Brother Is My Love

Brother Is My Love
JONATHAN MABUK.



"Adel." Jonathan berdiri dari tempatnya.


"Apa Tuan baik baik saja?" Tanya Ardelia kawatir. Sebab tampilan Jonathan benar benar kacau, jazz yang entah kemana, dasi yang sudah miring kekanan dan dua kancing baju yang sudah terlepas.


"Kenapa kamu ada disini?" Jonathan balik bertanya.


"Apa pacarmu itu yang membawamu ketempat seperti ini? Pulanglah sekarang, jika mama sampai tau kamu datang ketempat seperti ini, dia pasti akan memarahimu." Katanya sedikit marah, namun terlihat seperti sedang kawatir.


"Ada apa sih dengannya? Tiba tiba berlagak seperti seorang kakak yang baik, apa dia sedang di rasuki oleh tuhan?" Pikir Ardelia.


Brukkkkk.


Ardelia kaget karna tiba tiba Jonathan memeluknya.


"Tuan." panggil Ardelia.


"Berheti memanggilku Tuan." Kata Jonathan yang mulai melemas.


Jonathan tidak terima jika Ardelia memanggil dirinya tuan. Mungkin dulu dia akan sangat senang, tapi sekarang hatinya sangat sakit jika Ardelia memanggilnya tuan.


Yayan hanya bisa menonton drama di depanya. Dan dia tidak pernah melihat bosnya seperti ini. Memperlihatkan kelemahannya di tempat umum.


Sedangkan Ardelia, dia masih di dekapan oleh Jonathan. Saat Ardelia ingin mendorong tubuh Jonathan.


Huweeekkkkk


Ardelia menegang, matanya membesar, cairan hangat dia rasakan membasahi punggungnya. Sedangkan Yayan memejamkan matanya, merasa malu dengan situasi saat ini.


Sedangkan si pelaku tetap mengeluarkan isi perutnya. Jonathan benar benar tidak tahan dengan mual dalam perutnya, dan tidak sadar telah mengotori pakaiyan Ardelia.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


"Nona maaf... dan ini gantilah pakaiyan anda dan mandilah." Kata Yayan penuh hormat.


Ardelia tidak mengambil pakaiyan itu, tapi malah melihat Yayan.


"Adel rasa mas sangat aneh, kenapa mas terus memanggil Adel dengan sebutan Nona?" Tanyanya.


Yayan memejamkan matanya, dan mulai menceritakan semuanya tanpa ada yang terlewatkan


"Astaga mas... Lalu untuk apa dia melakukan itu?" Tanya Ardelia.


"Saya juga kurang tau. Bagaimana pun juga perkataan bos Jonathan ada benarnya. Nona adalah bagian dari keluarga WIJAYA, dan otomatis Nona adalah bos saya juga."


"Terserah mas aja dahh, aku mau mandi dan pulang." Ardelia pergi meninggalkan Yayan dan tidak lupa mengambil pakaiyan yang di berikan Yayan.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Matahari mulai terbit, menggangu sosok tampan yang sedang tertidur lelap. Jonathan berlahan membuka matanya.


"Bos apa anda baik baik saja?" Yayan menghampiri Jonathan.


"Hemmmmm." Sautnya sambil menyadarkan punggungnya.


"Bos ini makanlah dulu dan ini juga ada air jahe untuk menghangatkan tubuh anda." Kata Yayan sambil memberikan bubur kepada Jonathan.


"Buang saja saya tidak ingin memakan makanan orang sakit seperti itu." Katanya


"Baiklah jika anda tidak ingin memakan bubur ini, tapi minumlah air jahe ini bos." Kata Yayan lagi.


"Tidak ya tidak." Jonathan mulai marah lagi.


Nyali Yayan mulai menciut tapi bagaimana pun juga ini untuk kesehatan bosnya.


"Baiklah bos jika seperti itu saya akan mengembalikan ini kepada Nona Ardelia." Saat Yayan ingin meninggalkan kamar Jonathan.


"Tunggu apa bubur dan air jahe itu dari dia?" Tanya Jonathan.


"Iya bos setelah Nona kemaren mengantarkan bos dari clab, Nona datang lagi pagi ini dan membawakan bubur dan air jahe untuk bos." Saut Yayan.


"Apa dia mengantar kan saya ke sini kemaren?" Tanyanya ragu.


"Benar Bos. Dan.. ituuuu kemaren juga bo..bos." kata Yayan gugup.


"Cek saya kenapa? Tanya Jonathan jengkel.


"Itu bos juga muntah di baju Nona Ardelia saat bos memeluk Nona Ardelia kemaren saat di clab." Kata Yayan sedikit takut takut.


"APAAA?"


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


HAYYY SAYANG MAFF TELAT UP'NYA, SOALNYA LAGI MIKIR MAU BUAT KELANJUTANYA KAYAK GIMANA CERITANYA.


TERUS DUKUNG AUTHOR YAA JANGAN LUPA LIKE AND COMMENTNYA SAYANG KALIANπŸ˜™πŸ˜šπŸ˜—