Brother Is My Love

Brother Is My Love
SALAH UCAP.



Pagi yang cerah tetapi tidak secerah hati Ardelia Putri Atmaja. Kejadian kemaren adalah mimpi buruk bagi Ardelia.


"Hallo ma." Sapa Ardelia kepada mama Tia.


"Pagi sayang." Mama Tia menjawb dengan penuh semangat.


"Maa maaf Adel lupa kabarin mama kemaren jika Adel tidur di apartment."


"Iya sayang gak papa. Kakakmu sudah telfon kemaren. Mengatakan jika dia mengantarkanmu kesana."


"Ohhhh." Ucap Ardelia.


"Sayang semangat kerjaanya yahh.


"Iyah ma trimakadih." Ardelia langsung menutup telfonnnya


"Yaa tuhan entah apa yang telah kulakikan kemaren." Ucap Ardelia


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Seburuk apapun kejadian kemaren Ardelia tetap bekerja dan menjalankan kewajibannya.


"Pagi mas Yayan." Sapa Ardelia.


"Pagi Nona." Sapa Yayan balik.


"Nona maaf ini berkas yang harus anda tanda tangani dan nanti siang juga ada miting dengan beberapa petinggi perusahaan." Ucap Yayan.


"Iya mas trimakasih." Saut Ardelia.


"Nona apa anda baik baik saja?" Tanya Yayan.


"Iya mas Adel baik baik saja. Memenag Adel kenapa?" Ardelia malah balik bertanya.


"Ahh ahhhh tidak tidak. Kalau begitu saya permisi dulu." Ucap Yayan.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Ardelia semankin hari dia semakin tidak semangat. Entah kenapa pikirannya selalu tertuju kepada Jonathan kakak tirinya.


"Mas Yayan lagi ngapain?" Tanya Ardelia


"Ini saya mau ngecek jadual anda Nona." Jawab Yayan.


"Mas itu kok bapak Jonathan tidak pernah masuk kantor?" Tanya Ardelia


Jujur sebenarnya Ardelia malu menanyakan hal ini kepada Yayan.


"Lohh.. apa Nona tidak tau, jika bos Jonathan sudah berangakat ke kota M?" Kini Yayan yang balik bertanya.


"Kapan mas?"


"Kalok gak salah empat hari yang lalu. Bos Jonathan mengambil penerbangan paling pagi. Saya kira Nona tau, soalnya yang saya ingat malamnya Nona kan bersama si bos.


"Lalu kok mas Yayan tidak ikut?"


"Baliknya kapan?" Ardelia tidak berhenti bertanya kepada Yayan.


"Waduhhh saya tidak tau Non. Tapi kemungkinan besar si bos tidak balik lagi." Ucap Yayan.


"Mas bercanda kan?" Tanya Ardelia.


"Yaaa elahhh Non.. untuk apa saya bercanda? Sebentar lagi perusahaan ini pasti akan menjadi tanggung jawab Nona seutuhnya."


"Hehe maaf Non.. ini printah yang harus di jalankan. Saya tau Nona sudah memiliki rasa dengan bos Jonathan hanya saja rasa benci menutupi semuanya." Ucap Yayan dalam hati.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Ardelia memandang meja yang biasanya di tempati oleh kakak tirinya. Tidak ada lagi yang akan memperhatikan dirinya. Jonathan yang setiap hari menyuruhnya makan, membelikan minuman di kala dia bosan dengan pekerjaan yang menumpuk, dan Jonathan yang akan selalu perhatian dengan hal hal kecil lainnya.


Sesuatu yang dia benci dulunya kini hal itu yang sangat dia rindukan.


" Nona mari kita pulang, ini sudah jam lima sore." Ucap Yayan.


Sedangkan Ardelia masih tetap melamun di tempatnya.


"Nona hallo."


"Ehh Iya pak Jonathan." Ucap Ardelia.


"Pak Jonathan? Ini saya Nona Yayan." Protes Yayan.


"Ahhhh Nona rindu bos Jonathan yahh?" Ledeknya.


"Mas ayo kita pulang." Ardelia sengaja menghalihkan pembicaran.


"Mmmmmm baiklah." Yayan hanya bisa pasrah dengan jawaban Ardelia.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Hari, minggu, bahkan bulan sudah berganti. Tidak terasa hampir delapan bulan Jonathan pergi tanpa kabar, dan hari ini di riuhkan dengan para kariawan yang sedang bergosip.


Ardelia yang baru datang dari pertemuannya dengan client membuat dirinya bertanya tanya.


"Ehh Manda kok pada rame gini sihh?" Tanya Ardelia.


"Iyaa Buk Ardelia.. itu Bapak Jonathan sudah kemabli dan.."


"Benarkah?" Ardelia yang kaget dengan kabar kepulangan Jonathan membuat dirinya memotong perkataan bawahannya.


Tanpa basa basi Ardelia langsung berlari ke dalam ruangannya yang di tempati Jonathan juga.


Ardelia yang buru buru dan langsung membuka pintu ruangannya dan...


"Apa yang kalian lakukan?"


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


NAHHHJ LAKUIN APAAN YAHH KIRA KIRA?? YUKK JANGAN LUPA LIKE AND COMMENTNYA YAHH.