Brother Is My Love

Brother Is My Love
SAYA INGIN SUSU HANGAT



"APAAA?"


Jonathan memijat kepalanya, ternyata kemaren bukan mimpi tapi kenyataan. Jonathan benar benar malu sekarang, harga dirinya hancur seketika.


"Kemarikan buburnya." Printah Jonathan


"Biarkan saya saja yang memakannya bos, Jangan di buang." Yayan masih tetap di tempatnya. Tidak ingin jika bubur ini di buang begitu saja.


"Cek kemarikan saya akan memakannya." Kata Jonathan.


Akhirnya Yayan memberikan bubur itu kepada Jonathan. Sebenarnya dia sungguh tidak rela memberikan bubur itu. Dia masih bisa merasakan enaknya bubur buatan Ardelia yang dia makan tadi pagi.


Jonathan makan dengan lahap sambil tersenyum. Entah apa yang membuat hati Jonathan senang, walaupun bibirnya masih terasa hambar, tetapi bubur buatan Ardelia masih enak di rasakannya.


"Dimana dia sekarang?" Tanya Jonathan


"Apa maksud tuan itu Nona Ardelia?" Yayan kembali bertanya.


Jonathan melayangkan tatapan tajamnya.


"Itu Bos... Nona sudah pulang sejam yang lalu." Saut Yayan.


"Bagaimana jadualku hari ini?" Tanya Jonathan.


"Semua sudah saya atur bos. Saya juga sudah mengundur miting hari ini, dan bos datang kekantor setelah jam makan siang berakhir." Jelas Yayan.


Jonathan hanya diam tanpa menyalahkan tidakan Yayan. Tiba tiba hp Jonathan berbunyi.


"Hallo pa?" Saut Jonathan


"Apa kamu baik baik saja jo?" Tanya sang papa.


"Hemm." Hanya itu yang Jonathan katakan.


"Di mana kamu sekarang nak?" Papa Dion benar benar kawatir dengan anaknya saat ini. Saat ankanya tidak kunjung pulang kerumah kemaren. Dan akhirnya papa Dion menanyakan kepada Yayan sekertaris anaknya.


Perasaan kawatir papa Dion akhirnya mereda saat Yayan mengatakan jika Jonathan baik baik saja. Yayan juga menceritakan bahwa Jonathan mabuk sampai muntah.


"Apartment pa." Jawab Jonathan.


"Apa kau akan kekantor?" Tanya papanya lagi.


"Iya.. setelah jam makan siang."


"Hemm.. istirahatlah tidak usah ke kantor hari ini, lagi pula hari ini hari pendenk. Kau juga perlu istirahat nak." Walaupun papa Dion tidak tau masalah Jonathan, tapi dirinya tau anaknya tidak baik baik saja saat ini. Tidak biasa Jonathan minum sampai semabuk itu.


"Paaa ini coffeenya." Triak sesorang.


"Iya taruh di sana saja nak." Saut papa Dion.


"Ya sudah Jo.. papa tutup telfonnya ya, jangan lupa istirahat dan minum obat, papa sudah suruh sekertaris bodohmu itu memebelikan obatnya." Kata sang papa kepada anaknya.


Setelah telfon terputus.


"Dia ada di rumah ternyata." Katanya nyaris tidak terdengar.


"Apa ada yang bos butuhkan?" Tanya Yayan sebab perkataan Jonathan tidak jelas di dengarnya.


"Keluarlah saya ingin istirahat, dan nati antarkan saya ke rumah." Printah Jonathan.


"Bukannya bos ingin melakukan miting hari ini?" Tanya Yayan.


"Ikuti aja printahku. Suruh mereka pulang saja seperti biasa, dan tidak usah lakukan miting hari ini." Katanya lagi.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


KEDIAMAN WIJAYA


Jonathan pulang saat jam makan malam tiba. Saat Jonathan tiba di rumahnya, dia bisa melihat Ardelia yang sedang menata makanan dan di bantu oleh beberapa pelayan.


Sungguh pemandangan yang Indah bagi Jonathan. Saat asik menatap adik tirinya, tiba tiba Jonathan di kagetkan dengan sapaan pelayan.


"Tuan muda mari saya bawakan barangnnya."


Jonathan sedikt kaget, tapi dia bisa menetralkan dirinya supaya tidak ketauan sedang mencuri curi pandang.


"Hemm"


Sedangkan Ardelia sekilas melirik Jonathan dan langsung kembali kedapur mengambil minuman untuk pelengkap makan malam hari ini.


"Nak kamu sudah pulang? Ayok sini kita makan malam bersama." Kata Mama Tia datang menghampiri Jonathan tanpa ada papa Dion di sana.


Jonathan tidak menolak seperti sebelumnya, dia begitu patuh kepada mama tirinya.


(Author rasa ada maksud tersembunyi si Jonathan 😁)


Jonathan duduk tapi dia bangun lagi dan menuju ke dapur. Saat sudah di dapur dia menghampiri Ardelia yang sedang berdiri di depan kulakas.


"Saya ingin susu hangat."


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


NAH LO MAS JONATHAN MAU MITA SUSU ADA YANG MAU NGASI GAK? πŸ˜‚πŸ˜‚


TERUS DUKUNG AUTHOR YAHH SAYANG😚 BIAR TAMBAH SEMANGAT.