Brother Is My Love

Brother Is My Love
AKHIRNYA



Tok tok tok


"Masuk." Saut Mike dari dalam ruangan.


"Maaf Tuan Mike, itu Tuan Bagas ingin bertemu dengan Tuan." Kata asisten pribadi Mike.


"Papi untuk apa dia kemari? Suruh saja dia masuk." Printah Mike.


"Baik Tuan." Jawab asisten itu.


Kedatangan papi Bagas tidak hanya sendiri, melainkan dengan seorang pria yang membuat Ardelia kaget sendiri.


"Papa." Ucap Ardelia kaget.


Mike melirik Ardelia dan langsung mengerti dengan siapa yang di ajak oleh papinya.


"Dion kenalkan anak ku mike." Ucap papi Bagas mengenalkan anaknya.


"Halo om." Kata Mike menyalami papa Dion.


"Hy Mike kau sudah besar sekarang yaa!! haha." Papa Dion membalas uluran tangan Mike dan menepuk nepuk pundak Mike.


"Ohh iya.. kenalkan ini anak ku yang ku maksud tadi." Papa Dion menghampiri Ardelia yang berada tepat di samping Mike.


"Wow.. anakmu benar benar cantik Dion. Bagaimana jika kita satukan anak kita, hemm bagaimana?" Tanya papi Bagas.


Mike dan Ardelia saling lirik, tidak berani berbicara apa apa.


"Hahaha.. mungkin itu buakan hal buruk. Tapi terserah mereka sajalah." Jawab papa Dion.


Setelah lama bercanda dan saling bertukar cerita karna lama tak bertemu, membuat papa Dion lupa akan tujuan awalnya.


"Begini nak Mike, mungkin ini sedikit membuatmu kecewa tapi om harus mengatakan ini padamu." Kata papa Dion kepada Mike.


"Om ingin menarik Ardelia anak om untuk kembali bekerja di WIJAYA COMPANY." Ucap papa Dion sengaja menekankan kata anak.


Sempat saling diam, dan tak ada yang bersuara.


"Saya tau om pasti akan mengatakan hal itu kepada saya, tapi kami masih memiliki proyek yang belum selesai dan itu tanggung jawab Ardelia sendiri om." Saut Mike.


Mike menganggukan kepalanya dan berharap papa Dion membatalkan niatnya.


"Nak Mike tidak usah kawatir, om dan papimu sudah bertemu dengan Mr. Wiliam dan membahas soal proyek yang sedang kamu kerjakan. Dan proyek itu akan menjadi tanggung jawab papimu sendiri benar begitu kan gas?" Tanya papa Dion kepada sahabatnya.


"Benar Mike papi yang akan bertangung jawab akan proyek itu dan dengan campur tangan dari WIJAYA COMPANY yaitu Tuan Dion sediri." Jelas papi Bagas.


"Tapi pii itu kan...." jawab Mike terpotong.


"Tidak Mike.. biarkan Ardelia di tarik ke WIJAYA COMPANY dan urusan Mr. Wiliam biar papi yang urus." Ucap papi Bagas yang membuat Mike bungkam.


"Ardelia putri kembalilah ke WIJAYA COMPANY, dan sering seringlah kemari. Tempat ini akan selalu terbukak untumu cantik." Ardelia tersenyum malu mendengar perkataan papi Bagas.


"Tuan Bagas trimakasih." Ucap Ardelia.


"No girl jangan panggil Tuan panggil saja papi sama seperti Mike.


"Ahhh iya papi." Jawab Ardelia sedikit gugup.


Hati Mike benar benar tidak karuan. Dia tidak ingin Ardelia meninggalkan perusahaannya dan semakin menjauh darinya. Tapi papinya adalah aturan yang harus di hormati dan tidak boleh di bantah.


Tapi di samping itu, dia merasa papinya mempunyai sesuatu di balik ini semua.


"Trimakasih Bagas untuk ini dan juga sudah menjagganya dengan baik. " Ucap papa Dion sambil memeluk temannnya.


"No problem dion. Kau berhak atas dirinya." Jawab papi Bagas.


Hari yang cukup rumit untuk Ardelia. Masalah yang dia pikirkan akhir akhir ini telah berakhir dengan campur tangan dari papa Dion dan yang pasti izin dari Tuan besar SANJAYA COMPANY yaitu Tuan bagas.


"Ahhh akhirnya." Ucapnya dalam hati.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


**HALLO SEMUANYA.. MAAF YA LAMPA BANNGET UPNYA πŸ˜”πŸ˜” AUTHOR SEMPAT SAKIT DAN SETELAH ITU BANYAK ACARA YANG MEMBUAT AUTHOR GAK SEMPAT NULIS DAN JUGA PIKIRANNYA KEMANA MANA.. JADI GAK FOKUS KE SINI TAKUT NANTI CERITANYA GAK NYAMBUNG. MAAF YAA...


MOHON TETAP DUKUNG AUTHOR YAHH DENGAN CARA LIKE AND COMMENTNYA. πŸ˜™πŸ˜—πŸ˜—**