Brother Is My Love

Brother Is My Love
AAWWW SAKITTT



BRACKKK


"KURANG AJAR."


Seketika ruangan itu hening. Jonathan mengebrak meja dan berterik, dan merhasil mengagetkan dua sejoli yang sedang berpelukan.


Tatapan Jonathan sangat tajam, matanya merah. Hati Jonathan tidak karuan, tapi kenapa?


"Yayan lakukan yang terbaik untuk seorang penghianat." Suruh Jonathan dengan kepala menunduk dan tangan mengepal.


"Baik bos." Jawab Yayan dan pergi dari ruangan tersebut.


"Mas trimakasih, adel akan traktir mas makan nanti." Kata Ardelia sambil tersenyum manis.


"YAYAN PUTRA." Jonathan berkata lagi, memangil lengkap nama sekertarisnya.


Yayan tau, bosnya sedang dalam mode petir.


"Mermisi bos." Katanya dan tidak lupa tersenyum kepada Ardelia


Brakkkkk


Meja kembali dipukul oleh Jonathan. Dan membuat Yayan keluar dengan buru buru.


"Si bos kenapa sih? Kejadian korubsi itu kan sudah biasa di dalam sebuah perusahaan. Kenapa dia marah marah kayak gitu? Apa karna aku memeluk nona Ardelia ya? Apa bos cemburu?" Grutunya sendiri


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Di dalam ruangan.


Keheningan menyelimuti keduanya. Tidak ada yang memulai pecakapa duluan, Jonathan masih di posisinya, begitupun Ardelia tidak bergerak sama sekali.


Sampai akhirnya Ardelia memecahkan keheningan tersebut.


"Sekarang sudah terbukti kebenaranyakan?" Kata Ardelia.


Ardelia sudah mulai berani, ketakutannya yang tadi sudah tidak ada lagi. Jonathan hanya diam.


"Trimakasih atas apa yang anda berikan selama ini tuan Jonathan. Tidak perduli buruk ataupun baik. Tapi saya hanya minta satu hal kepada anda, Tolong tepati kesepakatan kita, dan saya akan menepati janji saya juga. Saya akan mengundurkan diri dan pergi secara berlahan dari kehidupan anda dan keluarga wijaya." Jelas Ardelia


DEGGG


Hati Jonathan bergetar, ada perasaan tidak rela jika Ardelia berkata seperti itu. Perasaan bersalah mulai ada, apa lagi dia melihat bagaimana keadaan Ardelia akhir akhir ini. Dia bisa melihat badan Ardelia semakin kurus. Mungkin dia bekerja keras untuk membuktikan bahwa dia tidak bersalah pikir Jonathan.


"Jika tidak ada lagi, saya pamit undur diri." Sambung Ardelia lagi.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Setelah keluar dari ruangan CEO, Ardelia membung nafasnya. Dia tersenyum senang, bahagia telah berhasil membuktikan dirinya tidak bersalah. Walaupun dia harus kehilangan pekerjaannya.


Ardelia kembali keruangannya. Terlihat teman teman katornya menatapnya dengan penuh selidik.


"Kenapa?" Begitulah kata yang terucap dari bibir mungil Ardelia.


"Apa kamu baik baik saja?" Kata itu lolos dari bibir mbak nita lagi.


"Tidak apa mbak semuanya sudah selesai. Tidak ada yang perlu dikawatirkan." Jawabnya sambil menuju mejanya.


Temannya hanya mengangkukkan kepala. Tapi kembali bertanya saat Ardelia mengambil sebuah kardus besar dan lalu merapikan barangnya dan memasukan kedalam kardus itu. Temannya tau, itu berarti Ardelia akan pergi dari kator ini.


"Dell apa yang kamu lalukakan? Apa kamu di pecat?" Tanya mbak nita kawatir.


"Tidak apa mbak. Aku sudah dapat pekerjaan yang lebih bagus dari ini, dan gajihnya besar sekali." Jawab Ardelia sambil tersenyum.


"Apa kamu tidak berbohong?" Tanyanya penuh selidik


"Haha tidak mbak. Besok aku titip surat yaa?" Kata Ardelia sambil pamitan kepada teman temannya.


"Mas dan mbak saya mitak maaf jika ada salah kekalian, dan trimakasih ilmunya yang di berikan kepada saya. Semoga kita bisa bertemu di lain waktu selamat tinggal." Begitulah kata yang terucap dari bibir Ardelia. Dan melangkah pergi keluar dari wijaya company.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


"Ahhhh berakhir sudah semuanya. Aku tidak tau harus kemana lagi sekarang. Membawa barang barang ini kerumah rasanya tidak mungkin, papa pasti akan bertanya dan mama..... ahhhh memikirkan saja sudah pusing." Katanya sendiri sambil meuju motornya.


"Apa aku trima tawaran jadi model saja yahh? Ahhh sudahlah pikirkan nanti saja. Aku harus menitimpkan barang ini dulu ke Rara, mudah mudahan di kasi." Katanya lagi.


Ardelia pun menaiki motornya walaupun sedikit kesusahan membawa barang dengan motornya, tapi dia tetap melaju dengan santainya. Tapi siapa yang sangka jika nasib buruk menipanya lagi.


Brakkk...


Aawww sakittt


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Duhhh kenapa yaa? Ketusuk apa tuhh?? 😁😁


Hihi Yukk baca terus.. pasti semakin seruu.