
Di sebuah hotel di kota S.
"Ahhh si bos main putus putus aja. Kesalnya lalu mengelah nafasnya.
"Uhhh... bekerja dengan gajih yang besar harus siap lahir batin" Kata yayan lalu mengelengkan kepala.
Yayan merupakan sekertaris pribadi Jonathan, yang telah bekerja sejak di kota M. Walaupun sering kesal dengan bos tampanya itu, tapi tanpa Jonathan, dirinya tidak bisa seperti sekarang hidup serba kecukupan.
ππππππ
"Adel,, ya seperi itu. Tolong senyum lebih hot, (cekrek cekrek) kakinya tolong di taruh di sofa.. yakk bener, bagus, (cekrek cekrek) sekali lagi (cekrek cekrek) ahhh good job ardelia putri" kata pak yanto. Yahh brgitulah adel sedeng melakukan pemotretannya dengan crew wijaya company.
"Gimana pak bagus kan asilnya" tanya Adel menghampiri.
"Jelas dong... siapa dulu modelnya ardelia putri" kata pak yanto penuh semangat.
"Perusahaan pasti bangga punya model kayak kamu adel" imbuhnya lagi.
"Ahhh bapak bisa aja. Itu kan cuma kebetulan." kata adel malu malu dan tidak lupa menyelipkan rambutnya.
"Yehhh bener lohhh.. kalok kamu mau, bapak bisa jadi kan kamu model terkenal. Kebetulan bapak punya teman yang sedang nyari model. Kamu bisa hari hari keluar tv" Kata pak yanto.
"Nanti ajalah pak.. setelah selesai Wisuda adel pikir pikir lagi!! lagin adel sebenarnya gak mau jadi model, kalok bukan karna pak dion yang suruh, adel juga gak mau. Adel ya.. maunya punya bisnis sendiri aja haha" jawabnya.
Sebenarnya tidak ada yang tau bahwa ardelia ini adalah anak tirinya dion wijaya. Dan itu adalah permintaan ardelia sendiri.
"Baiklah jika kamu nanti trima tawaran ini, kamu bisa hubungi bapak okh". Kata pak yanto.
"Siap bos" Katanya sambil hormat layaknya upacara bendera. Pak yanto pun tertawa melihat kelakuan adel terseput.
ππππππ
Jonathan pun tiba di sebuah hotel tempat menginap sekertarisnya tersebut.
"Bos minum dulu" Kata yayan sambil duduk di samping bosnya.
"Ohhh ya kira kira tugas apa ya yang harus saya lakukan" " Tanyanya lagi.
"Ini" kata Jonathan sambil menunjuk pipi kirinya. Dan itu berhasil membuat yayan kaget akan kondisi bosnya.
"ASTAGA BOS. Ada apa dengan wajah anda bos? Apa anda habis di patok ular betina? lalu dia menggigit anda karna dia begitu gemes". Tanyanya sambil menirukan gaya ala setengah pria. Dan tidak lupa menahan tawanya.
Seketika Jonathan menatap tajam sekertarisnya itu. Dan membuat yayan diam seketika.
"Hilangkan ini bagaimana pun caranya. Saya tidak ingin penampilan saya kacau karna gigitan ular ini." Printahnya.
Segala cara dilakukan oleh yayan. Dan akhirnya bekas itu pun hilang Dan membuat Jonathan puas akan sekertarisnya itu.
"Sudah bos" katanya sambil menjauhkan benda itu.
Kira kira benda apa ya yang di pakai yayan itu? Ahhh mimin juga gak tau nihh, jadi biarkan saja ya. π
"Bagus" Katanya sambil melihat pipi kirinya, dan tidak lupa menyungingkan bibirnya (Ingin tersenyum tapi ragu)
"Hallo pa?" Sautnya
...............
"Iya Jonathan segera ke sana" jawabnya dan langsung menutup Telfon.
"Ayuk kita berangkat" printahnya.. Dan yayan hanya mengikuti bosnya.. (Mau gimana lagi, menolaknya pun tidak bisa)
ππππππ
DI SEBUAH BUTIK.
"Sory ya raaa gwe lama. " sesal adel kepada teamanya.
"Ahhh lo mahh kebiyasaan. Kenapa motor lo ngambek lagi?" Ledek rara.
"Kagak lah, tadi gwe ada pemotretan, terus gwe lanjut makan makan sama crew." Jelasnya.
"Lo sebenarnya kerjaa apan sihh dell? Kemaren bilang sibuk bikin laporan keuangan, dan sekarang lo bilang ada pemotretan. Yang bener yang mana sihh dell? Pemotretan apa bikin laporan?" Tanya rara bingung.
"Hehe dua duanyalah ra.. Kemaren gwe emang bikin lapaoran tapi belom jadi sihh.. dan tadi gwe emang pemotretan. " jawab adel
"Lo kerja kantoran apa model sihh bingung gwe ahh?" Tanyanya lagi.
"Lo taukan waktu gwe magang gwe magang di perusahaan wijaya. Dan setelah itu gwe direkrut sama CEO perusahaan itu. Dan setelah itu gwe kerja sambil kuliah. Nah masalah gwe jadi model!! Itu memang kebetulan. Karna model di perusahaan wijaya yang seharusnya itu medadak sakit!! Dan terpakasa gwe dehh yang gantiin, ehhh malah lanjut ampek sekarang hehe lumayanlah nambah duit. " jelasnya panjang lebar.
Dan akhirnya rara pun mengerti sambil mangut mangut.
"Ohhhhh jadi begitar jerrrrngggg" katanya sambil menirukan bermain gitar.
"Jadi boleh dong gwe jadiin lo model di butik nyokap gwe? Yaa tapi gratis. " tawarnya sambil memgedipkan sebelah matanya.
"Boleh dong kenapa enggak" jawab adel dengan mukak serius.
"Sumpe lo gratis?" Tanya rara senang.
"Iyahhhh tapi.... baju yang gwe pakek pas pemotretan buat gwe ya?" Tanyanya dengan mengedipkan matanya juga.
"Sialan lo sama dengan boong dong" kesalnya.
"Lagian lo aneh aneh, jaman sekarang mita gratis. Pipis aja bayar. " omelnya.
"Iya iya gwe bayar.. kebetulan lagi butuh model nih. Kayaknya lo bagus, apa lagi lo model dari perusahaan wijaya pasti produk gwe banyak yang laku." Katnaya senang.
"Pasti lahh lo tau kan gwe cantik" sombong adel
"Iyaaaa tau tau gwe. " jawab rara
Udah youk masuk, sambil lihat pakaian lo buat wisuda nanti. Udah di siapin tuhh ama nyokap gwe. " ajak rara sambil menarik tangan adel.
ππππππ