Brother Is My Love

Brother Is My Love
CALON SUAMIKU.



"JAHAT" Hanya Itulah yang bisa di ucapkan Ardelia Sekarang.


"Iya saya memang jahat, telah melukai hati seorang wanita." Jonathan berdiri hedak menutup kotak cicin yang di pegangnya. Mersa sudah tidak ada kesempatan baginya.


"Pasangankan" ucap Ardelia.


Jonathan seketika kaget dengan ucapan Ardelia. Tapi dengan cepat memasang cicin itu di tangan Ardelia.


"Trimakasih." Ucap Ardelia.


"Ahhhhh akhirnyaaa.." ucap Jonathan begitu lega.. dan langsung memeluk Ardelia tepatnya adik tirinya.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


"Hyy sayang bangun"


Setelah melewati banyak drama dan berakhir dengan kebahagian.. Jonathan yang kini dengan susah payah membangunkan adik tirinya yaitu Ardelia, yang sekarang sudah resmi menjadi sepasang kekasih.


"Kak.. maaf Adel ketiduran." Ucapnya


" yaa tidak papa. Sekarang turun karna kita sudah sampai." Jawab Jonathan


"Ahhh ini dimana? Aku kira kita akan pulang ke rumah.


"Ini apartment kakak.. kita nginep di sini malam ini okh."


"Tapi aku belom izin ke mama."


"Sudah kakak telfun tadi. Jadi yenang saja."


"Ihhh masak? Terus kakak bilang apa sama mama?" Ardelia yang sedikit kaget dengan ucapan Jonathan, seketika bingung.


"Mmmmm kakak bilang. Ma Jonathan sma Ardelia tidak pulang malam ini.. soalnya Jo mau bikinin mama sama papa cucu yang sangat banyak." Ucap Jonathan membuat Ardelia marah..


"Ihhhhhh kak Jonathan.. kok gitu sihhh."


"Hahaha Iya iya.. kakak kan cuma bercanda sayang. Tidak usah kawatir Tentang mama." Balas Jonathan.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


"Kak Bagaimana dengan mas Yayan?" Tanya Ardelia.


"Dia sudah di kota M Adel. Jadi tenang saja." Ucap Jonathan.


"Apaan sihhh kak.. udahlah Adel mau tidur."


Ardelia yang berjalan menuju kamar tidur.


"Hhhhhhh. Kak turunin ihhh" protesnya.


"Ettttt kamar kita tidak disana sayang.. itu kamar Yayan. Nahh ini kamar kita." Ucap Jonathan sambil menurunkan Ardelia di atas kasur.


Kamar yang luas. Dengan chat putih abu abu.. membuat kamar semakin terlihat mewah.


"Mulai sekarang kita tidur di sini."


"Jangan aneh aneh deh kak.. kita bukan suami istri yang tidur satu ranjang." Ardelia yang hedak berdiri, langsung di peluk oleh Jonathan.


"Tunggu satu bulan lagi kamu akan menjadi istriku." Ucapnya.


"Kak."


"Dengar Ardelia Atmaja, saya Jonathan Wijaya tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Saya akan melamarmu di hadapan kedua orang tua kita." Ucap Jonathan dengan sunguh Sungguh.


"Tapi apakah bisa?" Tanya Ardelia yang tidak yakin akan keputusan meraka. Mengingat setatus mereka yang sekarang membuat hati Ardelia semakin ragu.


"Bisa sayang, cukup kamu dukung kakak sisanya biar kakak yang hurus. Sekalipun saya di coret dari kartu keluarga Wijaya, kakak siap akan hal itu. Okh" Ardelia hanya bisa mengagukan kepalanya, entahlahh hal apa yang akan terjadi biarkan berjalan dengan senirinya. Kira Kira begitulah pikiran Ardelia sekarang.


CUP.


Sekali kecupan, dua kali kecupan.. dan ciuman pun terjadi, semakin lama dan berakhir dengan lupatan yang penuh nafsu.


"Trimakasih. Kakak tidak akan melakukan yang lebih dari ini.." ucap Jonathan.


"Sekarang tidurlah.. dan besok kita harus kembali pulang." Ucap Jonathan sambil mengusap kepala Adik tirinya dengan sayang.


Ardelia pun menuruti kata Jonathan. Meraka sama sama tidur di ranjang yang sama, selimut yang sama pula.


"Selamat malam calon suamiku." Ucap Ardelia dan langsung masuk ke dalam selimut.


"APA? Ulangi lagi sekali." Jonathan yang bahagia mendengar ucapan Ardelia. Membuat dirinya memaksa Ardelia menucapkannya lagi.


"Tidak ada."


" Saya ingin mendengarnya lagi Adel." Ucap Jonathan sambil mengelitiki Ardelia.


"Hahaha kakak geli Hahaha." Tawa Ardelia pecah karna kejahilan Jonathan.


"Ahhhhh baiklah calon Istriku." Balas Jonathan. Dan langsung memeluk Ardelia.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


OKH SELAMAT MEMBACA.