHπŸ˜πŸ˜—πŸ˜™πŸ˜™