Brother Is My Love

Brother Is My Love
KERAS KEPALA.



"APA YANG ANDA LAKUKAN TUAN JONATHAN?"


Ardelia marah dan melempar sebuah map di atas meja Jonathan.


"Kenapa anda membatalkan pembelian tanah dengan pak Adam? Apa anda tidak tau jika tanah itu sangat penting untuk pembangunan mol perusahaan WIJAYA?" Ardelia sangat kecewa dengan Jonathan, sebab usahanya selama ini benar benar di hancurkan oleh Jonathan.


"Lebih baik di batalkan dari pada terjadi kejadian yang tidak diinginkan." Ucap Jonathan dengan muka dinginnya.


FLASHBACK


"Selamat siang pak Adam." Ucap Ardelia begitu ramah dengan senyuman yang menawan saat pertemuannya dengan pemilik tanah yang akan di beli oleh WIJAYA COMPANY.


"Sing Ibuk Ardelia.. senang bertemu dengan wanita seperti anda." Ucap pak Adam yang usianya lebih tua dari Jonathan.


Ardelia yang hanya tersenyum menanggapi ucapan Adam. Sedangkan Jonathan sudah muak dengan orang orang seperti ini.


"Kita langsung saja pak Adam. Kedatangan kami kesini mungkin sudah anda ketahui." Ucap Ardelia.


"Apa itu tentang tanah yang kalian minatai?" Tanya Adam.


"Iya pak Adam anda benar, dan kami datang kesini untuk melakukan tanda tangan dan sekalian untuk pembayarannya."


"Sssttt begini Ibuk Ardelia.. sebenarnya saya sudah berubah pikiran tentang tanah itu, dan tidak ingin menjalnya."


"Maksud pak Adam? Bukannya bapak sudah setuju untuk menjual tanah bapak ke WIJAYA COMPANY?" Ardelia tidak terima dengan ucapan Adam.


"Anda jangan marah dulu. Saya akan tetap menjual tanah itu kepada anda asal.. anda menemani saya datang ke pesta pernikahan sahabat saya malam ini dan jadi pasangan saya." Ucap Adam dengan senyuan yang di buat buat.


"Saya sudah tidak berminat dengan tanah anda." Ucap Jonathan yang langsung menarik tangan Ardelia.


FLASHBACK OFF


"Apa maksud anda bapak Jonathan? Apa anda selalu berfikir negatif kepada orang lain? Dia hanya ingin di temani ke pesta pernikahan temannya. Mungkin dia tidak memiliki pasangan dan meminta tolong kepada saya. Apa hanya itu anda membatalkan pembelian tanah yang samgat penting bagi WIJAYA COMPANY.


"Cukup Ardelia. Kamu belum tau kejamnya dunia bisnis. Jika saya bilang tidak ya tidak.


"Apa anda masih meragukan kemampuan saya bapak Jonathan? Baiklah saya akan buktikan kepada anda seberapa luas pengetahuan saya tentang bisnis." Ucap Ardelia lalu pergi dari hadapan Jonathan dengan marah.


Sedangkan Jonathan hanya bisa memijat keningnya. Keras kepala Ardelia membat kepalanya berdenyut.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Malam hari telah tiba tapi Jonathan masih betah berada di kursi kebesarannya. Entah apa yang di lakukan Jonathan hingga dia tidak sadar jika ini sudah sangat malam..


Suara handphone membuat fokus pria tampan ini menjadi buyar.


"Hallo." Ucapnya.


"APA??" Ucap Jonathan.


Jonathan terlihat marah setelah menerima telfon dari salah satu anak buahnya.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Sedangkan di tempat lain Ardelia sudah berada di semuah pesta pernikahan.


Yaa Ardelia menerima tawaran dari Adam. Demi sebuah tanah untuk perusahaan WIJAYA dan ingin membuktikan kepada Jonathan akan kemampuannya.


"Trimakasih Ardelia sudah menerima tawaran dari saya. Dan saya akan menepati janji saya kepada anda." Ucap Adam sambil memegang pinggang Ardelia.


"Sama sama pak Adam.. ehhh maksud saya mas Adam." Ucap Ardelia sedikit risih.


Mereka tadi sudah sepakat untuk tidak terlalu pormal saat berbicara.


Ardelia merasa ada yang tidak baik dari acra ini. Sebuah pesta pernikahan yang di rayakan seperti clab malam dan juga Adam yang mulai berani menyentuh Ardelia tanpa persetujuan dari Ardelia.


Semakin malam susana semakin memanas. Ardelia yang di tawarin minuman tanpa ragu dia langsung meminumnya.


"Kamu kenapa Ardelia?" Tanya Adam.


"Tidak mas saya hanya sedikit pusing." Ucap Ardelia sambil tetap memkasakan senyuman.


"Jika seperti itu saya antarkan kamu ke hotel dekat sini ya." Tawar Adam.


"Tidak usah mas. Saya akan pulang saja." Ardelia menolak.


Untung Ardelia baru meminum sedikit alkohol, jadi dia bisa sadar dan mengontrol dirinya.


Tetapi Adam yang memang punya rencana licik, terus memaksa Ardelia untuk menginap di hotel.


"Ardelia ayolah saya akan antarkan kamu ke hotel saja." Ucapnya dan tangannya sudah mulai kurang ajar.


"Maaf pak Adam saya harus pulang." Ardelia sudah muali takut dengan situasi sekarang.


"Tidak semudah itu Ardelia. Kita sudah sampai sini bukannya kita harus bersenang senag sedikit." Adam mulai memaksa Ardelia dengan menariknya pakasa Ardelia


"Tidakkkkk jangaaannnn." Trik Ardelia


Suasana yang riuhh dan musik yang kencang, membuat triakan Ardelia tidak ada gunanya.


Bugghhh.


"KAU."


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


HAIII SEMANGAT BACANYA YAA DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK. πŸ˜πŸ˜—πŸ˜šπŸ˜š