Brother Is My Love

Brother Is My Love
PELUKAN MENDADAK



Ardelia seketika sadar dan mempersilakan tamu itu masuk.


"Silakan tuan Jonathan." Katanya.


Tamu itu adalah Jonathan kakak tiri Ardelia.


Diluar memang sedang ada hujan, dan mungkin itu yang membuat Jonathan kedinginan.


Ardelia bingung harus berbuat apa? Kecanggungannya membuat dirinya kehilangan kata kata.


"Untuk apa anda datang kemari?" Tanyanya berusaha menenangkan diri.


Jonathan diam dan menyerahkan tas milik Ardelia yang ditinggalkan di rumah papa Dion.


Ardelia melihat tas itu dan langsung mengambilnya tampa mengucapkan kata apapun. Terlebih lagi dia langsung lari masuk dalam kamar untuk menaruh tasnya itu.


FLASHBACK


"Pak junet tolong antarkan tas anak saya ke apartmentnya yahh." Suruh mama Tia kepada salah satu sopirnya.


"Baik nyonya." Jawab pak junet.


"Biar saya aja." Kata sesorang di belakang punggung mama Tia, dan itu adalah Jonathan anak tirinya.


Setelah drama kedatangan Jessie mantan pacar Jonathan di pagi hari, dengan berakhir ancaman Jonathan yang akan memenjarakan ayahnya karna pernah melakukan korubsi di perusahaan milik Jonathan yang di kota M.


Karna takut dengan ancaman Jonathan, dan itu pasti akan merusak reputasi keluarganya dan telebih lagi dirinya yang sebagai seorang model. Jessie pun pergi dari kediaman Jonathan.


Ayah Jessie pernah terlibat korubsi di perusahaan Jonathan, tetapi Jonathan tidak memenjarakan ayahnya karna saat itu masih sangat mencintai Jessie, dan takut kehilangan wanita yang sangat berarti bagi hidupnya.


AUTHOR : BRUTTTTTTTπŸ˜‚πŸ˜‚


FLASHBACK OFF


Saat Ardelia keluar dari kamarnya dan masih melihat Jonathan berdiri di tempat yang sama.


"Ngapain si kadal itu masih disini sih? Bikini repot aja." Grutunya dalam hati.


"Tuan apa anda tidak tau jalan pulang?" Tanya Ardelia,


Ardelia tau mungkin pertanyaannya akan menyinggung perasaan Jonathan, tapi masa bodo yang peting pria kadal ini harus cepat pergi dari apartmentnya.


"Hemm hem." Jonathan berdehem, dia tidak habis pikir dengan pertanyaan Ardelia.


Ardelia mengerutkan keningnya, jawaban macam apa seperti itu, pikirnya.


"Apa dia sedang sakit tenggorokan setelah membetak pacarnya tadi." Batinnya lagi.


"Baiklah jika anda tidak tau jalan pulang, saya akan menyuruh security mengantar anda." Kata Ardelia sambil berjalan menuju pintu keluar apartment.


Tetapi saat Ardelia sudah membuka pintu!!!


Tiba tiba ada suara gluduk petir yang sangat keras di setai hujan yang semakin deras.


Tiba tiba lampu ikut padam dan gluduk kembali merbunyi.


"AAAAAAAKKKKKKKK."


Triak Ardelia dan menghambur ke pelukan Jonathan. Ardelia mempererat pelukannya dan sedangkan Jonathan masih diam karna kaget dengan pelukan mendadak.


"Lepaskan saya, saya mau pulang." Kata Jonathan sambil berusaha melepas pelukan adik tirinya itu.


"Tidak Adel takut." Katanya dengan gemetar.


Ardelia memang takut dengan suara gluduk apalagi di sertai dengan mati lampu. Memiliki troma masa kecil memang menyiksa batin.


Jonathan ingin membalas perlakun Ardelia yang mengatakan dirinya tidak tau jalan pulang. Jonathan tidak sebodoh itu, kata Ardelia tadi mengartikan bahwa dia diusir oleh adiknya tetapi dengan kata yang lain. Dan Jonathan pun semakin ingin mengerjai adik tirinya itu.


"Bukannya kau menyuruhku pulang tadi? dan sekarang saya ingin pulang. Tolong lepaskan saya sekarang." Suruh Jonathan


"Tidak Adel takut ." Kata Ardelia mulai melemas.


Jonathan merasa badan Ardelia memanas dan tubuhnya bergetar.


"He apa kau baik baik saja?" Tanya Jonathan mulai kawatir.


"Takut Adel takut." Katanya terus.


Jonathan langsung menggendong Ardelia masuk dalam kamar, dengan bantuan sedikit cahaya yang masuk dalam sela sela korden. Jonathan pun merebahkan Ardelia di atas kasur.


Tapi saat Jonathan ingin melepaskan Ardelia, tiba tiba Ardelia bangun dan kembali memeluk Jonathan.


"Tidak jangan pergi Adel takut hiiii hiiiii." Katanya samil menangis.


"Tidak saya tidak akan pergi, tenang lah jangan menagis." Kata Jonathan sambil ikut memeluk Ardelia dan duduk di pinggir kasur.


"Tidurlah." Katanya lagi.


"Tetap disini jangan tingalkan Adel. Adel Adel Adel takutt hiiiihiiii." Katanya seperti anak kecil.


"Iya... tidak akan pergi, jadi tidurlah." Jawabnya dengan lembut.


Tidak tau kenapa hatinya luluh begitu saja saat melihat Ardelia seperi ini.


CUP


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


AHHHHHHH DI CIUMM DONK.


AUTHOR SAMPEK NGOS NGOSAN NIHHπŸ˜₯πŸ˜₯πŸ˜₯πŸ˜₯πŸ˜₯


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YAHH.. SAYANG KALIAN😘😘😘