Brother Is My Love

Brother Is My Love
SI DOGI



"Apa yang kamu katakan tadi? Nyicil apartment begitu?" Tanya mamanya.


Ardelia hanya diam, sadar dengan kesalahannya.


"It.. ituu.." Katanya gugup.


"Jawab Ardelia putri, apa sesusah itu hanya mengatakan iya atau tidak?" Geram mamanya


"Ma-aaf ma itu memang benar." Jawabnya lesu.


Mamanya lemas tidak habis pikir dengan tindakan putrinya sendiri.


"Untuk apa nak, apa rumah ini kurang nyaman untukmu atau kamarmu kurang bagus?" Tanya mamanya lagi.


"Bukan begitu ma, hanya saja rumah ini begitu jauh menuju kantor." Jawabnya


Jelas Ardelia berbohong. Itu hanya alasan semata, tapi yang sebenarnya adalah untuk menepati janjinya kepada Jonathan.


"Ahhh jauh dari mana Adel?"


"Ihhh jauh maa 30menit." Jawabnya berusaha tenang.


Mamanya membuang nafas kasar, dia tau anaknya memiliki penyakit keras kepala, mau bagaimana pun dirinya melarang tidak akan bisa.


"Maa jangan marah, Adel hanya ingin hidup mandiri saja. Aku sudah mendapatkan pekerjaan yang bagus, tidak mungkin harus ikut kalian terus kan?" Katanya meyakinkan mamanya.


"Iya ma Ardelia benar, sudah seharusnya dia hidup mandiri. Papa rasa dia sudah memiliki bekal yang cukup untuk masa depannya." Saut papa Dion.


Mama Tia pasrah hanya bisa menyetujui keinginan anaknya.


Seketika itu Ardelia merasa aman dan berterimakasi ke papanya lewat senyuman.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


WIJAYA COMPANY


Hari yang bigitu cerah, angin yang mengantarkan kesejukan. Seorang pria tampan sedang menatap keluar jendela dengan di temani sebatang rokok.


Jonathan iya pria itu Jonathan, hatinya merasa tidak nyaman, perkataan Ardelia kemaren tentang pembelian apartment masih terngiang ngiang di kepalanya.


Hari semakin sore. Jonathan tidak fokus dengan pekerjaannya, tidak tau kenapa dia ingin pulang secepatnya.


"Yan lanjutkan ini semua, saya ada urusan sebentar dan mungkin langsung pulang saja kamu tidak usah ikut." Katanya langsung keluar tanpa sempat Yayan berbicara.


"Aneh banget si bos." Katanya sendiri.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Setibanya Jonathan di rumahnya, dia merasa rumah itu sepi, biasanya akan ada papanya yang duduk di ruang tamu sambil menonton berita.


"Hemm.. di mana papa bik?" Tanyanya balik.


"Ohhh itu tuan dan nyonya membantu kepindahan nona Ardelia tuan." Sautnya


Jonathan hanya diam, lalu langsung masuk dalam kamarnya. Tidak tau kenapa dia merasa sedikit kecewa.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


"Ma Pa trimakasih sudah bantu Adel pindahan. Dan Adel janji setiap akhir pekan Adel akan nginep di sana." Katanya.


"Kamu janji yahh, jangan bohong." Kata mamanya sambil memeluk Ardelia.


"Iya nak sering seringlah kerumah, jika kamu butuh sesuatu hubungi papa yaa." Timbal papa Dion lagi.


"Siap boss." Katanya smbil tertawa.


Mama Tia dan papa Dion merasa sedih akan pidahnya Ardelia, tidak akan ada lagi yang akan meramekan rumahnya.


Mereka pun pergi dari apartment Ardelia, meninggalkannya sendiri. Merasa sedih tapi ini keputusannya.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Jonathan sengaja keluar dari kamarnya Ketika dia mendengar suara mobil papanya. Tidak tau apa yang diharapkanya dengan kepulangan papanya.


Saat papanya masuk dia seperti mencari sesuatu tapi dia harus menelan kecewaannya Ketika papanya berbicara.


"Adikmu sudah pindah, mungkin dia tidak akan kembali lagi." Kata papanya sengaja berbohong.


Seketika Jonathan menatap papanya dan berheti celingak celinguk.


"Siapa yang mencarinya? Jo hanya mencari si dogi." Sautnya mengelak.


Si dogi adalah anjing pliharaan Jonathan yang dia bawa dari kota M.


"Alahhhh alasan." Saut papanya pelan, tapi masih di tengar Jonathan.


Jonathan merasa malu langsung masuk dalam kamarnya.


"Katanya nyari si dogi tapi malah masuk dalam kamar." Sindir papanya.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Hallo maaf ya.. autor lama up soalnya ada banyak banyak kesibukan😊✌️..


Jangan lupa LIKE and COMMENTNYA Yahh sayang kalianπŸ˜™πŸ˜˜πŸ˜˜