Brother Is My Love

Brother Is My Love
JANGAN.



Jonathan terus berkaca dalam kamarnya, seolah olah dia harus terlihat sempurna malam ini.


"Okh aku rasa ini sudah sangat perfect." Katanya sambil tersenyum bahagia.


TIIN TIIIN ( begitulah suara klakson mobil)


Jonathan dengan siap menghampiri kaca jendela guna untuk memastikan siapa yang datang.


"Dia sudah datang." Kata Jonathan lalu keluar dari kamarnya.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


"MAMAAAAAA." Triak Ardelia dan langsung menghambur kepelukan sang mama.


Ardelia benar benar bahagia hari ini, dan itu membuat kedua orang tuanya ikut tersenyum.


"Lo tadi siang janjinya pulang kerja, kok jam setengah tujuh baru dateng sih? Makananya jadi dingin lohh." Kata mama Tia pada anak gadisnya.


"Ihh kan Adel lembur ma!! dan ini Adel baru pulang kerja langsung sini kok." Katanya sok imut.


"Yaa tau dehh yang lagi sibuk sibuknya cari duit." Saut mama Tia lagi dan memeluk anaknya sambil tertawa bersama.


"Papa rasa kamu sedang mendapatkan hal yang istimewa hari ini." Kata sang papa.


"Hehe.. papa mahh tau ajah." Sautnya sambil memeluk papa Dion.


"Heem hemm." Jonathan berdehem untuk mengalihkan perhatian semua orang.


Jonathan berjalan melewati papa dan mama Tia dan juga adik tirinya. Jonathan tidak mengeluarkan kata apapun selain berdehem dan langsung mengmbil tempat duduk di meja makan.


"Bukanya kau tadi bilang tidak ikut makan?" Tanya papa Dion.


Sebelum Jonathan menjawab pertanyaan papanya, tiba tiba mama Tia menyaut.


"Sudah sudah ayok kita makan malam bersama lebih ramai lebih bagus." Katanya tidak ingin memancing emosi Jonathan karna ulah papanya yang selalu meledek Jonathan.


Semua orang duduk di kursi meja makan. Melihat idangang yang sangat banyak dan mengugah selera membuat perut Jonathan tidak sabar untuk memcicipinya.


"Okh karna Adel sedang baik jadi Adel yang akan mengambilkan makanan untuk kalian." Katanya dan langsung mengambil piring piring mama dan papanya dan juga Jonathan.


Saat makan malam berlangsung tiba tiba Jonathan kedatangan tamu lagi.


"ADEL." kata seseorang.


Semua orang menoleh kepada tamu itu, dan seketika tamu itu merasa bersalah dengan ketidak sopanannya kepada keluarga yang sedang menyantap makan malam.


"Maaf maaf kan saya sudah menganggu makan malam Tuan Wijaya." Katanya penuh sesal.


"Sangat." Saut papa Dion dan di senggol oleh mama Tia.


Tamu itu ingin berbalik tapi di cegah oleh Ardelia.


"Mas ikut gabung aja yuk." Kata Ardelia.


"Tiidaak usah tidak usah." Sautnya gugup.


"Mas Yayan gak usah sungkan sungkan, Adel tau mas pasti belom makan malamkan?" Tanya Ardelia


Tamu itu adalah Yayan sekertaris Jonathan yang di perintahkan Jonathan untuk datang kerumahnya setelah pekerjaannya selesai.


"Iya nak Yayan gabung aja." Saut mama Tia.


Yayan pun mau ikut bergabung dan makan sangat banyak seperti orang kelaparan. Bagaimana tidak? Kerjaan kantor sangant banyak sedangkan bosnya pergi begitu saja tanpa melihat situasi.


Akhirnya Yayan harus bekerja exstra supaya bisa menyelesaikan pekerjaannya dan bisa melaporkan kepada bosnya, dan itu membuat tenaganya terkuras dan rasa lapar pun memuncak.


"Mas ini minumnya." Kata Ardelia sambil memberikan segelas air minum.


Yayan tersenyum dan langsung meneguknya hingga habis.


"Apa kamu sudah selesai?" Kata Jonathan tanpa melihat lawan bicaranya.


"Sudah bos." Kata Yayan dan langsung berdiri.


Hal itu membuat Ardelia dan mamanya kaget.


"Ikut saya." Kata Jonathan lagi.


Jonathan dan Yayan masuk keruangan kerja Jonathan. Sedangkan papa Dion tiba tiba mendapat pangilan telepon dan juga ikut meninggalkan ruang makan.


"Ma Adel bantu cuci piringnya yahh." Tawar Ardelia.


"Okh sayang tapi kalok capek gak usah kamu istirahat saja." Kata mamanya.


"Tidak ma." Sautnya lagi.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Setelah semuanya sibuk dengan urusan masing masing, dan itu membuat waktu cepat berlalu.


"Nak kamu nginep aja disini yahh, udah malem jam 10 lagi." Kata mamanya.


"Gak ma Adel pulang ajah, soalnya besok harus kerja pagi pagi." Sautnya.


Saat obloran berlangsung di ruang tamu, Jonathan dan Yayan juga ikut keluar dari ruangan Jonathan.


"Tuan dan Nyonya saya pamit." Pamit Yayan sopan.


"Mas anterin Adel ke apartment Adel yahh." Kata Ardelia kepada Yayan.


"JANGAN." Kata Jonathan lumayak keras.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


LOHHH KOK BABANG JONATHAN NGEGASS HIHIHI.


JANGAN LUPA LIKE AND COMMENTNYA YAHHπŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™